Sabtu, 21 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Menelusuri Habitat Babi Kutil di Suaka Margasatwa Pulau Bawean

Babi kuti adalah spesies endemik Pulau Bawean dan kini tergolong dalam kategori rentan.

Senin, 31 Maret 2025
A A
Menelusuri habitat babi kutil di Bawean, Gresik, Jawa Timur. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Menelusuri habitat babi kutil di Bawean, Gresik, Jawa Timur. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Share on FacebookShare on Twitter

Selain itu, beberapa spesies tumbuhan dominan seperti Jati (Tectona grandis), Gondang (Ficus variegata), dan Da’u (Dracontomelon dao) ditemukan di sepanjang jalur patroli yang menggambarkan keanekaragaman hayati yang kaya di kawasan tersebut.

Baca juga: Pulau Nusa Barung, Benteng Keanekaragaman Hayati di Samudra Indonesia

Selama patroli, tim tidak menemukan ada kegiatan ilegal atau pelanggaran hukum dalam kawasan Suaka Margasatwa Pulau Bawean Blok Gunung Besar. Dengan harapan, hal tersebut menjadi indikator keberhasilan upaya pengamanan kawasan yang dilakukan oleh petugas dan mitra konservasi dalam menjaga kelestarian kawasan ini dari ancaman perusakan atau eksploitasi ilegal.

Kegiatan patroli dan pendampingan penelitian ini bukan hanya bertujuan untuk menjaga dan mengamankan kawasan, tetapi juga untuk mengumpulkan data penting terkait kondisi ekosistem di Pulau Bawean. Data yang terkumpul akan menjadi bahan dasar untuk merumuskan kebijakan konservasi yang lebih efektif, khususnya untuk spesies-spesies yang terancam punah dan habitatnya yang semakin terbatas.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya konservasi Pulau Bawean yang dikenal sebagai salah satu kawasan dengan biodiversitas yang sangat tinggi. Penelitian dan pengamanan kawasan yang dilakukan Tim RKW 10 dan Universitas Brawijaya Malang menjadi bukti nyata kolaborasi yang solid antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.

Baca juga: Mengapa Tahun 2030 Ada Dua Kali Ramadan?

Keberhasilan patroli ini diharapkan dapat menjaga kawasan konservasi Pulau Bawean dan memberikan manfaat jangka panjang. Baik bagi keberlanjutan fauna dan flora lokal maupun bagi masyarakat sekitar yang menggantungkan hidupnya pada kekayaan alam Pulau Bawean.

Warisan hijau Pulau Bawean

Tim Resort Konservasi Wilayah (RKW) 10 Pulau Bawean yang terdiri dari Polisi Kehutanan, Manggala Agni, dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) juga melakukan pemeliharaan tanaman hasil program Pemulihan Ekosistem 2023. Lokasinya berada di kawasan Batu Lintang, Blok Gunung Besar seluas 1,7 hektare.

Pemeliharaan yang dilakukan meliputi penyiangan tanaman dari gangguan gulma seperti ilalang dan rumput liar, serta pemupukan untuk menunjang pertumbuhan pohon muda yang kini telah mencapai rata-rata ketinggian 80 cm. Tanaman yang bertahan hidup hingga 80 persen, terdiri dari spesies asli seperti Gondang, Nyamplung, Binong, Sentul, dan Pangopa.

Baca juga: Myanmar Diguncang Gempa M7,7, Bangunan di Thailand Ambruk

Upaya ini membawa dampak positif bagi keberlanjutan ekosistem. Terbukti ditemukannya beberapa satwa liar yang menghuni kawasan ini, termasuk Elang Ular Bido Bawean yang langka, serta spesies burung lainnya seperti Pelanduk Semak, Raja Udang Punggung Merah, dan Madu Sriganti.

Langkah kecil ini menjadi bagian dari perjuangan besar dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan kelestarian keanekaragaman hayati di Pulau Bawean.

“Lestari tertanam di hati, konservasi adalah jiwa raga kami,” kata Nursyamsi. [WLC02]

Sumber: KSDAE Kementerian Kehutanan

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: babi kutilkeanekaragaman hayatirusa BaweanSuaka Margasatwa Pulau Bawean

Editor

Next Post
Labi-labi tempurung lunak yang ditemukan di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Foto Dok. BBKSDA Jawa Timur.

Labi-labi Tempurung Lunak yang Terlupakan di Pulau Bawean

Discussion about this post

TERKINI

  • KLH/BPLH meninjau proses pencarian korban longsoran sampah di TPA Bantar Gebang, Bekasi, 8 maret 2026. Foto KLH/BPLH.TPST Bantargebang Longsor Lagi, Alarm Keras Pengelolaan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 9 Maret 2026
  • Ilustrasi sakit campak. Foto Kemenkes.Vaksinasi Penting karena Campak Cepat Menular dan Ada Risiko Jangka Panjang
    In Rehat
    Senin, 9 Maret 2026
  • Titik transfer batu bara melalui ship to ship di Kalimantan Timur. Foto Walhi Kaltim.Peninjauan Kembali RTRW Kalimantan Timur Harus Berpihak pada Nelayan dan Lingkungan
    In Lingkungan
    Minggu, 8 Maret 2026
  • Ilustrasi roti berjamur. Foto jackmac34/pixabay.com.Temuan Roti MBG Berjamur, Pakar Ingatkan Sebaiknya Tak Dikonsumsi
    In Rehat
    Minggu, 8 Maret 2026
  • Presiden RI Prabwo Subianto dan Presiden AS Donald Trumph. Foto White House/Setpres.Walhi: Perjanjian Dagang Resiprokal Indonesia-AS Melanggengkan Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 7 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media