Rabu, 9 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sakit Jantung Butuh Biaya Tinggi, Cegah dengan Jalan Kaki

Penyakit jantung tak hanya banyak memakan korban, tetapi juga pengobatannya berbiaya tinggi. Padahal cara pencegahannya sangat murah.

Sabtu, 8 Oktober 2022
A A
Ilustrasi jantung. Foto geralt/pixabay.com

Ilustrasi jantung. Foto geralt/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Penyakit jantung atau kardiovaskular menjadi penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Berdasar hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes RI pada 2018, jumlah penderita penyakit jantung mencapai 4 hingga 5 juta jiwa. Sementara penyakit ini punya prevalensi sangat tinggi di dunia. Sekitar 1 dari 3 kasus kematian diperkirakan karena penyakit yang menyerang organ jantung.

“Penyakit jantung menjadi penyakit berbiaya tertinggi di Indonesia,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam peringatan Hari Jantung Sedunia 2022, 2 Oktober 2022.

Tiap tahun, klaim BPJS Kesehatan paling banyak untuk kardiovaskular. Penyakit ini juga banyak membuat masyarakat menderita karena biaya mahal. Bahkan, tak semua rumah sakit di seluruh provinsi di Indonesia punya dokter spesialis jantung.

Baca Juga: Keluarga Punya Riwayat Henti Jantung atau Sering Pingsan, Periksakan Jantung Anda

“Dari 34 provinsi hanya 28 provinsi yang bisa melakukan bedah jantung, karena dokter spesialis terbatas,” kata Budi.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Rendra Mahardhika Putra menjelaskan, ada beberapa klasifikasi penyakit jantung. Penyakit jantung koroner, penyakit jantung katup, penyakit jantung akibat kondisi genetis, penyakit jantung terkait hipertensi, dan penyakit jantung terkait kelistrikan. Penyakit jantung juga dapat disebabkan penyakit yang berkaitan dengan paru-paru.

“Orang pengidap asma, tak hanya paru-parunya yang bermasalah. Jantungnya juga,” tutur Rendra dalam diskusi “Jangan Tunggu Terlambat, Jaga Jantung Tetap Sehat”, 30 September 2020.

Baca Juga: Hati-hati, Penyakit Jantung Mengintai Generasi Jompo

Penyakit jantung memiliki dua spektrum, yaitu simptomatis (bergejala) dan asimptomatis (tanpa gejala). Kasus asimptomatis biasanya banyak ditemui pada pasien diabetes akibat kondisi neuropati yang menyertai.

Sedangkan simptomatis biasanya ditandai gejala-gejala yang khas. Seperti jantung berdebar serta nyeri dada sebelah kiri.

“Rasanya berat seperti tertimpa beban. Lalu menjalar ke lengan atau ke leher. Untuk beraktivitas bertambah berat nyerinya,” jelas Rendra.

Baca Juga: Kelebihan Gula dan Garam Jadi Biang Penyakit, Ini Tips Mengontrolnya

Selain itu, rasa sesak saat berjalan, naik tangga, perubahan posisi (misal dari duduk ke tidur), maupun saat terbangun di tengah malam.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: 1.000 langkahaktif bergerakBPJS Kesehatanjalan kakikardiovaskularKemenkesmakan makanan sehatpenyakit jantungpenyakit jantung koronerUnair

Editor

Next Post
Ilustrasi dunia digital. Foto TheDigitalArtist/pixabay.com

BIN Ingatkan, Bencana Alam Dapat Mengancam Keamanan Negara

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media