Senin, 10 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

RAIN Wadah Merangkul Relawan Independen

Rabu, 8 Oktober 2025
A A
Relawan Indonesia (RAIN).

Relawan Indonesia (RAIN).

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Filosofi hujan, sumber kehidupan bagi seluruh makhluk hidup di bumi, menginspirasi para relawan independen menyatu dalam wadah bernama Relawan Indonesia (RAIN), tempat gerakan dan ruang bersama relawan independen yang selama ini bergerak sendiri-sendiri.

Pemilihan kata RAIN (hujan) untuk gerakan ini, dteguhkan sebagai nama lembaga yang baru dibentuk medio 7 bulan lalu, bertepatan pada peringatan World Water Day, 22 Maret 2025.

Pembina RAIN, Ahcmad Lukman mengisahkan, terbentuknya RAIN, berangkat dari pengalaman para relawan yang sering turun ke lokasi bencana.

Baca juga: Korban Tewas Runtuhan Bangunan Pesantren Al Khoziny Total 61 Orang

“Banyak relawan yang memiliki semangat kemanusiaan tinggi, tetapi tidak memiliki identitas surat tugas, dukungan logistik, atau koordinasi yang baik. Dari situlah muncul gagasan untuk membentuk wadah yang dapat merangkul, melindungi, dan menguatkan mereka agar bisa bergerak lebih efektif dan berkesinambungan, serta terarah punya tujuan,“ kata Lukman.

Penempatan Sekretariat RAIN di Wonorejo, Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dipilih dengan alasan lokasi strategi dan dapat memantau aktivitas Gunung Merapi.

RAIN kini menyebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, NTB, hingga ke daerah terpencil yang sulit diakses. Kehadiran wadah ini sebagai bentuk komitmen memberdayakan masyarakat, mandiri, dan tangguh tanpa meninggalkan budaya dan kearifan lokal.

Baca juga: Kelompok Difabel di Klaten Dilibatkan Sebagai Relawan Tangguh Bencana

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bencanapenanggulangan bencanarelawan tangguh bencanatanggap darurat bencana

Editor

Next Post
Pembersihan reruntuhan bangunan pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, bagian upaya dari Tim SAR untuk menemukan para korban. Foto BNPB.

40 Korban Tewas Runtuhan Pesantren Al Khoziny Teridentifikasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media