Senin, 18 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Menteri Siti Nurbaya: Tidak Perlu Perdebatan Pemanfaatan Ekonomi di Kawasan Ekosistem Leuser

Pemanfaatan ekonomi di kawasan ekosistem Leuser, Provinsi Aceh, tidak perlu diperdebatkan, tetapi harus bertanggung jawab dan legal. Kawasan ekosistem Leuser miliki lanskap tidak hanya konservasi dan perlindungan, juga ada lanskap produksi dan pemukiman.

Sabtu, 17 September 2022
A A
Kawasan ekosistem Leuser dan Taman Nasional Gunung Leuser. Foto Google Earth.

Kawasan ekosistem Leuser dan Taman Nasional Gunung Leuser. Foto Google Earth.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menegaskan, tidak ada yang perlu diperdebatkan pemanfaatan ekonomi di kawasan ekosistem Leuser (KEL). KEL tidak sama dengan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang merupakan kawasan konservasi dengan luas areal 830 ribu hektar.

Kawasan ekosistem Leuser yang membentang di Provinsi Aceh, satu-satunya hutan terlengkap yang dihuni empat satwa langka yang dilindungi. Dengan luas mencapai 2,5 juta hektar, KEL memiliki lanskap konservasi, perlindungan, produksi, dan langskap pemukiman masyarakat. Taman Nasional Gunung Leuser yang merupakan kawasan konservasi, bagian dari kawasan ekosistem Leuser.

Dijelaskan Menteri Siti Nurbaya, KEL satu-satunya kawasan hutan di Indonesia yang menjadi hunian empat satwa langka yang dilindungi yakni, harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), gajah, orangutan sumatera (Pongo abelii), dan badak.

Baca Juga: Peraturan Anti Deforestasi UE, Walhi Desak Pemerintah Segera Benahi Tata Kelola Sawit dan Kayu

Hal ini yang menjadikan Provinsi Aceh satu-satunya provinsi yang memiliki kekayaan alam dengan kehidupan satwa liar yang menjadi kunci tertinggi (key wildlife) dan terlengkap.

“KEL tidak sama dengan Taman Nasional Gunung Leuser yang merupakan kawasan konservasi. TNGL menjadi bagian dari KEL,” kata Menteri Siti Nurbaya.

Oleh karenanya, sebut Menteri Siti, kawasan ekosistem Leuser bukan seluruhnya merupakan lanskap konservasi dan perlindungan, namun juga ada lanskap produksi dan pemukiman masyarakat.

“Lanskap produksi di KEL diperuntukkan untuk kegiatan ekonomi kehutanan yang mendukung perekonomian masyarakat lokal dan masyarakat adat serta sektor dunia usaha,” ujar Menteri Siti Nurbaya.

Karenanya, Menteri Siti Nurbaya menyatakan, tidak perlu diperdebatkan apakah kawasan ekosistem Leuser dimanfaatkan atau tidak. Namun diingatkannya, pemanfaatan KEL harus bertanggung jawab dan legal guna mendukung pembangunan berkelanjutan di Provinsi Aceh.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: kawasan ekosistem Leuserkawasan konservasiMenteri Siti Nurbayapemanfaatan kawasan ekosistem Leuser tidak perlu diperdebatkan karena KEL tidak sama dengan TNGLProvinsi Acehsatwa langka yang dilindungiTaman Nasional Gunung Leuser

Editor

Next Post
Menuju satu data bencana Indonesia. Foto Dok BNPB warga terdampak gempa Mentawai Senin, 29 Agustus 2022.

Menuju Satu Data Bencana Indonesia

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi kualitas udara di kota besar yang memburuk. Foto Yamu_Jay/Pixabay.com.Walhi: Pantauan Kualitas Udara Lima Kota Besar Indonesia Memburuk
    In News
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Bergadder/Pixabay.com.Mengenal Hantavirus, Penyakit Zoonosis dengan Rantai Penularan Utama dari Tikus
    In Rehat
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.Anggrek Merapi, Beraroma Wangi dan Mampu Bertahan Saat Erupsi
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media