Sabtu, 27 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

HKAN 2024 di Boyolali, Menteri Siti Serukan Cetak Generasi Muda Cinta Lingkungan

Jumat, 30 Agustus 2024
A A
Puncak peringatan HKAN 2024 di Boyolali, Jawa Tengah. Foto PPID KLHK.

Puncak peringatan HKAN 2024 di Boyolali, Jawa Tengah. Foto PPID KLHK.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 22 Tahun 2009, setiap tanggal 10 Agustus diperingati sebagai Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN). Hari ini tidak hanya berfungsi sebagai pengingat untuk melestarikan alam, tetapi juga sebagai ajang untuk mempromosikan pemanfaatan sumber daya alam hayati secara lestari.

“Peringatan ini adalah momen penting dalam upaya memasyarakatkan konservasi alam sebagai bagian dari sikap hidup dan budaya bangsa Indonesia,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya saat memimpin upacara HAKN 2024 di Alun-Alun Kidul Boyolali, Jawa Tengah pada 29 Agustus 2024.

Sejak 2014, peringatan HKAN telah dilaksanakan di berbagai kawasan konservasi di Indonesia. Tahun ini digelar di Boyolali sekaligus puncak dari rangkaian kegiatan “Road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2024” yang telah diluncurkan pada 16 Juli 2024 di Auditorium Manggala Wanabakti, Jakarta.

Baca Juga: Kisah Penyintas Tsunami Banyuwangi 1994, Panjat Pohon hingga Ikuti Arus

Pelepasliaran 5 jenis burung

Kabupaten Boyolali dipilih sebagai lokasi peringatan karena wilayah ini merupakan bagian dari dua taman nasional penting di Jawa Tengah, yaitu Taman Nasional Gunung Merbabu dan Taman Nasional Gunung Merapi. Keduanya tidak hanya menjadi benteng keanekaragaman hayati, tetapi juga menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat di sekitarnya.

“Ini bukan pertama kalinya saya ke Boyolali. Banyak hal yang saya pelajari dari Boyolali yang kemudian saya angkat untuk dasar kebijakan di pusat, salah satunya bank sampah dan kampung iklim. Jadi saya sangat berterima kasih untuk seluruh masyarakat Boyolali,” ungkap Siti.

Dalam acara tersebut, Siti Nurbaya juga memimpin pelepasliaran 79 ekor burung di Kebun Raya Indrokilo di Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Pelepasliaran ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam melestarikan keanekaragaman hayati, khususnya di wilayah perkotaan, sesuai dengan semangat pengelolaan urban biodiversity.

Baca Juga: Nasih Yuwono, Olah Sisa Makanan dengan Ember Tumpuk Jalin Kerja Sama Desa Kota

Jenis-jenis burung yang dilepasliarkan terdiri dari 30 burung perkutut jawa (Geopelia striata), 10 burung kepudang kuduk hitam (Oriolus chinensis), 15 burung kerak kerbau (Acridotheres javanicus), 14 burung merbah cerukcuk (Pycnonotus goiavier), dan 10 burung cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster).

Kelima jenis burung tersebut telah melalui proses kajian kesesuaian habitat. Kebun Raya Indrokilo dipilih menjadi lokasi pelepasliaran karena luasan kawasan memadai dan berada di ketinggian antara 275 hingga 300 meter di atas permukaan laut. Kawasan ini dinilai ideal untuk mendukung keberlangsungan hidup satwa-satwa tersebut.

Semua burung yang dilepasliarkan juga telah melalui pemeriksaan kesehatan yang ketat dan menjalani proses habituasi di kawasan Kebun Raya Indrokilo.

Baca Juga: Riset Harta Karun Kapal Perang Amerika yang Tenggelam di Teluk Banten

“Ini untuk memastikan satwa yang dilepasliarkan mampu beradaptasi dengan baik di habitat barunya, sehingga mereka bisa memperkuat populasi di alam liar,” jelas Siti.

Pasca pelepasliaran, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah bersama mitra akan melakukan monitoring selama beberapa bulan ke depan untuk mengamati perkembangan burung-burung yang telah dilepasliarkan. Monitoring untuk memastikan keberhasilan pelepasliaran dan mendapatkan data mengenai adaptasi satwa di lingkungan barunya.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: cinta lingkunganHKAN 2024Kabupaten Boyolalikrisis globalMenteri Siti Nurbayapelestarian alam

Editor

Next Post
Study dan site visit ke Gua Ek Lentie di Aceh Besar. Foto BAST ANRI.

Ada Jejak Tsunami Aceh 7000 Tahun Silam di Gua Ek Lentie

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media