Minggu, 20 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ini Bahaya Jerat Babi di Pasaman

Hati-hati memasang jerat babi hutan, karena satwa liar dilindungi justru bisa jadi korban. Pemasangan jerat dapat kena sanksi.

Sabtu, 20 Mei 2023
A A
Harimau sumatera yang jadi korban jerat. Foto ppid.menlhk.go.id.

Harimau sumatera yang jadi korban jerat. Foto ppid.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Kedua, seluruh jerat yang telah diambil kemudian diganti dengan jerat plastik, pagar bambu, dan penaburan kotoran harimau. Penggantian jerat tersebut untuk menghalau harimau agar menjauh dari lokasi tersebut. Selain itu, apabila harimau terkena jerat plastik tidak membahayakan keselamatan jiwanya.

Ketiga, untuk mencegah babi hutan berkeliaran, BKSDA juga mengundang Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin).

Keempat, mengajak unsur pemerintah daerah setempat, yakni Wakil Bupati Pasaman untuk melakukan sosialisasi pelarangan penggunaan jerat kawat kepada masyarakat.

Baca Juga: Ramai-ramai Pejabat dan TNI Menanam Mangrove

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak memasang jerat dengan alasan apapun,” tegas Ardi.

Sebab pemasangan jerat dapat membahayakan satwa yang dilindungi. Bahkan pemasangan jerat dapat dikenakan sanksi berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDAE.

Ardi menjelaskan hingga kini masih terdapat satu individu harimau sumatera yang memiliki usia yang sama dengan harimau korban jerat tersebut. Indikasinya dilihat dari penemuan tapak yang mempunyai ukuran sama yang berkeliaran di lokasi kejadian.

Baca Juga: Dampak Siklon Mocha, Utara Indonesia Alami Kekeringan

BKSDA melalui Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) SKW I bersama Tim PAGARI Sontang Cubadak dan Tim PAGARI Panti Selatan akan melakukan patroli penghaluan harimau sumatera tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diin

ginkan. BKSDA Sumatera Barat juga akan melakukan pemasangan kamera trap.

Sementara warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan tidak pergi sendirian ke ladang. Aktivitas yang sebaiknya dilakukan di ladang antara pukul 09.00 – 16.00 WIB. Untuk menghalau harimau, warga diminta untuk membuat bunyi-bunyian dan segera melapor apabila ditemukan hal-hal yang dinilai membahayakan. [WLC02]

Sumber: PPID Kementerian LHK

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BKSDA Sumatera Baratharimau sumateraharimau sumatera korban jeratJerat Babi Pasamankamera trap

Editor

Next Post
Tim Gabungan TPPU antara KLHK dan PPATK. Foto ppid.menlhk.go.id.

Ada Risiko TPPU dalam Tindak Pidana Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media