Kamis, 28 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ini Beda Penyebab Kanker pada Anak dan Orang Dewasa

Kanker bisa menyerang siapapun dengan segala usia. Namun ada penyebab yang berbeda antara kanker pada anak dan orang dewasa. Apakah itu?

Rabu, 2 Maret 2022
A A
Ilustrasi kanker anak. Foto jp26jp/pixabay.com.

Ilustrasi kanker anak. Foto jp26jp/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendadak mencukur habis rambutnya. Alasannya, dia ikut gerakan donasi dan cukur gundul yang diinisiasi Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia di Semarang pada 28 Februari 2022. Lantas apa beda kanker pada anak dan orang dewasa?

Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKKMK UGM, dokter Pudjo Hagung Widjajanto memaparkan, tidak hanya orang dewasa saja yang bisa mengidap kanker. Anak dan bayi yang baru beberapa hari hidup dunia juga bisa mengidap kanker.

Mengingat kanker adalah suatu keadaan penyakit yang bisa mengancam segala umur. Ia bisa mengenai siapapun dari berbagai kalangan. Tren menunjukkan kanker adalah penyakit yang akan dihadapi pada masa mendatang.

Baca Juga: Kesemutan Separuh Badan, Waspada Gejala Stroke

“Mengenali kanker sifatnya mutlak agar pengobatannya bisa menjadi lebih optimal. Karena konsepnya semakin awal diobati, harapannya akan semakin tinggi untuk penyembuhannya,” papar Pudjo.

Sementara pada dasarnya kanker pada anak memiliki perbedaan dengan kanker dari orang dewasa. Kanker pada orang dewasa banyak dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak sehat seperti rokok, alkohol. Tentunya juga orang dewasa  lebih lama hidup sehingga paparan terhadap unsur yang bersifat patogenik atau karsinogenik lebih besar.

Sedangkan pada anak umumnya disebabkan kelainan di dalam tubuh yang menghasilkan terjadinya kanker atau bersifat bawaan.

Baca Juga: Manusia hingga Parasit Jadi Penyebab Gajah Sumatera Hampir Punah

“Persamaannya, dalam hal pengertian. Pertambahan jumlah tidak terkendali dari sel tubuh yang telah berubah sifatnya menjadi sel kanker,” kata Pudjo.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: FKKMK UGMkankerkanker pada anaksegala umurtanda dan gejala

Editor

Next Post
Ilustrasi konisi bumi akibat penggunaan energi fosil. Foto sumanley/pixabay.com.

IPCC: Krisis Iklim Memakan Korban Jiwa, Perbankan Harus Hentikan Pendanaan Batu Bara

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media