Jumat, 23 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Menteri Siti Nurbaya: Tidak Perlu Perdebatan Pemanfaatan Ekonomi di Kawasan Ekosistem Leuser

Pemanfaatan ekonomi di kawasan ekosistem Leuser, Provinsi Aceh, tidak perlu diperdebatkan, tetapi harus bertanggung jawab dan legal. Kawasan ekosistem Leuser miliki lanskap tidak hanya konservasi dan perlindungan, juga ada lanskap produksi dan pemukiman.

Sabtu, 17 September 2022
A A
Kawasan ekosistem Leuser dan Taman Nasional Gunung Leuser. Foto Google Earth.

Kawasan ekosistem Leuser dan Taman Nasional Gunung Leuser. Foto Google Earth.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menegaskan, tidak ada yang perlu diperdebatkan pemanfaatan ekonomi di kawasan ekosistem Leuser (KEL). KEL tidak sama dengan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang merupakan kawasan konservasi dengan luas areal 830 ribu hektar.

Kawasan ekosistem Leuser yang membentang di Provinsi Aceh, satu-satunya hutan terlengkap yang dihuni empat satwa langka yang dilindungi. Dengan luas mencapai 2,5 juta hektar, KEL memiliki lanskap konservasi, perlindungan, produksi, dan langskap pemukiman masyarakat. Taman Nasional Gunung Leuser yang merupakan kawasan konservasi, bagian dari kawasan ekosistem Leuser.

Dijelaskan Menteri Siti Nurbaya, KEL satu-satunya kawasan hutan di Indonesia yang menjadi hunian empat satwa langka yang dilindungi yakni, harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), gajah, orangutan sumatera (Pongo abelii), dan badak.

Baca Juga: Peraturan Anti Deforestasi UE, Walhi Desak Pemerintah Segera Benahi Tata Kelola Sawit dan Kayu

Hal ini yang menjadikan Provinsi Aceh satu-satunya provinsi yang memiliki kekayaan alam dengan kehidupan satwa liar yang menjadi kunci tertinggi (key wildlife) dan terlengkap.

“KEL tidak sama dengan Taman Nasional Gunung Leuser yang merupakan kawasan konservasi. TNGL menjadi bagian dari KEL,” kata Menteri Siti Nurbaya.

Oleh karenanya, sebut Menteri Siti, kawasan ekosistem Leuser bukan seluruhnya merupakan lanskap konservasi dan perlindungan, namun juga ada lanskap produksi dan pemukiman masyarakat.

“Lanskap produksi di KEL diperuntukkan untuk kegiatan ekonomi kehutanan yang mendukung perekonomian masyarakat lokal dan masyarakat adat serta sektor dunia usaha,” ujar Menteri Siti Nurbaya.

Karenanya, Menteri Siti Nurbaya menyatakan, tidak perlu diperdebatkan apakah kawasan ekosistem Leuser dimanfaatkan atau tidak. Namun diingatkannya, pemanfaatan KEL harus bertanggung jawab dan legal guna mendukung pembangunan berkelanjutan di Provinsi Aceh.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: kawasan ekosistem Leuserkawasan konservasiMenteri Siti Nurbayapemanfaatan kawasan ekosistem Leuser tidak perlu diperdebatkan karena KEL tidak sama dengan TNGLProvinsi Acehsatwa langka yang dilindungiTaman Nasional Gunung Leuser

Editor

Next Post
Menuju satu data bencana Indonesia. Foto Dok BNPB warga terdampak gempa Mentawai Senin, 29 Agustus 2022.

Menuju Satu Data Bencana Indonesia

Discussion about this post

TERKINI

  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media