Selasa, 7 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pakar Kesehatan: Narasi Varian Omicron Tak Seganas Delta Jangan Bikin Masyarakat Terlena

Sabtu, 15 Januari 2022
A A
Ilustrasi pencegahan varian Omicron. Foto Alexandra_Koc/pixabay.com.

Ilustrasi pencegahan varian Omicron. Foto Alexandra_Koc/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pakar dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Erlina Burhan dan Siti Setiati mengingatkan agar masyarakat tidak terlena dengan narasi, bahwa varian Omicron tidak seganas varian sebelumnya. Keduanya memberikan saran kepada pemerintah dan Satgas Covid-19 agar melakukan upaya-upaya tegas dalam menegakkan protokol kesehatan dan vaksinasi booster.

“Varian ini less severe (tidak parah) daripada Delta, tapi masih terus diteliti. Kasusnya bisa meningkat, apabila kita tidak tegas mengurangi transmisi yang tinggi,” tegas Siti dalam diskusi virtual bersama para epidemiolog, pakar kesehatan, dokter, dan pakar sosial dari berbagai lembaga pendidikan dan penelitian di Indonesia untuk mendapat masukan sebagaimana dilansir dari laman maritim.go.id, Jumat, 14 Januari 2022.

Diskusi tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan berdiskusi Hadir pula Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, dan Koordinator Tim Pakar Satgas Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito untuk meminta masukan para ahli untuk menghadapi varian Omicron.

Baca Juga: PTM 100 Persen, Ini Persiapan Anak Jelang Vaksinasi Covid-19

Pakar dari Eijkman Institute, Amin Soebandrio juga menjelaskan, Indonesia sedang memasuki masa transisi penanganan Covid-19 dari varian Delta menuju Omicron. Menurut dia, pengawasan pada tingkat molecular perlu dipertajam mengingat banyak hal yang belum diketahui mengenai varian ini.

“Sampai sekarang Omicron ini masih terus diteliti, penularannya cepat,” kata Amin.

Walaupun merupakan varian yang berbeda dari Delta dan belum ada dampak kematian, tetapi perlu terus diantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.

Terkait kenaikan kasus yang signifikan, epidemiolog dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Hari Kusnanto dari epidemiolog dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Windhu Purnomo menyampaikan seharusnya pemerintah dapat melakukan flattening the curve atau dapat menjaga kenaikan kasus tidak terlalu cepat dan tinggi. Harapannya, meskipun puncak kasus pada bulan Maret, tetapi jumlah kasus lebih rendah.

“Pengendalian penularan varian Omicron dapat dilakukan apabila protokol kesehatan, pembatasan mobilitas, pelaksanaan vaksinasi, dan fasilitas pelayanan kesehatan sudah terakomodir dengan baik,” papar Hari.

Baca Juga: Antibodi Turun Setelah 6 Bulan Vaksinasi Primer, Ini Mekanisme Vaksinasi Booster

Sementara pakar ilmu sosial memberi masukan untuk merumuskan strategi yang lebih komprehensif. Sosiolog UI, Imam B. Prasodjo menilai strategi yang selama ini sudah digunakan dalam aspek sosial sudah tepat. Ada empat poin utama yang perlu terus dilakukan oleh pemerintah.

Pertama, memperkuat koordinasi antarjajaran pemerintah serta aparat keamanan. Kedua, mendorong masyarakat melakukan public-pressure kepada sesamanya yang melanggar aturan protokol kesehatan. Ketiga, melakukan kampanye untuk meningkatkan ketahanan tubuh atau imunitas tubuh di dalam keluarga. Keempat, melakukan pemberdayaan masyarakat di daerah melalui pendidikan agar tidak terjadi generation lost.

“Ini perlu kita pertahankan. Bukan hanya saat menghadapi pandemi, tetapi seterusnya. Ini hal baik dan patut kita syukuri yang timbul dari pandemi ini,” kata Imam.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Covid-19epidemiologOmicronPPLNvaksinasi boostervarian Deltavarian Omicron

Editor

Next Post
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Bupati Pandeglang Irna Narulita dalam rapat koordinasi percepatan penanganan dampak gempa Banten, di Kantor Bupati Pandeglang, Sabtu, 15 Januari 2022. Foto BNPB.

Penanganan Dampak Gempa Banten, Kepala BNPB Prioritas Keselamatan Masyarakat dan Akurasi Pendataan

Discussion about this post

TERKINI

  • Penambangan nikel. Foto djkn.kemenkeu.go.id.Walhi: Kemiskinan Indonesia Naik Akibat Ekonomi Dibangun di Atas Kerusakan Lingkungan
    In News
    Minggu, 28 Juni 2026
  • Ilustrasi forest healing. Foto Pexels/Pixabay.com.Healing Forest Tak Bisa Sembarangan, Apa Syaratnya?
    In Traveling
    Minggu, 28 Juni 2026
  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Rob mengepung rumah nelayan di pesisir utara Jawa Tengah. Foto Iven Sumardiyantoro/peneliti independen.Pembangunan Abaikan Krisis Iklim Mengancam Hak Generasi Anak-anak Pesisir
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media