Senin, 29 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

La Nina Triple Dip Berulang hingga 2023, Waspada Penyakit Musim Penghujan

Tampaknya, fenomena La Nina masih berlanjut hingga awal 2023. Tak hanya ancaman bencana hidrometeorologi, melainkan perlu pencegahan penyakit musim hujan.

Selasa, 18 Oktober 2022
A A
Banjir Sintang, enam desa di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dilanda banjir setinggi 2 meter. Foto Dok BNPB.

Banjir Sintang, enam desa di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dilanda banjir setinggi 2 meter. Foto Dok BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan fenomena La Nina “triple-dip” 2020-2023 (tiga tahun beruntun) menjadi ancaman bagi Indonesia dan banyak negara di dunia. Fenomena serupa pernah terjadi pada 1973 -1975 serta 1998-2001.

“Fenomena ini berpengaruh pada pola cuaca dan iklim di Indonesia. Seperti sebagian wilayah mengalami musim hujan lebih awal,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam acara Mini Symposium 17th Annual Indonesia – U.S. BMKG – NOAA Partnership Workshop secara virtual, 14 Oktober 2022. Selain Dwikorita, pembicara lain adalah Sidney Thurston, Andri Ramdhani, Mike McPhadden, Amsari Setiawan, dan Chidong Zhang.

Lalu, apakah La Nina itu? Dwikorita menjelaskan, La Nina adalah fenomena suhu permukaan laut (SML) di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang mendingin hingga di bawah kondisi normal.

Baca Juga: UNS Kembangkan Alarm Warna-Warni untuk Peringatan Dini Banjir Bagi Difabel

Sebaliknya, pendinginan SML di Samudra Pasifik itu diikuti menghangatnya SML di perairan Indonesia. Akibatnya, mendorong pertumbuhan awan awan hujan sehingga meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum.

Fenomena ini sudah dimulai pada pertengahan 2020 dan diprediksi tetap berlangsung hingga akhir 2022. Bahkan bisa berlanjut hingga awal 2023.

“Jadi diberi nama Triple Dip,” kata Dwikorita.

Triple Dip La Nina adalah fenomena unik. Masyarakat dan pemerintah pusat hingga daerah perlu mewaspadai terjadinya bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, bandang, angin kencang, cuaca ekstrem, tanah longsor, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Potensi Cuaca Ekstrem Berlanjut hingga 21 Oktober 2022, Ini Rekomendasi BMKG

Pola cuaca La Nina adalah salah satu dari tiga fase El Nino Southern Oscillation (ENSO). Ini mengacu pada suhu permukaan laut dan arah angin di Pasifik. Kondisi ini dapat beralih antara fase hangat yang disebut El Nino, fase yang lebih dingin dengan sebutan La Nina, dan fase netral.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Bencana HidrometeorologiBMKGEl NinoKepala BMKG Dwikorita KarnawatiLa NinaLa Nina Triple DipNational Oceanic and Atmospheric Administrationsuhu permukaan laut

Editor

Next Post
Bangkai gajah betina di kebun warga di Aceh Timur. Foto ppid.menlhk.go.id

Gajah Betina Mati di Aceh Timur Diduga Makan Bahan Pupuk

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media