Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Irwan Meilano, Gempa Bumi Tak Hanya dari Zona Megathrust di Pantai Selatan

Baik gempa yang bersumber dari sesar aktif di daratan maupun megathrust sama-sama hasil dari proses pergeseran tektonik yang ada di cincin api Indonesia.

Sabtu, 21 September 2024
A A
Pakar gempa ITB, Prof. Irwan Meilano. Foto Dok.ITB.

Pakar gempa ITB, Prof. rwan Meilano. Foto Dok.ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung (FITB ITB) sekaligus pakar gempa, Prof. Irwan Meilano mengatakan gempa bumi magnitudo 5,0 yang mengguncang Kabupaten Bandung dan sekitarnya pda 18 September 2025 lalu mengingatkan Kembali masyarakat akan risiko gempa di wilayah Jawa Barat. Bahwa gempa bumi tidak hanya berasal dari zona megathrust di pantai selatan.

“Kami seringkali berfokus pada potensi gempa dari zona subduksi di selatan (megathrust). Namun, gempa kali ini mengingatkan kembali, sumber gempa lain juga bisa berasal dari sesar aktif di daratan,” kata Irwan, Jumat, 20 September 2024.

Baik gempa yang bersumber dari sesar maupun megathrust sama-sama merupakan hasil dari proses pergeseran tektonik yang ada di cincin api Indonesia. Meskipun magnitudo gempa dari sesar aktif ini biasanya lebih kecil dibandingkan gempa megathrust, namun gempa sesar yang jaraknya yang lebih dekat dengan permukaan bisa menyebabkan kerusakan yang sama signifikannya dengan yang diakibatkan megathrust.

Baca Juga: Kamajaya Bantu Petani Pastikan Awal Musim Tanam Lebih Akurat

Selain itu, kemungkinan adanya berbagai gempa susulan yang terjadi. Menurut dia, sebuah gempa dapat diikuti dengan gempa susulan sebagai pelepasan sisa energi. Masyarakat perlu diimbau agar tetap waspada.

“Gempa susulan mengindikasikan gempa melepaskan energi satu kali saja. Sisa energinya dilepaskan dalam energi susulan,” jelas dia.

Sebagaimana diketahui, gempa di Kabupaten Bandung itu menyebabkan kerusakan bangunan, terutama di Kecamatan Kertasari dan Pangalengan. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, hingga saat ini gempa tersebut diikuti 33 gempa susulan. Getaran empat gempa susulan di antaranya masih dapat dirasakan warga saat itu.

Baca Juga: Fahmy Radhi, Hentikan Ekspor Laut Sebab Sama Saja Menjual Negara

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Gempa bumiGempa Daratgempa Megathrustpeta risiko bencanaProf Irwan Meilano

Editor

Next Post
Ilustrasi ekstrak daun kratom untuk obat diabetes. Foto tangkapan layar BRIN.

Kadar Glukosa Penderita Diabetes Turun Usai Konsumsi Kratom

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media