Selasa, 18 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Nervilia punctata, Anggrek Penyambut Hujan di Tambora

Keberadaan anggrek ini dapat menjadi indikasi, bahwa hutan Tambora masih mampu menyediakan ruang tumbuh untuknya.

Minggu, 1 Desember 2024
A A
Anggrek Nervilia punctata di TN Tambora, NTB. Foto Dok. Balai TN Tambora.

Anggrek Nervilia punctata di TN Tambora, NTB. Foto Dok. Balai TN Tambora.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Musim hujan telah tiba. Sebagain besar kawasan Taman Nasional Tambora sudah diguyur hujan. Intensitas hujan yang tinggi membuat lantai hutan basah kembali. Tanah dan seresah yang basah memancing beberapa anggrek tanah muncul ke permukaan.

Taman Nasional Tambora yang secara administratif terletak di Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan rumah untuk berbagai jenis anggrek tanah. Anggrek tanah yang dijumpai di Tambora sebagian berada di lantai hutan yang tertutup vegetasi, seperti di hutan sekitar Pos 2 Dorocanga. Salah satu anggrek tanah yang muncul saat hujan mulai turun adalah anggrek Nervilia punctata.

Pengendali Ekosisten Hutan (PEH) Balai Taman Nasional Tambora, Samsul Maarif menjelaskan, anggrek ini adalah anggrek tanah berukuran kecil dengan daun bentuk bulat, 5 sampai 7 lobus. Lobus apikal berbentuk lancip berwarna hijau mengkilap. Daun membentuk hati di bawah ke dalam daun pangkal yang lonjong.

Baca Juga: BMKG dan Kementerian PU Bahas Antisipasi Gempa Megathrust hingga Cuaca Ekstrem Libur Nataru

Perbungaan tegak, panjang 10 sampai 15 cm. Bunga tunggal dengan bunga tumbuh menyamping. Saat menyusuri hutan, anggrek ini sering teramati tumbuh di seresah yang tebal. Terlihat mencolok dengan warna cerah di antara gelapnya lantai hutan.

“Biasanya anggrek jenis ini dijumpai tumbuh sendiri atau berkelompok. Tumbuhan ini tidak tersebar merata di dalam hutan, hanya pada titik-titik tertentu saja,” kata Samsul.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: anggrek Nervilia punctataanggrek tanahKabupaten BimaKabupaten Dompumusim penghujanTaman Nasional Tambora

Editor

Next Post
Mapala Unimed di TWA Danau Sicike cike, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Foto Dok. BKSDA Sumut.

Eksplorasi Rafflesia Terkecil hingga Burung Enggang di TWA Danau Sicike cike

Discussion about this post

TERKINI

  • Diskusi dan pemutaran film Film dokumenter “Jejak Kolonial di Hutan Jawaˮ dalam Festival Udin 2026, 15 Agustus 2026. (Dok. Festival Udin 2026)Co-firing Biomassa dari Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Korbankan Ekosistem Hutan dan Masyarakat
    In Lingkungan
    Selasa, 18 Agustus 2026
  • Upacara rakyat di Kendeng, Kabupaten Pati, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)Upacara Rakyat di Kendeng Dihadiri Warga dan Petani yang Melawan Penambangan Karst
    In News
    Senin, 17 Agustus 2026
  • Upacara peringatan kemerdekaan RI oleh warga Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri di lahan pertaniannya, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)Warga Pracimantoro: Kami Bukan Melawan Pembangunan, Kami Menjaga Kehidupan
    In News
    Senin, 17 Agustus 2026
  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media