Kamis, 14 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hari Tani Nasional ke-62 Tahun dan Persoalan Lahan Pangan

Memperingati Hari Tani Nasional yang ke-62 tahun, komunitas perempuan petani lestari di Yogyakarta dan Jawa Tengah, mengemukakan persoalan lahan pangan, pola bercocok tanam hingga ancaman kehilangan lahan pangan dampak pembangunan infrastruktur.

Sabtu, 24 September 2022
A A
Hari Tani Nasional ke-62 Tahun dan persoalan lahan pangan. Foto Wanaloka.com

Hari Tani Nasional ke-62 Tahun dan persoalan lahan pangan. Foto Wanaloka.com

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Pemerintah Indonesia akan Pensiunkan PLTU, Tapi Ada yang Dikecualikan

“Tidak pernah dalam sejarah petani (terutama petani padi) mengalami kenaikan harga jual gabah hingga dua puluh ribu. Ini baru padi, belum yang lainnya, seperti kacang hijau, kedelai. Sementara impor beras, kedelai terus dilakukan dan di bawah harga petani. Petani makin miskin,” ujar Messidah.

Perempuan petani lestari, Herni Saraswati menekankan pentingnya pola pertanian lestari dengan memanfaatkan dan menggunakan olahan daun dan kotoran ternak. Serta sistem pertanian non-monokultur.

Cara itu, kata Herni, tidak hanya menyehatkan tanah dan tanaman, namun dapat mengeluarkan petani dari kemiskinan. Petani dapat keluar dari situasi ketergantungan yang memiskinkan dan berdaulat atas pupuk (nutrisi), benih, dan harga jual.

Pola pertanian lestari ini diharapkan tak ada petani menjual seluruh hasil panen untuk biaya produksi, petani mendapatkan subsidi beras dari pemerintah, atau petani membeli beras di pasar.

Baca Juga: Lalat Bisa Membantu Pakar Forensik Mengungkap Kasus Kriminal

Bertempat di Pendopo Tegal Pule Banjararum, Kalibawang, Solidaritas Perempuan Kinasih bersama komunitas perempuan petani lestari Karisma Kulonprogo, Wadon Wadas menyampaikan tujuh tuntutan kepada pemerintah di momentum Hari Tani Nasional.

Tujuh tuntutan tersebut, menghentikan alih fungsi lahan produktif pertanian menjadi lahan non produktif; membatalkan rencana pertambangan, dan mencabut IPL di Wadas; menghentikan impor benih, gabah, dan beras; menghentikan pola pertanian mekanik yang merusak tanah, menjerat petani dan memiskinkan; mengembalikan pola pertanian lestari; memberikan jaminan kesejahteraan petani miskin, perempuan petani, dan buruh tani, dan; mewujudkan reformasi agraria dan pertanian yang adil gender.

Melansir laman resmi Pemerintah Provinsi DIY, Gubernur Sri Sultan HB X menyebutkan, total luas lahan pertanian DIY, sekitar 52.104 hektar. Untuk jumlah produksi padi DIY pada tahun 2021 mencapai 853.564 ton, sedangkan jumlah konsumsi hanya sekitar 680.000-an ton. Sisa produksi kemudian bisa menjadi stok pangan, disimpan berupa gabah dan ada pula yang diserap PNS dengan kebijakan Pemda DIY.

Penetapan Hari Tani Nasional berkaitan dengan ditetapkannya dan disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agaria, pada 24 September 1960. [WLC01]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Hari Tani NasionalKelompok Tani Karisma Kulonprogokrisis panganpenambangan batu andesit Desa Wadasperempuan Wadaspersoalan lahan panganpola pertanian lestariSolidaritas Perempuan Kinasih

Editor

Next Post
Konflik agraria SPI dengan PT PG Rajawali II, massa SPI berunjukrasa di Kementerian LHK pada Jumat, 23 September 2022. Foto SPI.

Konflik Agraria, SPI Beberkan Lima Poin Hasil Pertemuan dengan KLHK

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi kualitas udara di kota besar yang memburuk. Foto Yamu_Jay/Pixabay.com.Walhi: Pantauan Kualitas Udara Lima Kota Besar Indonesia Memburuk
    In News
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Bergadder/Pixabay.com.Mengenal Hantavirus, Penyakit Zoonosis dengan Rantai Penularan Utama dari Tikus
    In Rehat
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.Anggrek Merapi, Beraroma Wangi dan Mampu Bertahan Saat Erupsi
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media