Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Masyhuri, Kepemilikan Lahan yang Layak Bagi Petani Harus Jadi Prioritas Utama Kebijakan Pertanian

Pentingnya inovasi teknologi dalam pertanian, termasuk pemanfaatan air laut untuk budidaya tanaman tanpa menurunkan produktivitas lahan.

Selasa, 4 Februari 2025
A A
Guru Besar Pertanian UGM, Prof. Masyhuri. Foto Dok. UGM.

Guru Besar Pertanian UGM, Prof. Masyhuri. Foto Dok. UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Terhitung kurang lebih 45 tahun, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Masyhuri mengabdikan diri sebagai pengajar di bidang sosial ekonomi pertanian. Sepanjang kariernya, ia aktif dalam berbagai penelitian strategis, terutama terkait ketahanan pangan.

Ia pernah dianugerahi Adhikarya Pangan Nusantara dari Presiden atas kontribusinya dalam riset ketahanan pangan nasional. Namun, dibalik pencapaiannya itu, ada satu hal yang masih mengganjal di hatinya.

“Saya masih bersedih hati karena belum punya konsep yang benar-benar bisa mensejahterakan petani,” tuturnya lirih di Sarasehan Purna Tugas dirinya yang digelar dengan penuh kehangatan dan kesederhanaan di Auditorium Harjono Danoesastro, Fakultas Pertanian UGM, Sabtu, 1 Februari 2025.

Baca juga: Sikap Dosen Soal IUP untuk Kampus: Menolak, Mengkaji dan Ingatkan Potensi Moral Hazard

Ia menegaskan bahwa kesejahteraan petani harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan pertanian, termasuk melalui kepemilikan lahan yang layak. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya inovasi teknologi dalam pertanian, termasuk pemanfaatan air laut untuk budidaya tanaman tanpa menurunkan produktivitas lahan.

“Indonesia harus mengembangkan teknologi irigasi air laut agar tanah kering dan gersang tetap bisa ditanami. Bukan bergantung pada air tawar,” imbuh dia.

Masyhuri dikenal sebagai sosok akademisi cerdas dan berdedikasi yang telah mengabdikan dirinya selama lebih dari 45 tahun di bidang ekonomi pertanian. Dalam cerita kilas baliknya, Masyhuri mengenang perjalanan hidup yang penuh tantangan.

Baca juga: Menhut akan Cabut PBPH 18 Perusahaan Demi Swasembada Pangan

Semasa di bangku sekolah dasar, ia sempat mengalami perundungan, kemudian harus mengalah dengan adiknya dalam memilih sekolah menengah. Namun, setiap tantangan justru membentuknya menjadi pribadi yang semakin kuat.

Ia juga mengungkapkan kisah unik di balik keputusannya masuk Fakultas Pertanian UGM. Bahwa sebenarnya, ia diterima di Teknik Geodesi dan Teknik Sipil UGM. Namun ayahnya tidak mampu membeli meja gambar.

“Akhirnya, saya diarahkan untuk memilih pertanian yang menjadi pilihan ketiga saya. Ternyata, ini jalan hidup yang sudah digariskan untuk saya,” kisah dia.

Baca juga: Banjir Bandang di Bima Memakan Korban Saat Masa Perpanjangan Darurat Kedua

70 tahun purna tugas

Masyhuri memasuki masa purna tugas tepat pada usia ke-70 tahun. Sebagai bentuk penghormatan atas perjalanan panjangnya di dunia akademik, kegiatan sarasehan ini menjadi momen berkesan yang juga dihadiri kolega, mahasiswa, dan alumni-alumni hasil didikannya dari berbagai kampus. Ada Universitas Pembangunan Nasional (UPN), Institut Pertanian (Instiper), hingga perguruan tinggi di luar Pulau Jawa.

Dekan Fakultas Pertanian UGM, Jaka Widada menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi Masyhuri dalam dunia pendidikan. Menurut dia, Masyhuri bukan hanya seorang pengajar, tetapi juga pembentuk masa depan banyak generasi ahli ekonomi pertanian di Indonesia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Fakultas Pertanian UGMkebijakan pertaniankesejahteraan petaniketahanan panganProf. Masyhuri

Editor

Next Post
Ilustrasi ombak tinggi. Foto jpleni/pixabay.com

Waspada Siklon Tropis Sepekan, Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media