Senin, 9 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Prof Ronny: Tren Lemak Hewan sebagai Bahan Bakar Dunia Penerbangan

Tren pemanfaatan lemak hewan terutama lemak babi sebagai bahan bakar yang ramah lingkungan terutama dalam dunia penerbangan meningkat, dan diperkirakan 2030 bertambah tiga kali lipat. Lalu apa tantangannya?

Senin, 12 Juni 2023
A A
Guru Besar Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University, Prof. Ronny Rachman Noor. Foto ipb.ac.id.

Guru Besar Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University, Prof. Ronny Rachman Noor. Foto ipb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pemanfaatan lemak hewan sebagai bahan bakar sejatinya sudah lama dilakukan. Guru Besar Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University, Prof. Ronny Rachman Noor memprediksi pemanfaatan lemak hewan terutama lemak babi di tahun 2030 akan meningkat.

Sudah berabad-abad lamanya, lemak hewan utamanya lemak babi telah digunakan untuk membuat lilin, sabun dan keperluan lainnya seperti industri kosmetik.

Kurun waktu 20 tahun terakhir, di era biofuel yang ramah lingkungan, tren penggunaan lemak hewan makin tajam.

Baca Juga: Djumanto: Ikan Wader Rentan Punah, Bahkan Bisa Kritis

Pakar genetika IPB University itu, menjelaskan, lemak hewan terutama babi, dapat diandalkan menghasilkan bahan bakar ramah lingkungan.

Ide penggunaan lemak hewan ini pun memiliki dasar yang sangat kuat.

Secara teknis, Prof. Ronny mengungkapkan, lemak babi dan juga lemak hewan lain dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar ramah lingkungan, termasuk untuk bahan bakar pesawat jet. Hal ini membutuhkan perubahan paradigma dalam perkembangan teknologi.

“Teknologi saat ini memerlukan perubahan visi dan revolusi cara berpikir multidimensi, karena ternyata lemak hewan utamanya babi memiliki nilai ekonomis tinggi dan lebih ramah lingkungan,” katanya.

Baca Juga: Rahadian Pratama: Teknologi Oxford Nanopore Menggali Potensi Kayu Hutan

Dinyatakannya, hasil penelitian di berbagai negara, pemanfaatan lemak hewan sebagai bahan bakar dari segi lingkungan lebih ramah, karena emisi karbon yang dihasilkannya lebih rendah dibanding bahan bakar fosil, minyak goreng bekas pakai, dan minyak sawit.

Di Eropa, kurun waktu 20 tahun terakhir penggunaan lemak hewan sebagai bahan bakar mengalami peningkatan 40 kali lipat.

“Tidak heran jika pakar penerbangan memprediksi bahwa penggunaan bahan bakar dari lemak hewan ini akan meningkat tiga kali lipat dalam dunia penerbangan di tahun 2030 mendatang,” tuturnya.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bahan bakar ramah lingkunganbiofuelIPB Universitylemak hewan sebagai bahan bakarProf. Ronny Rachman Noor

Editor

Next Post
Ilustrasi kekeringan. Foto bernswaelz/pixabay.com.

FAO Prediksi 2050 Dunia Kelaparan Akibat Pemanasan Global

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media