Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Prof Ronny: Tren Lemak Hewan sebagai Bahan Bakar Dunia Penerbangan

Tren pemanfaatan lemak hewan terutama lemak babi sebagai bahan bakar yang ramah lingkungan terutama dalam dunia penerbangan meningkat, dan diperkirakan 2030 bertambah tiga kali lipat. Lalu apa tantangannya?

Senin, 12 Juni 2023
A A
Guru Besar Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University, Prof. Ronny Rachman Noor. Foto ipb.ac.id.

Guru Besar Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University, Prof. Ronny Rachman Noor. Foto ipb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pemanfaatan lemak hewan sebagai bahan bakar sejatinya sudah lama dilakukan. Guru Besar Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University, Prof. Ronny Rachman Noor memprediksi pemanfaatan lemak hewan terutama lemak babi di tahun 2030 akan meningkat.

Sudah berabad-abad lamanya, lemak hewan utamanya lemak babi telah digunakan untuk membuat lilin, sabun dan keperluan lainnya seperti industri kosmetik.

Kurun waktu 20 tahun terakhir, di era biofuel yang ramah lingkungan, tren penggunaan lemak hewan makin tajam.

Baca Juga: Djumanto: Ikan Wader Rentan Punah, Bahkan Bisa Kritis

Pakar genetika IPB University itu, menjelaskan, lemak hewan terutama babi, dapat diandalkan menghasilkan bahan bakar ramah lingkungan.

Ide penggunaan lemak hewan ini pun memiliki dasar yang sangat kuat.

Secara teknis, Prof. Ronny mengungkapkan, lemak babi dan juga lemak hewan lain dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar ramah lingkungan, termasuk untuk bahan bakar pesawat jet. Hal ini membutuhkan perubahan paradigma dalam perkembangan teknologi.

“Teknologi saat ini memerlukan perubahan visi dan revolusi cara berpikir multidimensi, karena ternyata lemak hewan utamanya babi memiliki nilai ekonomis tinggi dan lebih ramah lingkungan,” katanya.

Baca Juga: Rahadian Pratama: Teknologi Oxford Nanopore Menggali Potensi Kayu Hutan

Dinyatakannya, hasil penelitian di berbagai negara, pemanfaatan lemak hewan sebagai bahan bakar dari segi lingkungan lebih ramah, karena emisi karbon yang dihasilkannya lebih rendah dibanding bahan bakar fosil, minyak goreng bekas pakai, dan minyak sawit.

Di Eropa, kurun waktu 20 tahun terakhir penggunaan lemak hewan sebagai bahan bakar mengalami peningkatan 40 kali lipat.

“Tidak heran jika pakar penerbangan memprediksi bahwa penggunaan bahan bakar dari lemak hewan ini akan meningkat tiga kali lipat dalam dunia penerbangan di tahun 2030 mendatang,” tuturnya.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bahan bakar ramah lingkunganbiofuelIPB Universitylemak hewan sebagai bahan bakarProf. Ronny Rachman Noor

Editor

Next Post
Ilustrasi kekeringan. Foto bernswaelz/pixabay.com.

FAO Prediksi 2050 Dunia Kelaparan Akibat Pemanasan Global

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media