Rabu, 17 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sakit Jantung Butuh Biaya Tinggi, Cegah dengan Jalan Kaki

Penyakit jantung tak hanya banyak memakan korban, tetapi juga pengobatannya berbiaya tinggi. Padahal cara pencegahannya sangat murah.

Sabtu, 8 Oktober 2022
A A
Ilustrasi jantung. Foto geralt/pixabay.com

Ilustrasi jantung. Foto geralt/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Penyakit jantung atau kardiovaskular menjadi penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Berdasar hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes RI pada 2018, jumlah penderita penyakit jantung mencapai 4 hingga 5 juta jiwa. Sementara penyakit ini punya prevalensi sangat tinggi di dunia. Sekitar 1 dari 3 kasus kematian diperkirakan karena penyakit yang menyerang organ jantung.

“Penyakit jantung menjadi penyakit berbiaya tertinggi di Indonesia,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam peringatan Hari Jantung Sedunia 2022, 2 Oktober 2022.

Tiap tahun, klaim BPJS Kesehatan paling banyak untuk kardiovaskular. Penyakit ini juga banyak membuat masyarakat menderita karena biaya mahal. Bahkan, tak semua rumah sakit di seluruh provinsi di Indonesia punya dokter spesialis jantung.

Baca Juga: Keluarga Punya Riwayat Henti Jantung atau Sering Pingsan, Periksakan Jantung Anda

“Dari 34 provinsi hanya 28 provinsi yang bisa melakukan bedah jantung, karena dokter spesialis terbatas,” kata Budi.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Rendra Mahardhika Putra menjelaskan, ada beberapa klasifikasi penyakit jantung. Penyakit jantung koroner, penyakit jantung katup, penyakit jantung akibat kondisi genetis, penyakit jantung terkait hipertensi, dan penyakit jantung terkait kelistrikan. Penyakit jantung juga dapat disebabkan penyakit yang berkaitan dengan paru-paru.

“Orang pengidap asma, tak hanya paru-parunya yang bermasalah. Jantungnya juga,” tutur Rendra dalam diskusi “Jangan Tunggu Terlambat, Jaga Jantung Tetap Sehat”, 30 September 2020.

Baca Juga: Hati-hati, Penyakit Jantung Mengintai Generasi Jompo

Penyakit jantung memiliki dua spektrum, yaitu simptomatis (bergejala) dan asimptomatis (tanpa gejala). Kasus asimptomatis biasanya banyak ditemui pada pasien diabetes akibat kondisi neuropati yang menyertai.

Sedangkan simptomatis biasanya ditandai gejala-gejala yang khas. Seperti jantung berdebar serta nyeri dada sebelah kiri.

“Rasanya berat seperti tertimpa beban. Lalu menjalar ke lengan atau ke leher. Untuk beraktivitas bertambah berat nyerinya,” jelas Rendra.

Baca Juga: Kelebihan Gula dan Garam Jadi Biang Penyakit, Ini Tips Mengontrolnya

Selain itu, rasa sesak saat berjalan, naik tangga, perubahan posisi (misal dari duduk ke tidur), maupun saat terbangun di tengah malam.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: 1.000 langkahaktif bergerakBPJS Kesehatanjalan kakikardiovaskularKemenkesmakan makanan sehatpenyakit jantungpenyakit jantung koronerUnair

Editor

Next Post
Ilustrasi dunia digital. Foto TheDigitalArtist/pixabay.com

BIN Ingatkan, Bencana Alam Dapat Mengancam Keamanan Negara

Discussion about this post

TERKINI

  • Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Meutia Samira Ismet. Foto itk.ipb.ac.id.Meutia Ismet: Tambang Nikel Teluk Buli Ancam Ekosistem Laut hingga Kesehatan
    In Sosok
    Sabtu, 13 Juni 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Baleg DPR Janjikan RUU Masyarakat Adat Selesai 2026, Apa Saja akan Diatur?
    In Rehat
    Sabtu, 13 Juni 2026
  • Sidang gugatan intervensi Walhi atas kasus gugatan KLH melawan PT TPL di PN Medan, 10 Juni 2026. Foto Dok. Walhi.Gugatan Intervensi Walhi, PT TPL Harus Pulihkan 29.939 Ha Kawasan Terdampak Senilai Rp2,6 Triliun
    In News
    Jumat, 12 Juni 2026
  • Dosen Geologi Fakultas Teknik UGM, Gayatri Indah Marliyani. Foto Kagama.coGayatri Marliyani: Gempa Bumi di Laut Mindanao Umum Terjadi
    In Sosok
    Jumat, 12 Juni 2026
  • Ilustrasi kemarau panjang. Foto Adege/Pixabay.com.BMKG Prediksi El Nino 2026 Bertahan hingga Awal 2027
    In News
    Kamis, 11 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media