Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Neti Nurani: Bayi dengan Berat Lahir Rendah Berisiko Kena Diabetes dan Hipertensi

Ganguan metabolisme saat dewasa menjadi risiko bayi yang lahir dengan berat badan rendah. Ibu yang mengandung perlu asupan nutrisi sehat sejak dini.

Sabtu, 5 Maret 2022
A A
Dokter Neti Nurani. Foto rskiabhaktiibu.com

Dokter Neti Nurani. Foto rskiabhaktiibu.com

Share on FacebookShare on Twitter

“Status metilasi DNA global saat lahir tidak memengaruhi laju pertumbuhan dan status gizi pada enam bulan. Karbohidrat dan tingkat energi ASI pada 1-2 bulan memengaruhi laju pertumbuhan dan status gizi pada bayi prematur dan bayi berat normal,” kata Neti.

Baca Juga: Jika Tubuh Merasa Greges, Langsung Isoman

Ia mengukur status metilasi global bayi yang berasal dari persentase metilasi saat lahir. Selanjutnya data untuk penilaian tren pertumbuhan dipantau setiap bulan. Juga nutrisi status asupan menyusui atau tidak. Adapun data diet ibu selama kehamilan dan laktasi diperoleh dengan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ).

“Jenis kelamin bayi bayi, berat lahir, kandungan lemak, dan karbohidrat dalam ASI pada usia 1-2 bulan terkait dengan berat badan yang signifikan. Panjang lahir, energi, dan karbohidrat kandungan dalam ASI pada 1-2 bulan dan tinggi ibu secara signifikan terkait dengan panjang dalam rentang enam bulan,” papar Neti. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bayiberat lahir normalberat lahir rendahdiabetesgangguan metabolismehipertensiNeti Nuraniobesitas

Editor

Next Post
Ilustrasi berjemur. Foto avi_acl/pixabay.com.

Berjemur Membuat Mood Lebih Baik, Mengapa?

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media