Minggu, 27 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pernah Mengalami Quarter Life Crisis? Begini Proses dan Cara Mengatasinya

Acapkali saat mencapai usia 20-30 tahun mengalami kecemasan dan keraguan akan masa depan. Seperti apa tahapannya?

Minggu, 20 Maret 2022
A A
Ilustrasi baangkit dari crisis life. Foto Alexas_Fotos/pixabay.com.

Ilustrasi baangkit dari crisis life. Foto Alexas_Fotos/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Butuh pengorbanan untuk bisa melewati quarter life crisis. Rasa lelah dan amarah terkadang menumpuk di atas kepala. Satu pemicu saja bisa meledak tiba-tiba, baik ‘ledakan’ yang positif ataupun negatif.

Ida pun mengingatkan pentingnya self-care yang baik. Bentuk tindakannya sangat beragam, seperti olahraga, membaca, beribadah, dan bersosialisasi.

“Hanya ombak dan badai yang menjadikan pelaut itu tangguh,” pesannya lagi.

Baca Juga: Tips Mencegah Cemas Akibat Omicron: Batasi Baca Berita Lewat Handphone

Piskolog Cania Mutia menambahkan, tanda-tanda saat kita melewati masa sulit dalam quarter life crisis bisa berupa stres, depresi, hingga tindakan bunuh diri. Ia mengajak audiens untuk mengenali karakteristik mental yang sehat. Cirinya adalah merasa baik mengenai dirinya sendiri, memiliki hubungan personal yang bertahan lama, menerima kekecewaan dalam hidup, serta mampu membuat keputusan secara mandiri.

Sementara itu ciri-ciri kesehatan mental saat sedang terganggu, di antaranya mulai dari sering merasa sedih, sulit berkonsentrasi, serta ketakutan atau kekhawatiran yang berlebihan. Tanda yang paling parah adalah saat seseorang memutuskan untuk bunuh diri.

“Self-harm adalah bentuk perilaku menyakiti diri sendiri yang dilakukan individu karena permasalahan yang rumit,” jelas Cania.

Cara mengatasinya bisa dilakukan secara mandiri (self-healing) dengan mengontrol pikiran, perasaan, dan perilaku. Namun, jika kondisinya sudah berat, maka lebih baik untuk melakukan professional healing, baik ke psikolog maupun psikiater. Tujuannya adalah agar mendapat konseling, psikoterapi, dan psikofarmakoterapi yang tepat. [WLC02]

Sumber: uii.ac.id, 15 Maret 2022

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: konselingmengapresiasi diripsikiaterpsikologquarter life crisisself harmself healing

Editor

Next Post
Jamuan welcome dinner tamu delegasi EdWG G20 di Yogyakarta. Foto kemdikbud.go.id.

Tradisi Jamuan Ladosan Dhahar Kembul Bujana ala Keraton Yogyakarta

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media