Senin, 6 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Setengah dari 8000 Ton Sampah per Hari di Jakarta Berupa Sisa Makanan

Jumat, 1 November 2024
A A
Aksi Bersih Sungai di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipinang, Jumat, 1 November 2024. Foto PPID KLHK.

Aksi Bersih Sungai di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipinang, Jumat, 1 November 2024. Foto PPID KLHK.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Keunikan Geopark Vulkanik Purba di Sikka dan Budayanya

“Dengan melihat langsung di sini, saya bersama jajaran bisa memutuskan langkah-langkah yang harus kami elaborasikan, kami koordinasikan dengan pemerintah daerah. Singkat kata, kami tidak bisa saling menyalahkan. Dari level manapun kami berpikir bersama untuk menyelesaikan sampah di Jakarta,” kata dia.

Salah satu upaya itu dimulai dari membangun bank sampah unit atau pengelolaan unit sampah di tempat-tempat hulunya di RT/RW, kemudian menyaringnya dalam Bank Sampah Induk. Bank Sampah Induk mendistribusikan sampah-sampah yang bisa diolah.

Dengan begitu, sampah yang selama ini berakhir di TPST Bantargebang dapat ditekan jumlahnya, terutama dari jenis-jenis yang menjadi bahan baku daur ulang, termasuk sampah plastik dan sampah kertas. Untuk sampah sisa makanan dapat diolah menjadi kompos.

Baca Juga: Indonesia Ekspor Petai ke Jepang dari Perhutanan Sosial

Sebelumnya, Hanif meninjau pengelolaan sampah di hilir yaitu TPST Bantargebang dan perusahaan rintisan (Startup) Magalarva di Gunung Sindur, Bogor. Keduanya berhasil mengembangkan pengolahan sampah organik dengan memanfaatkan belatung maggot.

Sampah sungai

Sementara pencemaran air sungai di Jakarta, sebagian besar bersumber dari limbah domestik, termasuk kegiatan mandi, cuci, kakus (MCK), dan pembuangan tinja ilegal.

Bahkan saat berdialog dengan warga, Hanif mendapat laporan bahwa di RW 02 Kelurahan Cipinang Besar Selatan ditemukan ada lokasi pembuangan tinja oleh mobil tangki dari jasa penyedotan tinja. Ia minta hal tersebut menjadi perhatian serius pemerintah.

Baca Juga: Subejo, Pencapaian Swasembada Pangan Butuh Kebijakan Tepat

Sebagai langkah awal pengelolaan sampah di DAS Cipinang, KLH telah memasang jaring sampah di tiga wilayah utama, yaitu di Pekayon, Kampung Makassar dan Cipinang Besar Selatan. Sampah di ketiga titik ini dikumpulkan secara rutin oleh petugas PPSA dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.

Peta hulu hilir penanganan sampah

Perlu keseriusan untuk mengikuti alur proses dari sampah maupun limbah itu dari mana bermula dan dimana berakhir. Adapun langkah besarnya diklaim telah disusun dan terus dipantau. Hanif juga menyatakan akan berkomitmen untuk memperkuat segala instrumen yang telah diterbitkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kemudian segera mengambil langkah penegakan hukum terkait kondisi ini. Apabila perlu diambil proses pidana. Meskipun diakuinya tidak mudah.

“Kami tidak akan mundur. Ini untuk memberikan perhatian kepada khalayak. Kami di KLH sangat sungguh-sungguh menjaga Indonesia, karena kami di Jakarta. Jadi kami akan selesaikan Jakarta dulu,” ucap dia. [WLC02]

Sumber: PPID KLHK

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: DAS CipinangDKI Jakartafood wasteKementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidupsampah domestiksampah sisa makanan

Editor

Next Post
Masyarakat dan Walhi menolak penambangan timah di perairan Batu Beriga, Kepulauan Bangka Beitung, 12 Mei 2024. Foto Walhi.

Persatuan Masyarakat Peduli Batu Beriga Tolak Tambang Timah Laut

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Kebun eukaliptus PT Adindo Hutan Lestari di Kalimantan Utara. Foto Yayasan Auriga Nusantara.Mengapa Viskosa Harus Masuk Aturan UU Anti Deforestasi Uni Eropa?
    In Rehat
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi salah satu kucing ras jumbo. Foto Kadisha/Pixabay.com.Mengenal Kucing Ras Jumbo untuk Dipelihara di Rumah
    In Rehat
    Kamis, 25 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media