Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Rangkong Badak, Baning Cokelat dan Lutung Dilepasliarkan ke Habitatnya

Rabu, 30 Oktober 2024
A A
Rangkong Badak, salah satu satwa liar dilindungi yang dilepasliarkan di Sumatera Utara, 29 Oktober 2024. Foto KSDAE.

Rangkong Badak, salah satu satwa liar dilindungi yang dilepasliarkan di Sumatera Utara, 29 Oktober 2024. Foto KSDAE.

Share on FacebookShare on Twitter

Kelima lutung tersebut merupakan hasil penegakkan hukum tahun 2023 di beberapa daerah di Jawa Timur, yakni Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Probolinggo. Nyaris dua tahun mereka menjalani masa rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Lutung Jawa di Coban Talun, Kota Batu. Selama waktu itu juga mereka menjalani perawatan terlebih dahulu, agar terbebas dari berbagai penyakit bawaan atau yang tertular dari manusia (zoonosis).

Baca Juga: Subejo, Pencapaian Swasembada Pangan Butuh Kebijakan Tepat

Menurut Manajer JLC-TAFIP, Iwan Kurniawan, pemberian pelatihan perilaku untuk kelima lutung melalui kegiatan pengkayaan lingkungan (environmental enrichment). Harapanna, dapat membangkitkan naluri lutung untuk berperilaku alami.

“Ada tiga unsur penting dalam proses rehabilitasi lutung. Adaptasi lingkungan, adaptasi pakan, dan adaptasi sosial, sebelum lutung dinyatakan layak untuk dilepasliarkan”, imbuh Iwan.

Kelima lutung juga menjalani masa habituasi selama beberapa hari di Cagar Alam Pulau Sempu sebelum dilepasliarkan. Proses ini dilakukan dalam kandang pelepasan yang terbuat dari bahan jaring polinet. Habituasi ini memiliki tujuan untuk membantu lutung beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Baca Juga: Upaya Restorasi Lahan Gambut dengan Teknologi Paludikultur

Kepala BBKSDA Jatim, Nur Patria Kurniawan mengatakan kelima Lutung Budeng dilepasliarkan di cagar alam yang terletak di Malang Selatan. Setidaknya sudah ada 15 ekor lutung yang lebih dahulu dilepaskan.

“Semoga lutung-lutung yang direhab dan direlease dapat survive dan berkembang biak di Cagar Alam Pulau Sempu”, tambah Heru Rudiharta, Kepala Bidang Teknis – BBKSDA Jatim.

Pasca pelepasliaran, tim BBKSDA Jatim dan JLC-TAFIP melakukan monitoring intensif mulai saat lutung-lutung tersebut dilepaskan. Monitoring ini dilakukan untuk memastikan keberadaan lutung-lutung tersebut dalam bertahan hidup dan berkembangbiak. [WLC02]

Sumber: KSDAE KLHK

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Baning CokelatBBKSDA JatimBBKSDA Sumutlutungpelepasliaran satwa liarRangkong Badak

Editor

Next Post
Suasana di PGA Gamalama di Kota Ternate, 30 Okt 2024. Foto Kementerian ESDM.

Kisah Para Penjaga Gunung Api Jelang Erupsi hingga Banjir Pascaerupsi

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media