Jumat, 30 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Semut, Serangga Pintar Jadi Inspirasi Manusia Bertahan Hidup

Semut seringkali dianggap sebagai hewan pengganggu, sehingga sering disingkirkan. Padahal semut adalah serangga pintar yang menginspirasi manusia. Apa saja itu?

Rabu, 28 September 2022
A A
Ilustrasi koloni semut. Foto monsterpong09/pixabay.com

Ilustrasi koloni semut. Foto monsterpong09/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pernahkah terpikirkan, bahwa teknologi yang dibuat manusia, salah satunya meniru perilaku semut? Mengingat semut adalah serangga yang tergolong pintar. Ironisnya, semut acapkali dipandang negatif karena keberadaannya dianggap mengganggu manusia.

Lantas, apa saja kepintaran semut yang ditiru manusia?

“Semut punya teknik bertahan hidup yang dapat jadi pelajaran manusia untuk diterapkan di berbagai bidang,” kata Guru Besar Departemen Proteksi Tanaman IPB University, Profesor Damayanti Buchori dalam Pelatihan Identifikasi Semut oleh Perhimpunan Entomologi Indonesia pada 23 September 2022.

Baca Juga: Lalat Bisa Membantu Pakar Forensik Mengungkap Kasus Kriminal

Semut memiliki kemampuan membangun sarang koloni di bawah tanah dan dapat bertahan hingga berabad-abad. Sistem terowongan bawah tanah yang dibangun juga tidak mudah runtuh. Teknik ini kemudian dipelajari manusia dalam membangun ekskavasi. Seperti bagaimana membuat algoritma dalam pembuatan terowongan atau ekskavasi dalam tanah hingga aman.

“Bangunan semut juga dapat ditiru manusia. Seperti dalam membangun struktur menara atau sistem ventilasi bangunan,” kata Damayanti.

Ketua Pusat Ilmu Transdisiplin dan Keberlanjutan (CTSS) IPB University ini juga menjelaskan perilaku semut sudah banyak dipelajari. Seperti sistem navigasi dalam kelompoknya yang tidak pernah menimbulkan kemacetan dan tabrakan. Perilaku semut ini sedang dipelajari dalam pengembangan algoritma driverless car atau mobil tanpa sopir.

Baca Juga: Dewi Apri Astuti: Black Soldier Fly Penghasil Pakan Ternak Lebih Sehat dan Murah

Kajian ini, menurut Damayanti adalah hal tak terduga, bahwa perilaku serangga justru banyak dilihat sebagai ilmu baru yang dikembangkan para ahli komputer dan Informasi dan teknologi (IT).

“Jadi ayo, jangan ragu-ragu belajar perilaku serangga. Kini masih sangat sedikit yang mempelajarinya di Indonesia, karena rahasia masa depan AI (Artificial Intelligence) ada di serangga,” ajak Damayanti kepada para mahasiswa.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: AIalgoritmaArtificial IntelligenceekskavasiIPB UniversityITsemutserangga pintarteknik bertahan hidup

Editor

Next Post
Kiri: Penyelamatan Orangutan sumatera di lokasi fragmentasi hutan di Langkat (Foto ksdae.menlhk.go.id). Kanan: Visual Desa Mekar Makmur, Kabupaten Langkat (Foto Google Earth).

Penyelamatan Orangutan Sumatera dari Kawasan Fragmentasi Hutan di Langkat

Discussion about this post

TERKINI

  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media