Kamis, 28 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kadar Glukosa Penderita Diabetes Turun Usai Konsumsi Kratom

Ekstrak kratom memiliki sifat antioksidan yang mampu melindungi sel dari radikal bebas, seperti spesies oksigen reaktif (ROS) dan oksida nitrat.

Minggu, 22 September 2024
A A
Ilustrasi ekstrak daun kratom untuk obat diabetes. Foto tangkapan layar BRIN.

Ilustrasi ekstrak daun kratom untuk obat diabetes. Foto tangkapan layar BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Daun kratom masih menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat karena klaim manfaat kesehatan dan kontroversinya. Tanaman yang berasal dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia ini, salah satunya digunakan untuk keperluan medis tradisional, seperti obat untuk diabetes. Bahkan Pusat Riset Vaksin dan Obat, Organisasi Riset Kesehatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah melakukan riset terkait aktivitasnya secara farmakologis, terutama proses pengujian kratom untuk obat diabetes dengan uji in vivo dan in vitro.

“Sebab secara empiris didapat data dari beberapa teman di Kalimantan yang mempunyai riwayat diabetes. Mereka mengonsumsi kratom, ternyata level glukosanya menjadi rendah. Kondisinya pun menjadi lebih bagus dibandingkan sebelum mengkonsumsi kratom,” papar Kepala Pusat Riset Vaksin dan Obat, Organisasi Riset Kesehatan BRIN, Masteria Yunovilsa Putra dalam BRIN Insight Every Friday (BRIEF) edisi 133 bertema “Kratom: Traditional Uses vs Modern Applications”, Jumat, 20 September 2024.

Kementerian Perdagangan Indonesia pun secara resmi mengatur kebijakan penanganan, pemanfaatan, dan perdagangan kratom yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20 Tahun 2024.

Baca Juga: Irwan Meilano, Gempa Bumi Tak Hanya dari Zona Megathrust di Pantai Selatan

Ada 40 jenis senyawa alkaloid

Kratom (Mitragyna speciosa) merupakan tanaman endemik di Asia Tenggara, terutama di wilayah Malaysia dan beberapa daerah di Thailand. Habitat mayoritas di Indonesia terdapat di Kalimantan. Umumnya kratom diekspor ke Amerika dan Eropa.

Kratom adalah tumbuhan Rubiaceae, satu keluarga dengan kopi. Nama local di Kalimantan Barat adalah “purik” atau “ketum”, sedangkan di Kalimantan Timur adalah “kedamba” atau “kedemba”.

Masteria menjelaskan, penggunaan kratom secara tradisional dikonsumsi langsung daun keringnya atau diseduh dengan air panas, dan diminum sebagai teh. Terdapat beberapa tipe daun dari Kratom ini, yaitu kratom yang memiliki urat daun berwarna hijau dan merah.

Baca Juga: Kamajaya Bantu Petani Pastikan Awal Musim Tanam Lebih Akurat

“Kratom dipercaya dapat mengobati infeksi usus, nyeri otot, batuk, diare, serta dapat meningkatkan energi dan suasana hati atau mood booster. Pada abad ke-19, di Malaysia dan Thailand para pecandu opium menggunakan kratom untuk mengatasi kecanduan,” ungkap dia.

Pada 1921, senyawa kratom pertama kali diisolasi oleh Hooper. Risetnya berlangsung sejak 103 tahun lalu, bahkan sampai saat ini masih menjadi kontroversi. Dalamsalah satu paper Journal of The Chemical Society Transactions pada 1921 menyebutkan, Ellen Field mengisolasi senyawa mitragynine dan mitraversine dari Mitragyna speciosa. Dia menyebutkan, kratom digunakan untuk pengobatan pada kecanduan opium dan anestesi lokal.

Baca Juga: Fahmy Radhi, Hentikan Ekspor Laut Sebab Sama Saja Menjual Negara

Setidaknya terdapat 40 jenis senyawa alkaloid dalam daun kratom. Lima senyawa utamanya adalah mitragynine, paynantheine, speciogynine, 7-hydroxymitragynine dan speciocilatine. Kandungan senyawanya bervariasi di setiap daerah, yaitu antara 50 hingga 70 persen.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: alkaloid kratomBRINekstrak daun kratomgejala putus obatin vitro dan in viivoMitragyna speciosaobat diabetes

Editor

Next Post
Guru Besar Bidang Geomorfologi Lingkungan Fakultas Geografi, Prof. Djati Mardiatno. Foto geo.ugm.ac.id.

Djati Mardiatno, Masyarakat Bisa Lakukan Mitigasi Kekeringan Mandiri

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media