Selasa, 15 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengenal Si Gosong Kaki Merah dari Cagar Alam Pulau Saobi

Sebaran alami burung gosong kaki-merah sangat luas, mulai dari kawasan Wallacea dan Papua sampai Australia.

Selasa, 1 April 2025
A A
Burung gosong kaki merah dari Pulau Saobi. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Burung gosong kaki merah dari Pulau Saobi. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: Menelusuri Habitat Babi Kutil di Suaka Margasatwa Pulau Bawean

Burung gosong kaki-merah merupakan burung soliter dan cenderung  menghindari keberadaan spesies lainnya termasuk manusia. Ketika didekati, burung ini akan segera terbang atau berlari ke dalam hutan. Tak heran, burung ini susah untuk ditemui secara langsung.

Sarang burung gosong kaki merah berbentuk gundukan sehingga mudah untuk dikenali. Ketinggian sarang bervariasi, mulai dari 0,5 meter sampai dengan ketinggian 3 meter. Ini sedikit berbeda dengan karakteristik sarang burung maleo senkawor (Macrocephalon maleo) yang bentuk sarangnya relatif datar dan telurnya dikubur di bawahnya meskipun masih dalam satu suku. Selain itu, keberadaan sarang burung hitam berkaki merah ini umumnya di sekitar pohon yang mempunyai ukuran besar atau tajuk yang lebar.

Baca juga: Misteri Ular Siput di Hutan Claket, Benarkah Memang Hidup di Mojokerto?

Berdasarkan hasil monitoring terakhir yang dilakukan pada 2024 melalui pendekatan keberadaan sarang aktif, sebaran sarang aktif ditemukan sebanyak 89 sarang. Lokasinya relatif lebih banyak di jumpai di bagian timur wilayah CA Pulau Saobi. Keberadaan sarang aktif banyak dijumpai di pinggir kawasan khususnya yang berdekatan dengan pantai. Mengingat salah satu struktur pembentuk sarang burung gosong kaki merah adalah pasir.

Jumlah populasi gosong kaki-merah sekitar 190 individu dengan kepadatan populasi mencapai 0,435 individu/Ha. Populasi tersebut semakin bertambah setiap tahun. [WLC02]

Sumber: KSDAE Kementerian Kehutanan

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BBKSDA Jatimburung gosong kaki merahkawasan konservasiPulau Saobi

Editor

Next Post
Cagar alam Ceding di Bondowoso, Jawa Timur. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Jejak Hutan Purba di Cagar Alam Ceding

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media