Senin, 5 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tips Kontrol Asupan Gula, Rajin Cek Label Kemasan Pangan

Aman dari kelebihan gula saat mengkonsumsi makanan minuman instan ternyata ada tipsnya. Apa saja itu?

Selasa, 11 Oktober 2022
A A
Ilustrasi pengecekan kadar gula. Foto stevepb/pixabay.com

Ilustrasi pengecekan kadar gula. Foto stevepb/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kampanye mengurangi asupan gula cukup massif digalakkan. Kelebihan kadar gula dalam tubuh akan menyebabkan penyakit diabetes melitus (DM). Apalagi penderita DM tipe 2 kian meningkat. Lewat DM, aneka penyakit pun gampang masuk. Berat badan juga meningkat sehingga mengakibat overweight.

Tak hanya kelebihan gula. Kekurangan gula pun membuat ketidakseimbangan pada tubuh sehingga menyebabkan penyakit juga.

“Apapun yang terlalu banyak atau sedikit itu mempengaruhi kondisi tubuh,” kata Dosen Ilmu Gizi asal Universitas Airlangga (Unair), Lailatul Muniroh mengingatkan.

Baca Juga: Hati-hati, Penyakit Jantung Mengintai Generasi Jompo

Tentulah, mengolah makanan sendiri akan memudahkan kita mengontrol asupan gula dalam tubuh. Lantas bagaimana kalau kita mengonsumsi makanan dan minuman instan yang lebih mudah dinikmati?

Lailatul pun berbagi tips.

Pertama, mengetahui kadar gula yang baik untuk tubuh. Konsumsi gula sebaiknya dibatasi 10 persen dari jumlah kalori yang dibutuhkan oleh tubuh. Rata-rata seseorang membutuhkan asupan, baik dari minuman atau makanan sebanyak 50 gram gula.

“Itu setara dengan 4-5 sendok makan gula,” jelas Lailatul.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: diabetes militusgaya hidup sehatkadar gulalabel panganmakanan dan minuman instanUnair

Editor

Next Post
Guru Besar Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB University, Prof. Agus Saleh Atmodipoera. Foto oceanexpert.org

Agus Atmadipoera: Riset di Laut Banggai Ungkap Upwelling Iklim Masa Lampau

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media