Jumat, 9 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kasus Superflu di Indonesia, Legislator Minta Perkuat Anggaran dan Protokol Kesehatan

Pemerintah jangan hanya menyampaikan situasi aman, tetapi juga memastikan layanan kesehatan primer benar-benar siap di lapangan.

Jumat, 9 Januari 2026
A A
Ilustrasi anak terinfeksi virus influenza. Foto Sunriseforever/pixabay.com.

Ilustrasi anak terinfeksi virus influenza. Foto Sunriseforever/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Superflu merujuk pada influenza A (H3N2) subclade K, sebuah varian baru influenza yang lebih mudah menular dan saat ini telah menyebar ke berbagai negara. Peningkatan kasus dipengaruhi ketidaksesuaian vaksin flu musim ini dengan strain dominan, juga rendahnya kekebalan populasi terhadap subclade tersebut. Superflu disebut memiliki penularan yang berlangsung lebih cepat, terutama pada anak-anak, remaja, dan lansia.

Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mengingatkan, virus varian superflu telah terpantau dalam sistem surveilans kesehatan nasional. Masyarakat diminta tidak perlu khawatir berlebihan, namun pemerintah juga tidak boleh lengah dalam mengantisipasi dampaknya.

“Yang penting adalah memastikan kesiapsiagaan sistem kesehatan berjalan baik. Jangan hanya menyampaikan situasi aman, tetapi juga memastikan layanan kesehatan primer benar-benar siap di lapangan,” kata Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini di Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026.

Menurut Edy, isu Superflu tidak bisa dilihat semata sebagai persoalan medis, melainkan juga berkaitan erat dengan kesiapan anggaran kesehatan. Anggaran harus lebih diarahkan pada pencegahan, deteksi dini, dan penguatan surveilans penyakit, bukan hanya respons ketika kasus sudah meningkat.

Baca juga: Kayu Hanyutan untuk Huntara di Aceh Utara dan Sumatra Utara Capai Ribuan Meter Kubik

“Penguatan puskesmas, laboratorium, dan sistem pelaporan penyakit menular harus menjadi prioritas belanja kesehatan. Ini penting untuk melindungi kelompok rentan seperti balita, lansia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta,” ujar dia.

Pembaruan protokol kesehatan

Selain itu, Legislator Dapil Jawa Tengah III itu meminta Kementerian Kesehatan segera mengeluarkan dan memperbarui protokol kesehatan yang jelas dan mudah dipahami publik dalam menghadapi peningkatan kasus influenza ini. Protokol tersebut dinilai penting agar masyarakat memiliki panduan yang seragam.

“Protokol kesehatan harus disampaikan secara terbuka dan konsisten. Termasuk soal penggunaan masker pada kondisi tertentu, kebersihan tangan, serta panduan bagi sekolah dan fasilitas umum,” kata dia.

Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi juga mendorong Kementerian Kesehatan untuk memperkuat sistem surveilans epidemiologi, khususnya di pintu-pintu masuk negara seperti bandara dan pelabuhan. Kesiapan fasilitas layanan kesehatan juga perlu dipastikan guna menghadapi potensi lonjakan kasus.

Baca juga: Kondisi Darurat Bencana Belum Usai, Gubernur Aceh Perpanjang Ketiga Kali

“Deteksi dini, pelacakan, dan respons cepat menjadi kunci utama agar penyebaran dapat dikendalikan sejak awal,” tegas Legislator Fraksi Partai Nasdem itu.

Komunikasi berbasis data

Di sisi lain, Edy mengingatkan agar komunikasi pemerintah tidak bersifat sensasional. Pengalaman pandemi Covid-19, menunjukkan informasi yang tidak utuh justru dapat memicu kepanikan dan disinformasi.

“Kita perlu narasi yang berbasis data dan sains. Edukasi publik jauh lebih penting daripada istilah-istilah yang menimbulkan kekhawatiran,” tutur dia.

Nurhadi pun meminta pemerintah menyikapi isu varian flu baru itu secara proporsional. Tidak boleh menimbulkan kepanikan, namun juga tidak bisa dianggap enteng.

Baca juga: Bukan Solusi Krisis Sampah, Walhi Desak Percepatan PSEL Dihentikan

“Negara harus hadir dengan langkah antisipatif yang serius, berbasis data ilmiah, serta komunikasi publik yang transparan agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak simpang siur,” ujar Nurhadi.

Ia menekankan pentingnya keterbukaan informasi dari pemerintah kepada masyarakat. Ia meminta pemerintah menyampaikan secara jelas tingkat risiko, pola penularan, serta langkah-langkah pencegahan yang perlu dilakukan agar masyarakat tetap waspada tanpa diliputi kepanikan.

“Edukasi publik harus diperkuat dengan menekankan perilaku hidup bersih dan sehat serta kesiapsiagaan layanan kesehatan primer,” ujar Politisi asal dapil Jawa Timur VI.

Edy juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan disiplin menjaga kesehatan. Ia meminta publik mengikuti anjuran resmi pemerintah, tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan di media sosial, serta tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Baca juga: Pakar Kebencanaan Ingatkan Pembangunan Huntara dan Huntap Utamakan Keselamatan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Influenza A (H3N2) Subclade KKomisi IX DPR RIprotokol kesehatanSuperflu

Editor

Next Post
Kondisi jembatan bailey di Jembatan Kutablang, Kecamatan Krueng Tikeum, Aceh, Minggu, 14 Desember 2025. Foto BNPB.

Dana Pemulihan Pascabencana Sumatra Rp59,25 Triliun, DPR Minta Transparans dan Tepat Sasaran

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media