Sabtu, 6 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

KLHK: Validasi Proyek Karbon Hutan Tak Sesuai Aturan Harus Dihentikan

Proses validasi proyek karbon hutan harus berdasarkan aturan yang berlaku. Jika tidak, maka proses validasi tersebut harus dihentikan karena akan mengakibatkan suhu bumi termanipulasi.

Selasa, 12 April 2022
A A
Ilustrasi suhu bumi. Foto geralt/pixabay.com.

Ilustrasi suhu bumi. Foto geralt/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meminta penghentian proses validasi proyek karbon di Sumatera dan Kalimantan karena tidak sesuai peraturan perundang-undangan. Surat permintaan penghentian telah dilayangkan kepada empat pemegang konsesi Restorasi Ekosistem di bawah Proyek Karbon RER (Restorasi Ekosistem Riau) tertanggal 14 Maret 2022.

“Kami telah melakukan evaluasi dan berpendapat, substansi laporan proyek karbon RER tersebut belum sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,” kata Dirjen PHL Agus Justianto.

Peraturan perundangan yang dimaksud adalah aturan tata laksana penerapan Nilai Ekonomi Karbon sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 dan peraturan-peraturan tentang  kehutanan, perubahan iklim, dan lainnya.

Baca Juga: Green Design, Kontribusi Dunia Fashion agar Ramah Lingkungan

Agus menjelaskan, ada risiko yang ditanggung apabila validasi karbon tak sesuai aturan. Bahwa jika capaian Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia meleset karena terjadinya double counting, maka akan membawa kesulitan besar bagi Indonesia dan bagi dunia.

“Artinya, upaya menjaga suhu bumi menjadi termanipulasi,” kata Agus.

Dia mengingatkan, dalam hukum Indonesia, mengambil sesuatu dari hutan dengan cara melanggar aturan juga merupakan perbuatan melawan hukum.

“Kita tidak bisa main-main dengan ini. Jangan dianggap remeh, karena bisa membawa pada bencana,” kata Agus.

Ada Sanksi untuk Pelanggar

Ilustrasi dampak perubahan iklim. Foto JodyDellDavis/pixabay.com.
Ilustrasi dampak perubahan iklim. Foto JodyDellDavis/pixabay.com.

Baca Juga: Berulang Terjadi Konflik Harimau Sumatra dengan Warga di Langkat

Kepatuhan hukum terhadap tata kelola dan tata laksana karbon oleh semua pihak, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri, merupakan suatu kewajiban yang mutlak untuk ditegakkan bersama. Pemerintah tetap membuka ruang yang cukup bagi semua pihak, termasuk masyarakat, kelompok masyarakat hutan dan pebisnis untuk tetap bisa menjalankan rencana-rencana bisnisnya dalam pemanfaatan nilai ekonomi karbon secara berkelanjutan, tetapi tetap berada dalam aturan pemerintah.

Saat ini, seluruh proyek karbon sedang dievaluasi oleh KLHK. Sebagian telah memenuhi kewajiban dan kepatuhannya. Sebagian lainnya masih dalam proses menuju kepatuhan.

Selain itu, lanjut Agus, KLHK juga terus mengikuti langkah kerja semua pihak dan senantiasa melakukan pembinaan kepada setiap dunia usaha, masyarakat, dan organisasi masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan karbon. Bukan hanya dapat memanfaatkan SDA sebaik-baiknya, juga terlaksana sesuai dengan yang seharusnya.

“Jika setelah dilakukan pembinaan masih terjadi pelanggaran, maka dapat dijatuhkan sanksi yang tegas,” kata Agus.

Baca Juga: RUU TPKS Sah Menjadi UU, Puan: Hadiah Hari Kartini

Surat Menteri LHK untuk Para Gubernur

Sebelumnya, berdasarkan ketentuan, kebijakan, dan rencana kerja pengendalian perubahan iklim serta perkembangan yang mutakhir saat ini, Menteri LHK Siti Nurbaya melalui surat tertanggal 19 Januari 2022 meminta kepada gubernur se-Indonesia untuk memiliki pemahaman yang sama atas kebijakan pengendalian perubahan iklim dan setiap perkembangannya. Pemerintah daerah juga secara tepat harus dapat mengambil langkah dalam perspektif kewilayahan dan urusan/kewenangan sesuai ketentuan peraturan perundangan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Emisi gas rumah kacaKarbon hutanKLHKmitigasiNDCPeraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021perubahan iklimProyek karbon RERSRNsuhu bumiValidasi proyek karbon hutan

Editor

Next Post
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto kpk.go.id.

KPK Gelar SPI Tahun 2022 dengan Target Skor Indeks Integritas 72

Discussion about this post

TERKINI

  • Pakar Pencemaran dan Toksikologi IPB University, Prof. Etty Riani. Foto Dok. Harita.Etty Riani, Sampah Muara Angke Ancam Ekosistem Mangrove
    In Sosok
    Sabtu, 6 Juni 2026
  • Tanggul laut raksasa di pantai utara Jakarta. Foto SDA PU.Menteri Jumhur: Giant Sea Wall Bukan Solusi Tunggal Rob Pantura, Penanaman Air Solusi Tanah Amblas
    In Lingkungan
    Sabtu, 6 Juni 2026
  • Beberapa pulau-pulau kecil di Raja Ampat, Papua Barat Daya tampak gundul akibat penambangan nikel. Foto Dok. AMAN.Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pembangunan Ekstraktif di Papua Sumbang 70 Persen Deforestasi Nasional
    In Lingkungan
    Jumat, 5 Juni 2026
  • Rakor kesiapsiagaan menghadapi kemaru 2026 di Jawa Barat. Foto Dok. BMKG.Antisipasi Kekeringan 2026, TNI AD Pilih Lakukan Pengeboran Sumur
    In News
    Jumat, 5 Juni 2026
  • Ilustrasi bandara antariksa. Foto www.gov.u.LBH Papua Kecam Rencana Pengukuran Lokasi Bandar Antariksa di Biak Numfor
    In News
    Kamis, 4 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media