Selasa, 31 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ini Data Kerusakan Dampak Meluapnya Aliran Sungai Widas  

Minggu, 13 Februari 2022
A A
Material lumpur memasuki rumah warga Desa Gemarang, Kecamatan Gemarang, Madiun, Jawa Timur, dampak meluapnya aliran Sungai Widas. Sumber foto BNPB.

Material lumpur memasuki rumah warga Desa Gemarang, Kecamatan Gemarang, Madiun, Jawa Timur, dampak meluapnya aliran Sungai Widas. Sumber foto BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Jumlah warga terdampak kejadian meluapnya aliran Sungai Widas, menurut Muhari, sebanyak 61 jiwa atau 17 kepala keluarga.

Baca Juga: Ini Cara Kasatgas Covid-19 Ingatkan Kembali Warga Disiplin Prokes

“Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka pada kejadian tersebut, juga tidak ada warga yang mengungsi,” imbuh Muhari.

Mengatasi kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Madiun bersama Muspika Gemarang melakukan gotong-royong membersihkan material yang terbawa dari meluapnya Sungai Widas.

Baca Juga: Banjir di Kapuas Hulu Kalbar, Ketinggian Air di 8 Desa Capai Satu Meter

Muhari mengatakan, kajian InaRISK, terdapat 15 kecamatan di Kabupaten Madiun berpotensi bahaya banjir kategori sedang hingga tinggi. Termasuk wilayah Kecamatan Gemarang.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga mengantisipasi potensi dampak susulan.

“Ini mengingat potensi hujan masih berpeluang terjadi di Kecamatan Gemarang. Warga diharapkan tetap siap siaga dalam menghadapi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang dan angin kencang, pada puncak musim hujan di bulan Februari ini,” pungkas Muhari. [WLC01]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BNPBBPBDhujan lebatKabupaten MadiunProvinsi Jawa TimurSungai Widas

Editor

Next Post
Personel Kapal Pengawas Hiu 01 Ditjen PSDKP, Kementerian Kelautan dan Perikanan menemukan kapal penambang pasir di perairan Pulau Rupat, Provinsi Riau. Foto kkp.go.id.

KKP Stop Penambangan Pasir PT LMU di Pulau Rupat

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media