Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Makassar Jadi Kota dengan Tingkat Pergeseran Iklim Tertinggi di Indonesia

Pemanasan global mengakibatkan perubahan iklim. Bahkan pergeseran iklim yang ekstrem terjadi di kota-kota besar di dunia.

Minggu, 30 Oktober 2022
A A
Ilustrasi dampak pemanasan global. Foto Tumisu/pixabay.com

Ilustrasi dampak pemanasan global. Foto Tumisu/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Salah satu dampak perubahan iklim adalah fenomena pergeseran iklim yang tinggi di tingkat lokal. Hasil studi Climate Central bertajuk “365 Days on a Warming Planet” mencatat ada 15 besar kota dunia yang mengalami pergeseran iklim yang tinggi dan terbanyak. Salah satunya Kota Makassar yang menempati posisi ke-4 di benua Asia, yakni rata-rata harian pergeseran iklim mencapai 3,8 hari dalam setahun dengan 279 hari.

Sementara 15 besar kota dunia itu meliputi: Kota Apia di Samoa mencatat pergeseran iklim dalam setahun tertinggi di dunia dengan 331 hari (rata-rata 4,52 hari). Disusul Ngerulmud di Palau dengan 328 hari (rata-rata 4,47 hari), Saint George’s di Grenada dengan 309 hari (rata-rata 4,17 hari), Road Town di British Virgin Islands dengan 302 (rata-rata 4.01 hari), dan Moroni di Comoros dengan 296 hari (rata-rata 4,08 hari). Lalu ada Charlotte Amalies di US Virgin Islands dengan 294 hari (rata-rata 3,93 hari), Fortaleza di Brasil dengan 295 hari (rata-rata 4,05 hari), Palikir di Federasi Serikat Mikronesia dengan 293 hari (rata-rata 3,92 hari), Port-Vila di Vanuatu dengan 287 hari (rata-rata 3,92 hari), dan Kingstown di Saint Vincent and The Grenadines dengan 285 hari (rata-rata 3,89 hari).

Baca Juga: Banjir Lampung Selatan Korban Meninggal Dunia Bertambah

Kemudian General Santos di Filipina dengan 285 hari (rata-rata 3,77 hari), Zamboanga City di Filipina dengan 283 hari (rata-rata 3,86 hari), Male di Maladewa dengan 280 hari (rata-rata 3,65 hari), Makassar dengan 279 hari (rata-rata 3,8 hari), dan Capitol Hill di Northern Mariana Islands dengan 273 hari (rata-rata 3,66 hari).

Di Indonesia, Kota Makassar merupakan salah satu dari 24 kota di Tanah Air yang masuk ke dalam daftar Global Climate Shift Index Scores yang dilaporkan Climate Central. Tiga kota lain yang mencatat pergeseran iklim sebanyak lebih dari 200 hari, yakni Batam dengan 259 hari (rata-rata harian 3,5 hari), Banjarmasin dengan 254 hari (3,52), dan Tasikmalaya dengan 223 hari (3,12).

Baca Juga: Aksi Solidaritas Perempuan Yogyakarta Mengecam Kekerasan di Iran

Sedangkan Jakarta dilaporkan mengalami pergeseran iklim sebanyak 53 hari dalam setahun. Rata-rata harian pergeseran iklimnya mencapai 0,54 hari.

“Mampu mendeteksi perubahan iklim dalam cuaca sehari-hari, di mana pun di dunia, merupakan kemajuan penting dalam ilmu atribusi iklim,” kata Direktur Ilmu Iklim di Climate Central, Doktor Andrew Pershing dalam siaran pers yang diterima Wanaloka.com, 29 Oktober 2022.

Baca Juga: Google Doodle Peringati Setahun Tempe Mendoan Jadi Warisan Budaya Takbenda

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Climate Centralcuaca lokalKota Makassarpergeseran iklimperubahan iklimSkor Indeks Pergeseran Iklim Global

Editor

Next Post
Penampilan tari kreasi Tolak Bala di Sumbawa. Foto dok. BNPB

Tari Kreasi Tolak Bala Asal Sumbawa Ingatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media