Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

RAIN Wadah Merangkul Relawan Independen

Rabu, 8 Oktober 2025
A A
Relawan Indonesia (RAIN).

Relawan Indonesia (RAIN).

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Filosofi hujan, sumber kehidupan bagi seluruh makhluk hidup di bumi, menginspirasi para relawan independen menyatu dalam wadah bernama Relawan Indonesia (RAIN), tempat gerakan dan ruang bersama relawan independen yang selama ini bergerak sendiri-sendiri.

Pemilihan kata RAIN (hujan) untuk gerakan ini, dteguhkan sebagai nama lembaga yang baru dibentuk medio 7 bulan lalu, bertepatan pada peringatan World Water Day, 22 Maret 2025.

Pembina RAIN, Ahcmad Lukman mengisahkan, terbentuknya RAIN, berangkat dari pengalaman para relawan yang sering turun ke lokasi bencana.

Baca juga: Korban Tewas Runtuhan Bangunan Pesantren Al Khoziny Total 61 Orang

“Banyak relawan yang memiliki semangat kemanusiaan tinggi, tetapi tidak memiliki identitas surat tugas, dukungan logistik, atau koordinasi yang baik. Dari situlah muncul gagasan untuk membentuk wadah yang dapat merangkul, melindungi, dan menguatkan mereka agar bisa bergerak lebih efektif dan berkesinambungan, serta terarah punya tujuan,“ kata Lukman.

Penempatan Sekretariat RAIN di Wonorejo, Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dipilih dengan alasan lokasi strategi dan dapat memantau aktivitas Gunung Merapi.

RAIN kini menyebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, NTB, hingga ke daerah terpencil yang sulit diakses. Kehadiran wadah ini sebagai bentuk komitmen memberdayakan masyarakat, mandiri, dan tangguh tanpa meninggalkan budaya dan kearifan lokal.

Baca juga: Kelompok Difabel di Klaten Dilibatkan Sebagai Relawan Tangguh Bencana

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bencanapenanggulangan bencanarelawan tangguh bencanatanggap darurat bencana

Editor

Next Post
Pembersihan reruntuhan bangunan pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, bagian upaya dari Tim SAR untuk menemukan para korban. Foto BNPB.

40 Korban Tewas Runtuhan Pesantren Al Khoziny Teridentifikasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media