Sabtu, 2 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pernah Terjadi di Gunungkidul, Daryono: Tragedi Wisata Danau Furnas Brasil Pelajaran Penting untuk Kita

Rabu, 12 Januari 2022
A A
Daryono, Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami, BMKG. Foto Facebook @daryonobmkg.

Daryono, Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami, BMKG. Foto Facebook @daryonobmkg.

Share on FacebookShare on Twitter

“Ketidakstabilan lereng pemicu longsoran dan runtuhan dapat disebabkan oleh berbagai faktor di antaranya kesalahan dalam mendesain geometri front/lereng misal di daerah tambang yaitu ketinggian dan kemiringan lereng, pengaruh air baik air tanah maupun air hujan, jenis batuan, sifat fisik dan mekanik batuan,” kata Daryono.

Kecelakaan yang diakibatkan oleh ketidakstabilan lereng akan berdampak kepada mereka yang berada di tepi lereng atau tebing dan lingkungan sekitar yang dapat menyebabkan kerugian harta dan jiwa.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan penelitian, pengujian dan analisa terhadap kondisi lereng-lereng yang berada dekat zona tambang, permukiman atau tempat wisata, khususnya wisata geopark.

“Tragedi wisata di Danau Furnas di Calitolio, Brazil adalah pelajaran penting untuk kita sekaligus warning terhadap keamanan wisata alam kita dan pentingnya asesmen keamanan wisata geopark seperti di Danau Toba, Raja Ampat, Ciletuh, Gunung Batur, Gunung Rinjani dan kawasan wisata pantai bertebing curam seperti Green Canyon Pangandaran, Pantai Uluwatu, Pantai Dreamland di Bali, juga zona wisata perbukitan karst termasuk wisata sungai bawah tanahnya,” tulis Daryono.

Daryono pada Rabu, 12 Januari 2022, kembali memposting kejadian runtuhnya tebing di wisata alam.

“Inilah yang saya khawatirkan dan pentingnya asesmen keselamatan wisata alam-geopark,” tulis Daryono dengan menyertakan tautan berita Tribun Jogja memberitakan patahan tebing di pantai Sadranan, Tepus, Gunungkidul, Rabu 17 Juni 2015, yang menyebabkan satu orang tewas. [WLC01]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BrasilDanau FurnasDaryonoekowisataGunungkidultebing runtuhwisata alamwisata geoparkYogyakarta

Editor

Next Post
Ilustrasi karantina Covid-19. Foto ELG21/pixabay.com.

PTM Masa Pandemi, Dokter Anak: Idealnya Komponen Sekolah Telah Vaksinasi 100 Persen

Discussion about this post

TERKINI

  • Pegiat lingkungan,, Arief Kamarudin menunjukkan ikana sapu-sapu yang ditangkapnya. Foto @ariefkamarudin/instagram.Bagaimana Ikan Asal Amazon Bisa Menginvasi Sungai di Indonesia?
    In Rehat
    Kamis, 30 April 2026
  • Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat berbicara kepada awak media usai sertijab, 29 APril 2026. Foto KLH/BPLH.Pesan Walhi dan Janji Menteri Baru Lingkungan Hidup
    In News
    Rabu, 29 April 2026
  • Petani pasir lahan pantai di Kulon Progo tengah menyirami lahan cabenya. Foto Dok. Soetana Monang Hasibuan/Wanaloka.com.20 Tahun PPLP Kulon Progo, Menanam adalah Melawan Apa?
    In Sosok
    Minggu, 19 April 2026
  • Ilustrasi TPA open dumping. Foto khoinguyenfoto/pixabay.com.Praktik TPA Open Dumping Ditutup Akhir Juli 2026
    In News
    Sabtu, 18 April 2026
  • Ketebalan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua tinggal 4 meter pada 2024. Foto Dok. BMKG.Salju Abadi Puncak Jaya akan Hilang, Kurangi Pemakaian Bahan Bakar Fosil
    In IPTEK
    Sabtu, 18 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media