Selasa, 18 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gen Z Suka Hidup Boros dan Tak Punya Tabungan, Mengapa?

Gen Z acapkali disebut pemboros sehingga tidak punya investasi yang cukup untuk masa depan. Apakah penyebabnya?

Selasa, 22 Maret 2022
A A
Ilustrasi tak punya tabungan. Foto ID 1820796/pixabay.com.

Ilustrasi tak punya tabungan. Foto ID 1820796/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

“Pentingnya dana darurat adalah karena kita tidak bisa memastikan masa depan,” jelas Rininta.

Semisal mahasiswa setiap bulan diberi uang saku sebesar Rp1 juta oleh orang tuanya. Ia harus mengatur uang sakunya dengan aturan 50:20:30. Artinya, Rp500 ribu untuk kebutuhan, Rp200 ribu untuk menabung, dan Rp300 ribu adalah keinginan.

Baca Juga: Slamet Ibrahim Surantaatmadja: Tak Semua Negara Produsen Farmasi Mensyaratkan Status Halal

“Kendalikan pengeluaran yang bersifat impulsif,” pesannya.

Kelima, memisahkan rekening tabungan dan rekening harian. Keenam, membuat catatan pengeluaran. Banyaknya promo diskon yang beredar baik di platform online maupun offline jangan lantas menjadi mudah tergiur.

“Belilah sesuatu sesuai kebutuhan,” imbuh Rininta.

Public Relation ISP Semarang, Raissa Shofi Amani menambahkan, bagi siapa pun yang akan melakukan investasi agar tidak hanya bermodal ikut trend karena semua produk investasi memiliki risiko.

“Investasi bukan alat untuk menjadi kaya, melainkan memenuhi kebutuhan masa depan,” ucap Raissa. [WLC02]

Sumber: uii.ac.id, 14 Maret 2022

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: era digitalGen Zhidup boroskeuanganmedia sosialtabungan

Editor

Next Post
PLTU Tanjung Bara, Kalimantan Timur. Foto esdm.go.id.

Dosen ITB: Net-Zero Emission 2060 Tak Berarti Menghapus Pemanfaatan Batu Bara

Discussion about this post

TERKINI

  • Diskusi dan pemutaran film Film dokumenter “Jejak Kolonial di Hutan Jawaˮ dalam Festival Udin 2026, 15 Agustus 2026. (Dok. Festival Udin 2026)Co-firing Biomassa dari Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Korbankan Ekosistem Hutan dan Masyarakat
    In Lingkungan
    Selasa, 18 Agustus 2026
  • Upacara rakyat di Kendeng, Kabupaten Pati, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)Upacara Rakyat di Kendeng Dihadiri Warga dan Petani yang Melawan Penambangan Karst
    In News
    Senin, 17 Agustus 2026
  • Upacara peringatan kemerdekaan RI oleh warga Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri di lahan pertaniannya, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)Warga Pracimantoro: Kami Bukan Melawan Pembangunan, Kami Menjaga Kehidupan
    In News
    Senin, 17 Agustus 2026
  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media