Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kisah Dosen-dosen IPB Pulang Kampung Melestarikan Hutan dan Lingkungan

Sejumlah upaya pelestarian lingkungan dilakukan dosen-dosen IPB University dipraktikkan di kampung halaman. Seperti apa kegiatannya?

Minggu, 24 Juli 2022
A A
Ilustrasi pencemaran sampah di perairan. Foto yogendras3/pixabay.com.

Ilustrasi pencemaran sampah di perairan. Foto yogendras3/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – IPB Univesity punya program pengabdian masyarakat lewat aksi Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University. Salah satu programnya terkait upaya melestarikan lingkungan hidup seperti yang dilakukan di Simalungun, Sumatera Utara dan Banyuwangi, Jawa Timur.

Pengelolaan Sampah di Danau Toba

Adalah Prof. Parulian Hutagaol dan Dr. Yeti Lis Purnamadewi dari Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, serta Dr. Dahri Tanjung dari Sekolah Vokasi IPB University menggelar Gerakan Aksi Peduli Lingkungan (GAUL) di Desa Tigaras, Simalungun, Sumatera Utara. Sebelum terjun aksi, ketiganya melakukan sosialisasi penanganan sampah dan peninjauan kepada sejumlah Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pelaku wisata.

Parulian menyampaikan manfaat kebersihan untuk diri, keluarga, pemukiman, serta lingkungan Danau Toba. Apalagi dalam budaya Batak dikenal petuah leluhur Poda Na Lima (lima petuah), yaitu bersihkan jiwamu, bersihkan badanmu, bersihkan pakaianmu, bersihkan rumahmu, serta bersihkan pekaranganmu.

Baca Juga: Atas Nama Rakyat Jateng, Gubernur Diberi Gelar Perusak Lingkungan

Petuah tersebut dinilai masih sangat relevan dengan kondisi saat ini untuk meningkatkan kebersihan desa. Apalagi ingin menjadi desa wisata.

“Harapannya, kegiatan ini dapat memotivasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memelihara kebersihan,” kata Parulian.

Untuk mengelola sampah, Dahri menyampaikan Konsep Sekolah Sampah Mandiri. Meliputi cegAH, pilAH dan olAH (3 AH). Dengan melakukan pemilahan, langkah pengolahan selanjutnya semakin mudah.

Pengolahan sampah organik bisa dilakukan dengan pemanfaatan Black Soldier Fly (lalat hitam). Lalat itu menghasilkan maggot untuk pakan unggas maupun ikan. Sampah organik bisa juga diolah menjadi pupuk kompos yang berguna bagi tanaman. Sedangkan untuk plastik yang tidak laku dapat dibakar dalam drum tertutup, kemudian cairan plastiknya dicetak menjadi paving blok.

Baca Juga: Atasi Persoalan Hutan Jawa, Kementerian LHK Siapkan Permen KHDPK

Tak kurang dari 150 peserta antusias mengikuti jalannya kegiatan. Mereka mengumpulkan sampah di lingkungan perumahan, pinggir jalan, tempat-tempat umum, serta pinggir pantai Danau Toba. Sampah yang terkumpul, lalu diangkut dengan truk menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Potensi Perhutanan Sosial di Banyuwangi

Di kabupaten ujung timur Jawa Timur, Banyuwangi, Dospulkam mengadakan kegiatan Pengembangan dan Pemasaran Produk Perhutanan Sosial. Mengingat perhutanan sosial merupakan wajah baru pengelolaan hutan produksi di desa pinggiran hutan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BanyuwangiDanau TobaDospulkamIPB UniversityMelestarikan hutan dan lingkunganperhutanan sosial

Editor

Next Post
Kapal SB Cramoil Equity asal Singapura yang menyelundupkan limbah B3 ke Indonesia. Foto ppid.menlhk.go.id.

Nahkoda Kapal Penyelundup Limbah B3 dari Singapura Dihukum 7 Tahun Penjara

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media