Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Perubahan Iklim, Cuaca Ekstrem Makin Sering Dirasakan

Senin, 10 Februari 2025
A A
Perubahan iklim, cuaca ekstrem makin sering dirasakan. Foto ilustrasi.

Perubahan iklim, cuaca ekstrem makin sering dirasakan. Foto ilustrasi.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Siasat Petani Lestari Kulon Progo Beradaptasi dengan Perubahan Iklim (Bagian 2)

“Laut kita penuh dengan sampah dan makin tercemar, hutan juga dibabat,” sebut Heron.

Perubahan iklim yang sedang terjadi, menurut Elang Mahardika dari LPM Arena, mempengaruhi petani di Kulon Progo.

“Perubahan iklim sangat memengaruhi para petani di daerah Kulon Progo. Ilmu pranotomongso yang biasa menjadi pedoman petani dalam menentukan pilihan bertaninya juga semakin tidak relevan lagi,” katanya.

Moh. Ali Rohman dari Yayasan LKiS menjelaskan, diskusi yang diselenggarakan merupakan langkah dalam menarasikan krisis iklim ini ke ruang publik dan sekaligus menjadi sebuah edukasi yang massif.

Baca Juga: Gangguan Atmosfer di Selatan Indonesia Awal Februari 2025, Waspada Cuaca Ekstrem

Pemandu diskusi, Abd. Mughis (AJI Yogyakarta) menyebutkan, masalah krisis iklim kurang menjadi perhatian jurnalis. Salah satunya disebabkan algoritma media yang lebih menekankan views hingga viralitas. Keadaan tersebut diperparah dengan tuntutan kuantitas pemberitaan yang menyebabkan kualitas pemberitaannya kurang mendalam.

“Tak jarang jurnalis lebih menyukai menulis berita atau informasi yang tengah viral dan dianggap “menjanjikan” di meja redaksi,” ujarnya. [WLC01]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Bencana HidrometeorologiCuaca EkstremPerubahan cuacaperubahan iklim

Editor

Next Post
Cuaca ekstrem di Bali, tim SAR mengevakuasi kendaraan roda empat yang tertimbun longsor di Provinsi Bali. Foto Dok BNPB.

Dampak Cuaca Ekstrem hingga 11 Februari 2025 Sebanyak 85 Orang Tewas

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media