Selasa, 6 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gen Z Suka Hidup Boros dan Tak Punya Tabungan, Mengapa?

Gen Z acapkali disebut pemboros sehingga tidak punya investasi yang cukup untuk masa depan. Apakah penyebabnya?

Selasa, 22 Maret 2022
A A
Ilustrasi tak punya tabungan. Foto ID 1820796/pixabay.com.

Ilustrasi tak punya tabungan. Foto ID 1820796/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

“Pentingnya dana darurat adalah karena kita tidak bisa memastikan masa depan,” jelas Rininta.

Semisal mahasiswa setiap bulan diberi uang saku sebesar Rp1 juta oleh orang tuanya. Ia harus mengatur uang sakunya dengan aturan 50:20:30. Artinya, Rp500 ribu untuk kebutuhan, Rp200 ribu untuk menabung, dan Rp300 ribu adalah keinginan.

Baca Juga: Slamet Ibrahim Surantaatmadja: Tak Semua Negara Produsen Farmasi Mensyaratkan Status Halal

“Kendalikan pengeluaran yang bersifat impulsif,” pesannya.

Kelima, memisahkan rekening tabungan dan rekening harian. Keenam, membuat catatan pengeluaran. Banyaknya promo diskon yang beredar baik di platform online maupun offline jangan lantas menjadi mudah tergiur.

“Belilah sesuatu sesuai kebutuhan,” imbuh Rininta.

Public Relation ISP Semarang, Raissa Shofi Amani menambahkan, bagi siapa pun yang akan melakukan investasi agar tidak hanya bermodal ikut trend karena semua produk investasi memiliki risiko.

“Investasi bukan alat untuk menjadi kaya, melainkan memenuhi kebutuhan masa depan,” ucap Raissa. [WLC02]

Sumber: uii.ac.id, 14 Maret 2022

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: era digitalGen Zhidup boroskeuanganmedia sosialtabungan

Editor

Next Post
PLTU Tanjung Bara, Kalimantan Timur. Foto esdm.go.id.

Dosen ITB: Net-Zero Emission 2060 Tak Berarti Menghapus Pemanfaatan Batu Bara

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media