Sabtu, 7 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

IPB Usul Mitigasi Ekosistem Karbon Biru Atasi Ancaman Perubahaan Iklim di Pesisir

Wilayah pesisir rentan tergerus akibat perubahan iklim. Menjaga hutan mangrove dan padang lamun menjadi solusinya.

Sabtu, 18 November 2023
A A
Hutan bakau di Baluran, Banyuwangi, Jawa Timur. Foto wanaloka.com.

Hutan bakau di Baluran, Banyuwangi, Jawa Timur. Foto wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ancaman global perubahan iklim mengakibatkan wilayah pesisir dan pulau kecil menjadi wilayah paling rentan. Upaya mitigasi dan adaptasi dari dampaknya perlu didorong untuk dilakukan.

Dalam konteks mitigasi, Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University sebagai learning center pengelolaan pesisir terpadu menginisiasi program solutif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) berbasis natural resources solutions melalui pengembangan mitigasi ekosistem karbon biru (blue carbon ecosystem).

PKSPL IPB University akan mendorong skema riset dan program capacity building. Sebab pemahaman dan kapasitas sumber daya manusia dalam menyelenggarakan sistem measurement, reporting and verification (MRV) pengurangan GRK, khususnya dalam ekosistem karbon biru masih terbatas.

Baca Juga: Permintaan Bantuan Hukum Penggugat Iklim Pulau Pari Dikabulkan Pengadilan Swiss

“Sementara dunia internasional dan pemerintah sedang mendorong blue carbon (mangrove dan lamun) menjadi sektor yang sangat potensial. Sektor yang dapat berkontribusi dalam pencapaian nationally determined contribution (NDC) untuk setiap negara anggota PEMSEA, termasuk Indonesia,” kata Presiden PEMSEA Network Learning Centre (PNLC) yang juga Kepala PKSPL IPB University, Prof. Yonvitner dalam PNLG Forum di Xiamen Fujian Hotel, Kota Xiamen, Provinsi Fujian, Republik Rakyat Tiongkok pada 9-10 November 2023.

Yonvitner menuturkan, PKSPL IPB University sebagai Presidensi PNLC berkepentingan untuk menggalang universitas dan lembaga riset di negara-negara anggota PEMSEA dalam mengembangkan riset dan pelatihan. Langkah tersebut niscaya dapat membantu pemerintah dan negara-negara Asia Timur dalam upaya pengurangan emisi GRK sebagai penyebab perubahan iklim.

“Dengan usulan PKSPL IPB University ini, diharapkan negara-negara pesisir dapat memperkuat kapasitas mitigasi dan adaptasi agar kota-kota pesisir lebih siap dan resilient dalam menghadapi dampak perubahan iklim,” harap Yonvitner.

Baca Juga: Analisis Gempa Kepulauan Sangihe 6,9 Magnitudo

Lantas, mengapa perlu mendorong ekosistem karbon biru sebagai solusi?

“Karena potensi blue carbon ecosystem, khususnya mangrove dan seagrass memiliki kemampuan menyimpan karbon dan mengurangi emisi jauh lebih bagus dibanding vegetasi lain,” kata Yonvitner.

Terlebih, ekosistem karbon biru dimiliki seluruh anggota PEMSEA. Meskipun secara teknis dan metodologis, pengetahuan dan kapasitas dalam mengelola upaya mitigasi perubahan iklim masih sangat terbatas, termasuk perdagangan karbon. Indonesia misalnya, belum terakomodir dalam NDC dan secara metodologis jauh tertinggal dibanding sektor forest and others land use (FOLU).

Baca Juga: Arif Satria: Pemimpin Indonesia yang Dipilih Harus Punya Environmental Leadership

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: ekosistem karbon biruIPB Universitymangrovemetode formula alometrikNationally Determined ContributionPadang lamunperdagangan karbonwilayah perairan

Editor

Next Post
Pasis Seskoad mendapat pembekalan ilmu kebencanaan di Bandung, 17 November 2023. Foto Dok. BNPB.

Pasis Seskoad Harus Siap Hadapi Ancaman Bencana di Daerah

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media