Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pasis Seskoad Harus Siap Hadapi Ancaman Bencana di Daerah

Minggu, 19 November 2023
A A
Pasis Seskoad mendapat pembekalan ilmu kebencanaan di Bandung, 17 November 2023. Foto Dok. BNPB.

Pasis Seskoad mendapat pembekalan ilmu kebencanaan di Bandung, 17 November 2023. Foto Dok. BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler LXIII Seskoad Tahun Anggaran 2023 mendapatkan pembekalan tentang pengetahuan kebencanaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Setelah para pasis selesai dari pendidikan, selain menghadapi tantangan terkait militer juga diharapkan dapat menghadapi ancaman bencana di wilayah penugasan masing-masing.

“Bencana menjadi tantangan, bahkan ancaman nyata yang akan dihadapi para siswa. Sebab bencana itu pasti, baik bencana alam maupun non alam,” ucap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto saat menyampaikan ceramah pembekalan di Gedung Jendral Gatot Soebroto Seskoad, Bandung, Jawa Barat pada 17 November 2023 dalam siaraan pers BNPB tertanggal 19 November 2023.

Lebih lanjut Suharyanto menjelaskan, bencana alam seperti bencana geologi dan vulkanologi, hidrometeorologi kering, dan hidrometeorologi basah. Semua jenis bencana tersebut ada di Indonesia, sehingga merupakan negara yang rawan bencana.

Baca Juga: IPB Usul Mitigasi Ekosistem Karbon Biru Atasi Ancaman Perubahaan Iklim di Pesisir

Pendirian BNPB hingga tugas dan fungsinya dalam menangani pra bencana, saat bencana dan pasca bencana berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Sementara pelaksana penanganan di daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang dibentuk di tiap-tiap daerah.

Dalam pembagin peran, jika terjadi banjir, longsor dan bencana lain di daerah yang bersifat ringan, maka delegasi fungsi komando di tangan BPBD. Sementara TNI/Polri bisa menginduk kepada BPBD. Jika bencana besar yang tidak bisa ditangani BPBD, maka BNPB harus turun karena bencananya masif dan langsung memegang komando.

“Dan beberapa kejadian bencana di Indonesia, komando penanganan di lapangan tidak lepas dari peran TNI,” kata Suharyanto.

Baca Juga: IPB Usul Mitigasi Ekosistem Karbon Biru Atasi Ancaman Perubahaan Iklim di Pesisir

Ia mencontohkan usai bencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Palu pada 2018, Panglima Divisi Kostrad diminta untuk membantu. Kemudian penanganan tanggap darurat pascagempa di NTB pada 2018 di bawah Perwira tinggi TNI sebagai Dansatgas. Juga yang memegang tahap pengendalian sehari-hari pascagempa Cianjur pada 2022 adalah Komandan Korem.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bencana alambencana non alamCovid-19gempa Cianjurgempa PaluKepala BNPBPasis SeskoadPMK

Editor

Next Post
Dampak banjir bandang di Aceh Tenggara pada 13 November 2023. Foto Dok. BPBD Aceh Tenggara.

Banjir Bandang Banjir Lumpur di Sana Sini

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media