Selasa, 21 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tak Hanya Megathrust, Pakar Ingatkan Warga Waspada Sesar Aktif di Daratan

Rabu, 25 September 2024
A A
Bangunan rumah roboh akibat gempa M5,0 di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 18 September 2024. Foto Dok. BNPB.

Bangunan rumah roboh akibat gempa M5,0 di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 18 September 2024. Foto Dok. BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

“Sesar Garsela ini memang sudah kita petakan di Peta Gempa Nasional tahun 2017 dan juga di Peta Gempa tahun 2024,” ujar Rahma melalui sambungan teleconference, Kamis, 19 September 2024.

Menurut Rahma sesar Garsela memiliki dua segmen yakni segmen rakutai dan segmen kencana. Namun masih diperlukan investigasi lebih lanjut guna memastikan penyebab gempa yang terjadi di Kabupaten Bandung, terlebih bila melihat pusat kerusakan yang berada 5 Km di sisi barat pusat gempa.

Ia memprediksi gempa tersebut tidak terkait langsung dengan gempa megathrust karena berbeda letak dan posisi lempeng.

Baca Juga: Djati Mardiatno, Masyarakat Bisa Lakukan Mitigasi Kekeringan Mandiri

“Yang terjadi di Bandung itu ada di lempeng Eurasia, sedangkan kalau Megathrust itu pertemuan antara lempeng Eurasia dan Indo Australia. Secara langsung tidak terkait,” jelas dia.

Rahma juga mencatat bahwa meskipun gempa ini tidak berhubungan langsung dengan megathrust, ada kemungkinan aktivitas seismik di Pulau Jawa dipengaruhi oleh pergerakan lempeng di bawahnya. Oleh karena itu, investigasi lebih lanjut diperlukan, termasuk studi terhadap sesar lokal di sekitar Kertasari dan dampaknya terhadap wilayah tersebut.

Beradaptasi dengan gempa

Meskipun dihimpit banyak sesar aktif daratan dan zona megathrust, Gayatri menghimbau masyarakat untuk tidak panik dan menekankan pada pentingnya edukasi dalam beradaptasi dan memitigasi dampak dari bencana gempa.

Baca Juga: Kadar Glukosa Penderita Diabetes Turun Usai Konsumsi Kratom

Langkah awal yang bisa dilakukan adalah selalu waspada di manapun berada dengan mengetahui ancaman gempa yang mungkin terjadi. Ia juga meminta agar masyarakat melakukan perencanaan di berbagai level hingga ke lingkungan keluarga.

“Melakukan persiapan pribadi tentunya, jadi sudah paham, kalau terjadi gempa apa yang harus kita lakukan. Minimal kita sudah siap tas siaga bencana,” ujar dia.

Pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiagaan dalam menghadapi bencana gempa juga perlu ditingkatkan karena jika masyarakat bergerak sendiri hasilnya tidak akan optimal. Sebagai langkah konkret, Gayatri menggarisbawahi pentingnya edukasi kebencanaan yang konsisten dan terus-menerus dilakukan oleh pemerintah bersama dengan para pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga: Irwan Meilano, Gempa Bumi Tak Hanya dari Zona Megathrust di Pantai Selatan

“Edukasi ini bertujuan untuk menjaga kesiapsiagaan masyarakat tanpa menimbulkan ketakutan yang berlebihan,” imbuh dia.

Rahma menambahkan, untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, mitigasi struktural dan kesadaran publik terhadap prosedur penyelamatan diri saat gempa terjadi penting disampaikan. Penguatan bangunan sesuai dengan standar tahan gempa, penyusunan rencana evakuasi, serta penyediaan tas siaga adalah langkah-langkah yang dapat mengurangi dampak kerusakan dan korban jiwa dalam kejadian gempa mendatang. [WLC02]

Sumber: UGM, BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BRINGempa Daratgempa MegathrustGeologi UGMmitigasi gempasesar aktifSesar GarselaSesar Kertasari

Editor

Next Post
Asteroid di antara Bumi dan bulan. Foto BRIN.

Mengenal Bulan Mini yang Mengelilingi Bumi pada 25 dan 29 September 2024

Discussion about this post

TERKINI

  • Dampak diberlakukannya penutupan TPA Piyungan mulai 23 Juli hingga 5 September, sejumlah tumpukan sampah mulai terlihat di Kota Yogyakarta. Foto Forpi Kota Yogyakarta.Proyek PSEL Yogyakarta Ditunda, Mengapa Konsorsium Pemenang Tender Sudah Diumumkan?
    In News
    Selasa, 21 Juli 2026
  • Ilustrasi regenerasi pohon. Foto Agnieszka/Pixabay.com.Mekanisme Regenerasi Pohon dan Nilai Spiritual Ekologis dalam Al-Qur’an
    In IPTEK
    Senin, 20 Juli 2026
  • Kebakaran di TPA Benowo di Surabaya, 19 Juli 2026. Foto Dok. DKPKP Surabaya.TPA Benowo Terbakar, Risiko Sistem Pemrosesan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 20 Juli 2026
  • Mengenal orangutan tapanuli. Foto Dok PPID Kemenlhk.Survei Terbaru Populasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli Jadi Pijakan Kebijakan Konservasi
    In News
    Sabtu, 18 Juli 2026
  • Tanah longsor di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Mei 2026. Foto BPBDKabupaten Bogor.Pulau Jawa Hadapi Tekanan Ekologis, Negara Harus Hentikan Perampasan Ruang Hidup
    In News
    Kamis, 16 Juli 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media