Rabu, 7 Januari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Menelusuri Habitat Babi Kutil di Suaka Margasatwa Pulau Bawean

Babi kuti adalah spesies endemik Pulau Bawean dan kini tergolong dalam kategori rentan.

Senin, 31 Maret 2025
A A
Menelusuri habitat babi kutil di Bawean, Gresik, Jawa Timur. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Menelusuri habitat babi kutil di Bawean, Gresik, Jawa Timur. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Share on FacebookShare on Twitter

Selain itu, beberapa spesies tumbuhan dominan seperti Jati (Tectona grandis), Gondang (Ficus variegata), dan Da’u (Dracontomelon dao) ditemukan di sepanjang jalur patroli yang menggambarkan keanekaragaman hayati yang kaya di kawasan tersebut.

Baca juga: Pulau Nusa Barung, Benteng Keanekaragaman Hayati di Samudra Indonesia

Selama patroli, tim tidak menemukan ada kegiatan ilegal atau pelanggaran hukum dalam kawasan Suaka Margasatwa Pulau Bawean Blok Gunung Besar. Dengan harapan, hal tersebut menjadi indikator keberhasilan upaya pengamanan kawasan yang dilakukan oleh petugas dan mitra konservasi dalam menjaga kelestarian kawasan ini dari ancaman perusakan atau eksploitasi ilegal.

Kegiatan patroli dan pendampingan penelitian ini bukan hanya bertujuan untuk menjaga dan mengamankan kawasan, tetapi juga untuk mengumpulkan data penting terkait kondisi ekosistem di Pulau Bawean. Data yang terkumpul akan menjadi bahan dasar untuk merumuskan kebijakan konservasi yang lebih efektif, khususnya untuk spesies-spesies yang terancam punah dan habitatnya yang semakin terbatas.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya konservasi Pulau Bawean yang dikenal sebagai salah satu kawasan dengan biodiversitas yang sangat tinggi. Penelitian dan pengamanan kawasan yang dilakukan Tim RKW 10 dan Universitas Brawijaya Malang menjadi bukti nyata kolaborasi yang solid antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.

Baca juga: Mengapa Tahun 2030 Ada Dua Kali Ramadan?

Keberhasilan patroli ini diharapkan dapat menjaga kawasan konservasi Pulau Bawean dan memberikan manfaat jangka panjang. Baik bagi keberlanjutan fauna dan flora lokal maupun bagi masyarakat sekitar yang menggantungkan hidupnya pada kekayaan alam Pulau Bawean.

Warisan hijau Pulau Bawean

Tim Resort Konservasi Wilayah (RKW) 10 Pulau Bawean yang terdiri dari Polisi Kehutanan, Manggala Agni, dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) juga melakukan pemeliharaan tanaman hasil program Pemulihan Ekosistem 2023. Lokasinya berada di kawasan Batu Lintang, Blok Gunung Besar seluas 1,7 hektare.

Pemeliharaan yang dilakukan meliputi penyiangan tanaman dari gangguan gulma seperti ilalang dan rumput liar, serta pemupukan untuk menunjang pertumbuhan pohon muda yang kini telah mencapai rata-rata ketinggian 80 cm. Tanaman yang bertahan hidup hingga 80 persen, terdiri dari spesies asli seperti Gondang, Nyamplung, Binong, Sentul, dan Pangopa.

Baca juga: Myanmar Diguncang Gempa M7,7, Bangunan di Thailand Ambruk

Upaya ini membawa dampak positif bagi keberlanjutan ekosistem. Terbukti ditemukannya beberapa satwa liar yang menghuni kawasan ini, termasuk Elang Ular Bido Bawean yang langka, serta spesies burung lainnya seperti Pelanduk Semak, Raja Udang Punggung Merah, dan Madu Sriganti.

Langkah kecil ini menjadi bagian dari perjuangan besar dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan kelestarian keanekaragaman hayati di Pulau Bawean.

“Lestari tertanam di hati, konservasi adalah jiwa raga kami,” kata Nursyamsi. [WLC02]

Sumber: KSDAE Kementerian Kehutanan

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: babi kutilkeanekaragaman hayatirusa BaweanSuaka Margasatwa Pulau Bawean

Editor

Next Post
Labi-labi tempurung lunak yang ditemukan di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Foto Dok. BBKSDA Jawa Timur.

Labi-labi Tempurung Lunak yang Terlupakan di Pulau Bawean

Discussion about this post

TERKINI

  • Salah satu lokasi karst di KBAK Gunung Sewu, Gunungkidul, DIY yang rusak karena ditambang. Foto jogja.walhi.or.idIndustri Pariwisata Potensial Merusak 34 Hektare Lebih Ekosistem Karst Gunungsewu
    In News
    Senin, 5 Januari 2026
  • Peta distribusi bantuan bencana berbasis data spasial. Foto Dok. UGM.Peran Teknologi Data Spasial dan Geospasial dalam Mitigasi Bencana
    In IPTEK
    Minggu, 4 Januari 2026
  • Hunian sementara desain pakar UGM yang dibangun di Aceh Utara, 31 Desember 2025. Foto Dok. UGM.Warga Aceh Utara Dilatih Bangun Huntara dengan Desain Sederhana
    In Rehat
    Minggu, 4 Januari 2026
  • Ilustrasi buah dan kulit manggis. Foto pixabay.com.Kulit Manggis Mengandung Antioksidan Alami dan Antidiabetes
    In Lingkungan
    Sabtu, 3 Januari 2026
  • Ilustrasi gas karbon monoksida akibat kebakaran gedung. Foto Jenniferbeebeart/pixabay.com.Bahaya Korsleting, Pemicu Utama Kebakaran Rumah dan Karbon Monoksida
    In Rehat
    Sabtu, 3 Januari 2026
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media