Rabu, 9 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kisah Lhokbe, Harimau Sumatra yang Kembali ke Habitatnya

Harimau sumatra yang diberinama Lhokbe, berkelamin jantan, sebelumnya diselamatkan dari kawasan pemukiman warga di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, sekaligus mencegah terjadinya konflik harimau dengan manusia.

Jumat, 19 Agustus 2022
A A
Kisah Lhokbe, harimau sumatra yang kembali ke habitatnya di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh pada Kamis, 18 Agustus 2022. Foto ppid.menlhk.go.id.

Kisah Lhokbe, harimau sumatra yang kembali ke habitatnya di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh pada Kamis, 18 Agustus 2022. Foto ppid.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) berjenis kelamin jantan diperkirakan berusia 4 hingga 5 tahun, sukses dikembalikan ke habitatnya di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh. Satwa liar dilindungi ini sebelumnya diselamatkan dari kawasan pemukiman warga, sekaligus mencegah terjadinya konflik harimau dengan manusia.

Nama Lhokbe, yang disematkan kepada si raja rimba itu merupakan akronim nama desa di mana harimau sumatra tersebut diselamatkan.

Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto mengungkapkan, harimau sumatra tersebut mulanya diselamatkan dari Desa Lhok Bengkuang, yang berada di kawasan Kabupaten Aceh Selatan.

Baca Juga: Tim Konservasi Stabat Ajari Cara Mengusir Harimau dengan Petasan

“Nama tersebut diambil dari nama Desa Lhok Bengkuang, yang sebelumnya merupakan lokasi harimau sumatra tersebut diselamatkan. Diselamatkan dari desa tersebut karena menimbulkan interaksi negatif, sehingga perlu diselamatkan demi keamanan dan keselamatan masyarakat maupun satwa harimau,” kata Agus Arianto.

Misi penyelamatan satwa liar yang dilindungi ini sekaligus upaya mitigasi konflik harimau dengan manusia, yang berjalan lancar dan berhasil membawa Lhokbe dari Desa Lhok Bengkuang di Kecamatan Tapak Tuan, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh.

Lhokbe pun ditempatkan di Kantor Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah 1 Tapaktuan-Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, sembari memantau kondisi kesehatan satwa liar yang dilindungi tersebut.

Baca Juga: Atasi Konflik Harimau vs Manusia Bukan dengan Jerat, Tapi Kandang Jebak

Proses pelepasliaran harimau sumatra ke kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh. Foto ppid.menlhk.go.id.
Proses pelepasliaran harimau sumatra ke kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh. Foto ppid.menlhk.go.id.

Agus menjelaskan, hasil observasi dan pemeriksaan medis lengkap terhadap harimau sumatra tersebut menunjukan kondisi sehat dan normal. Ini terlihat dari nafsu makan dan minum yang baik, tidak terdapat cacat fisik, dan respons terhadap lingkungan baik.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BKSDA AcehBKSDA Aceh lepasliarkan harimau sumatra ke kawasan Taman Nasional Gunung Leuerharimau sumateraKabupaten Aceh Selatanpelepasliaran harimau sumateraPelepasliaran satwaProvinsi Acehsatwa liar yang dilindungiTaman Nasional Gunung Leuser

Editor

Next Post
Ilustrasi kekeringan. Foto JodyDellDavis/pixabay.com.

Krisis Pangan Jadi Masalah Global, Ini Solusi Ilmuwan dan Guru Besar

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media