Senin, 15 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Nervilia punctata, Anggrek Penyambut Hujan di Tambora

Keberadaan anggrek ini dapat menjadi indikasi, bahwa hutan Tambora masih mampu menyediakan ruang tumbuh untuknya.

Minggu, 1 Desember 2024
A A
Anggrek Nervilia punctata di TN Tambora, NTB. Foto Dok. Balai TN Tambora.

Anggrek Nervilia punctata di TN Tambora, NTB. Foto Dok. Balai TN Tambora.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Musim hujan telah tiba. Sebagain besar kawasan Taman Nasional Tambora sudah diguyur hujan. Intensitas hujan yang tinggi membuat lantai hutan basah kembali. Tanah dan seresah yang basah memancing beberapa anggrek tanah muncul ke permukaan.

Taman Nasional Tambora yang secara administratif terletak di Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan rumah untuk berbagai jenis anggrek tanah. Anggrek tanah yang dijumpai di Tambora sebagian berada di lantai hutan yang tertutup vegetasi, seperti di hutan sekitar Pos 2 Dorocanga. Salah satu anggrek tanah yang muncul saat hujan mulai turun adalah anggrek Nervilia punctata.

Pengendali Ekosisten Hutan (PEH) Balai Taman Nasional Tambora, Samsul Maarif menjelaskan, anggrek ini adalah anggrek tanah berukuran kecil dengan daun bentuk bulat, 5 sampai 7 lobus. Lobus apikal berbentuk lancip berwarna hijau mengkilap. Daun membentuk hati di bawah ke dalam daun pangkal yang lonjong.

Baca Juga: BMKG dan Kementerian PU Bahas Antisipasi Gempa Megathrust hingga Cuaca Ekstrem Libur Nataru

Perbungaan tegak, panjang 10 sampai 15 cm. Bunga tunggal dengan bunga tumbuh menyamping. Saat menyusuri hutan, anggrek ini sering teramati tumbuh di seresah yang tebal. Terlihat mencolok dengan warna cerah di antara gelapnya lantai hutan.

“Biasanya anggrek jenis ini dijumpai tumbuh sendiri atau berkelompok. Tumbuhan ini tidak tersebar merata di dalam hutan, hanya pada titik-titik tertentu saja,” kata Samsul.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: anggrek Nervilia punctataanggrek tanahKabupaten BimaKabupaten Dompumusim penghujanTaman Nasional Tambora

Editor

Next Post
Mapala Unimed di TWA Danau Sicike cike, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Foto Dok. BKSDA Sumut.

Eksplorasi Rafflesia Terkecil hingga Burung Enggang di TWA Danau Sicike cike

Discussion about this post

TERKINI

  • Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Meutia Samira Ismet. Foto itk.ipb.ac.id.Meutia Ismet: Tambang Nikel Teluk Buli Ancam Ekosistem Laut hingga Kesehatan
    In Sosok
    Sabtu, 13 Juni 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Baleg DPR Janjikan RUU Masyarakat Adat Selesai 2026, Apa Saja akan Diatur?
    In Rehat
    Sabtu, 13 Juni 2026
  • Sidang gugatan intervensi Walhi atas kasus gugatan KLH melawan PT TPL di PN Medan, 10 Juni 2026. Foto Dok. Walhi.Gugatan Intervensi Walhi, PT TPL Harus Pulihkan 29.939 Ha Kawasan Terdampak Senilai Rp2,6 Triliun
    In News
    Jumat, 12 Juni 2026
  • Dosen Geologi Fakultas Teknik UGM, Gayatri Indah Marliyani. Foto Kagama.coGayatri Marliyani: Gempa Bumi di Laut Mindanao Umum Terjadi
    In Sosok
    Jumat, 12 Juni 2026
  • Ilustrasi kemarau panjang. Foto Adege/Pixabay.com.BMKG Prediksi El Nino 2026 Bertahan hingga Awal 2027
    In News
    Kamis, 11 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media