Minggu, 8 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Irwan Meilano, Gempa Bumi Tak Hanya dari Zona Megathrust di Pantai Selatan

Baik gempa yang bersumber dari sesar aktif di daratan maupun megathrust sama-sama hasil dari proses pergeseran tektonik yang ada di cincin api Indonesia.

Sabtu, 21 September 2024
A A
Pakar gempa ITB, Prof. Irwan Meilano. Foto Dok.ITB.

Pakar gempa ITB, Prof. rwan Meilano. Foto Dok.ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung (FITB ITB) sekaligus pakar gempa, Prof. Irwan Meilano mengatakan gempa bumi magnitudo 5,0 yang mengguncang Kabupaten Bandung dan sekitarnya pda 18 September 2025 lalu mengingatkan Kembali masyarakat akan risiko gempa di wilayah Jawa Barat. Bahwa gempa bumi tidak hanya berasal dari zona megathrust di pantai selatan.

“Kami seringkali berfokus pada potensi gempa dari zona subduksi di selatan (megathrust). Namun, gempa kali ini mengingatkan kembali, sumber gempa lain juga bisa berasal dari sesar aktif di daratan,” kata Irwan, Jumat, 20 September 2024.

Baik gempa yang bersumber dari sesar maupun megathrust sama-sama merupakan hasil dari proses pergeseran tektonik yang ada di cincin api Indonesia. Meskipun magnitudo gempa dari sesar aktif ini biasanya lebih kecil dibandingkan gempa megathrust, namun gempa sesar yang jaraknya yang lebih dekat dengan permukaan bisa menyebabkan kerusakan yang sama signifikannya dengan yang diakibatkan megathrust.

Baca Juga: Kamajaya Bantu Petani Pastikan Awal Musim Tanam Lebih Akurat

Selain itu, kemungkinan adanya berbagai gempa susulan yang terjadi. Menurut dia, sebuah gempa dapat diikuti dengan gempa susulan sebagai pelepasan sisa energi. Masyarakat perlu diimbau agar tetap waspada.

“Gempa susulan mengindikasikan gempa melepaskan energi satu kali saja. Sisa energinya dilepaskan dalam energi susulan,” jelas dia.

Sebagaimana diketahui, gempa di Kabupaten Bandung itu menyebabkan kerusakan bangunan, terutama di Kecamatan Kertasari dan Pangalengan. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, hingga saat ini gempa tersebut diikuti 33 gempa susulan. Getaran empat gempa susulan di antaranya masih dapat dirasakan warga saat itu.

Baca Juga: Fahmy Radhi, Hentikan Ekspor Laut Sebab Sama Saja Menjual Negara

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Gempa bumiGempa Daratgempa Megathrustpeta risiko bencanaProf Irwan Meilano

Editor

Next Post
Ilustrasi ekstrak daun kratom untuk obat diabetes. Foto tangkapan layar BRIN.

Kadar Glukosa Penderita Diabetes Turun Usai Konsumsi Kratom

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media