Minggu, 12 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Membangun Peradaban Berbasis Pengurangan Risiko Bencana

Selasa, 26 April 2022
A A
Tim Siaga Desa (TSD) Tlogolele membantu Wahyudi mengevakuasi hewan ternaknya dalam simulasi kesiapsiagaan bencana erupsi Merapi, Selasa, 26 April 2022, dalam rangkaian memperingati HKB 2022. Foto Ist

Tim Siaga Desa (TSD) Tlogolele membantu Wahyudi mengevakuasi hewan ternaknya dalam simulasi kesiapsiagaan bencana erupsi Merapi, Selasa, 26 April 2022, dalam rangkaian memperingati HKB 2022. Foto Ist

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang diinisiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana diperingati hari ini, Selasa, 26 April 2022. Puncak acara memperingati HKB 2022 dilaksanakan di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.

Memperingati HKB 2022, BNPB mengangkat tema: Keluarga Tangguh Bencana Pilar Bangsa Menghadapi Bencana.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyatakan, HKB menjadi salah satu ikhtiar bangsa dalam membangun ketangguhan bangsa dan peradaban yang berbasis pada pengurangan risiko bencana. Hal ini harus ditumbuhkan sejak dini di masyarakat dan peran kolaborasi dari seluruh komponen.

“Ini merupakan ikhtiar kita dalam membangun bangsa. Membangun peradaban berbasis pengurangan risiko bencana. Pembangunan karakter budaya sadar bencana yang terikat kuat sejak dini perlu kita tumbuhkan,” kata Suharyanto dalam sambutan pada puncak acara peringatan HKB 2022 di Balerante, Klaten, Selasa pagi.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Siaga, Masyarakat Diminta Waspada Potensi Tsunami

Kesukesan dalam pelaksanaan rangkaian HKB 2022 ini tentunya tak lepas dari keterlibatan seluruh komponen, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas dan media massa.

Suharyanto melihat keterlibatan seluruh komponen dalam peringatan puncak HKB 2022 menjadi spirit jiwa persatuan dan penggugah rasa kemanusiaan demi tercapainya gerakan pengurangan risiko bencana.

Melalui momentum HKB 2022, Suharyanto menegaskan tidak ingin menjadi ajang seremonial belaka, namun harus menjadi tonggak semangat untuk bersatu dan berkolaborasi dalam membangun Indonesia yang tangguh bencana.

Baca Juga: Dukung Peringatan HKB 2022, Bunyikan Sirine Pukul 10 Pagi Besok

“Momentum ini bisa menjadi pembangkit spirit jiwa korsa kerelawanan. Penggugah rasa kemanusiaan yang lebih humanis dan gerakan pengurangan risiko bencana yang lebih masif lagi. Kami mengajak kita semua untuk berkolaborasi bersama untuk membangun Indonesia tangguh bencana, masyarakat tangguh bencana,” tegas Suharyanto.

Simulasi Evakuasi Bencana Alam

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BNPBDesa Tlogolelehari kesiapsiagaan bencanaKabupaten BoyolaliKecamatan Seloperingatan HKB

Editor

Next Post
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. Foto spencerbdavis1/pixabay.com.

Rekomendasi Vaksin Halal, Pemerintah Jadikan Sinovac sebagai Vaksin Booster

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi bocah minum air karena kepanasan. Foto Pezibear/Pixabay.com.Kesadaran Masyarakat atas Heatstroke dan Heat Stress Rendah, Ini Alasannya
    In IPTEK
    Jumat, 10 Juli 2026
  • Ilustrasi orang mengalami heatstroke. Foto Cloud Purple/Pixabay.com.Alarm Dua Kematian Bulan Juni, Heatstroke dan Heat Stress Belum Jadi Perhatian 
    In IPTEK
    Kamis, 9 Juli 2026
  • Ilustrasi tanaman sorgum. Foto RJA1988/Pixabay.com.Kerentanan Pangan Akibat El Nino dan Kemarau Panjang 2026: Kekeringan hingga Ancaman Hama
    In IPTEK
    Senin, 29 Juni 2026
  • Penambangan nikel. Foto djkn.kemenkeu.go.id.Walhi: Kemiskinan Indonesia Naik Akibat Ekonomi Dibangun di Atas Kerusakan Lingkungan
    In News
    Minggu, 28 Juni 2026
  • Ilustrasi forest healing. Foto Pexels/Pixabay.com.Healing Forest Tak Bisa Sembarangan, Apa Syaratnya?
    In Traveling
    Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media