Senin, 18 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Permasalahan Sampah di Yogyakarta, Bantul Bangun Pusat Riset Sampah Plastik

Penanganan sampah dengan elaborasi edukasi dan mekanisasi yang tepat guna akan mengubah perspektif sampah adalah masalah, menjadi sampah bernilai ekonomi.

Rabu, 26 Juli 2023
A A
Sampah plastik dapat dimanfaatkan menjadi material berguna dengan penerapan teknologi. Foto ilustrasi Wanaloka.com.

Sampah plastik dapat dimanfaatkan menjadi material berguna dengan penerapan teknologi. Foto ilustrasi Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Permasalahan sampah di Yogyakarta beberapa hari belakangan menjadi topik hangat dampak ditutupnya TPA Piyungan sejak 23 Juli hingga 5 September 2023.

Tata kelola sampah merupakan tanggung jawab bersama, tidak dapat diserahkan sepihak kepada pemerintah saja. Masyarakat harus andil penanganan sampah dari hulu hingga hilir. Sebab sampah yang dikelola secara tepat dapat bernilai ekonomi.

Menyadari permasalahan sampah kian pelik, Iwan Wijono dan Franziska Fennert menginisiasi pembangunan Monumen Antroposen yang berlokasi di Desa Bawuran, yang tak jauh dari TPA Piyungan. Pembiayaan proyek pembangunan Monumen Antroposen yang diarsiteki Dhoni Yudhano, kerja sama Kementerian Luar Negeri Jerman-Goethe Institut, dengan nilai Rp2,5 miliar. Dijadwalkan Monumen Antroposen yang tengah proses pembangunan itu selesai dua tahun mendatang.

Baca Juga: Permasalahan Sampah Walhi Yogyakarta Dorong Pemprov DIY Lakukan Lima Hal Ini

Monumen Antroposen dimaksudkan sebagai pusat riset pengolahan sampah plastik. Berangkat dari tujuan tersebut, material bangunan yang di antaranya digunakan hasil pengolahan sampah plastik yang sedemikian rupa menjadi material bangunan berupa bata, tegel dan genting.

Sepintas, bata dari sampah plastik tak berbeda dengan batu bata-material bangunan yang umum digunakan.

Dhoni Yudhano menjelaskan, dengan teknologi yang tepat serta efektif, didukung dengan pemasaran yang bagus, material ini bisa jadi alternatif dan komoditas pasar dengan harga yang bersaing.

“Monumen ini dapat menjadi pusat pembelajaran di tempat lain melakukan pemrosesan sampah dengan metode yang sama secara masif dan sporadis,” harapan Dhoni.

Baca Juga: Dampak TPA Piyungan Ditutup, Tumpukan Sampah di Kota Yogya Mulai Terlihat

Melihat hasil inovasi material bangunan Monumen Antroposen yang digunakan, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebutkan, sampah plastik tidak sepenuhnya menjadi masalah.

“Justru dapat menjadi faktor ekonomi baru untuk sistem ekonomi yang berputar atau circular economy,” kata Halim saat meninjau pembangunan Monumen Antroposen pada Selasa, 25 Juli 2023.

Memilah sampah

Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo mengimbau warga tidak panik menyoal sampah ekses dari penutupan sementara TPA Piyungan. Singgih menganjurkan warga dapat mengolah sampah organik secara sederhana, dan memilah sampah anorganik bisa menambah perekonomian.

Pemerintah Kota Yogyakarta merancang beberapa kebijakan penanggulangan dampak penutupan sementara TPA Piyungan di Bantul.

Baca Juga: Menuntaskan Masalah Sampah dari Hulu ke Hilir Versi KLHK

Singgih mengutarakan, ada empat lokasi yang disiapkan untuk penanganan sampah sementara di antaranya tempat pengolahan sampah reduce reuse recycle (TPS3R) di Nitikan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Bank sampahdepo sampahGerakan Zero Sampah AnorganikKabupaten BantulKota Yogyakartapengelolaan sampahsampah di YogyakartaTPA Piyungan

Editor

Next Post
Karhutla di Pulau Pisau, Kalimatan Tengah dengan luas lahan empat hektar. Foto Polsek Maliku.

Kejahatan Lingkungan PT Rafi Kamajaya Abadi Dihukum Rp920 Miliar

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi kualitas udara di kota besar yang memburuk. Foto Yamu_Jay/Pixabay.com.Walhi: Pantauan Kualitas Udara Lima Kota Besar Indonesia Memburuk
    In News
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Bergadder/Pixabay.com.Mengenal Hantavirus, Penyakit Zoonosis dengan Rantai Penularan Utama dari Tikus
    In Rehat
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.Anggrek Merapi, Beraroma Wangi dan Mampu Bertahan Saat Erupsi
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media