Sabtu, 10 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Usai Liburan Malah Tak Bersemangat, Itu Tanda-tanda Post-Holiday Blues

Biasanya, orang bersemangat kembali usai liburan. Namun kalau kondisinya malah sebaliknya, itu pertanda mengalami gangguan psikis. Apakah itu?

Jumat, 11 Maret 2022
A A
Ilustrasi tak bersemangat. Foto geralt/pixabay.com.

Ilustrasi tak bersemangat. Foto geralt/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

“Tidur larut malam atau rencana perjalanan yang terlalu padat juga dapat menimbulkan post-holiday blues,” imbuh dia.

Bagaimana Penyembuhannya?

Perlu dimaknai kembali bahwa liburan berbeda dengan penyembuhan. Healing merupakan proses penyembuhan yang dibantu serta didampingi oleh pihak yang kompeten. Sedangkan liburan merupakan proses untuk mengistirahatkan diri.

“Perlu dimaknai ulang, jika jadwal liburannya padat, maka tidak ada proses penyembuhan,” papar alumni Psikologi Universitas Gadjah Mada tersebut.

Baca Juga: Punya Risiko Tinggi Diabetes, Lakukan Skrining Dini Setahun Sekali

Meredakan gejala PHB bisa dimulai dengan mengakui apa yang dirasakan dan menganggap hal tersebut wajar. Kemudian menceritakan masalah yang dihadapi kepada orang-orang yang dipercaya. Selain itu, melakukan olahraga ringan serta memperbanyak gerak juga dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kembali produksi hormon kebahagiaan, seperti endorfin dan dopamin.

Kemudian berlatih mengelola stres agar PHB tidak semakin parah. Seperti memahami masalah apa saja yang dapat memicu stres, menghindari pemicu stres, mengubah atau mengemukakan pikiran yang menyebabkan tertekan. Juga beradaptasi atau melatih keterampilan saat berada dalam situasi tidak nyaman, serta memahami bahwa tidak semua hal dapat dikendalikan.

Baca Juga: Selamat Jalan Hilman “Lupus” Hariwijaya…

Dengan berlatih mengelola stres, seseorang akan lebih mudah memahami bagaimana dirinya mengalokasikan waktu untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. Liburan yang dilakukan pun bukan upaya untuk menghindar dari tanggung jawab, melainkan sebagai sarana istirahat.

“Perlu diingat, stres mengingatkan hal-hal berbahaya yang akan menjerumuskan kita. Reaksi kita lah yang menentukan kita dapat menghadapinya atau tidak,” ucap Toetiek. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: dopaminendorfinhealingliburanpenyembuhanpost-holiday bluesstrestak bersemangat

Editor

Next Post
Satu unit tipe mobil mini bus masuk ke sungai saat banjir bandang melanda enam desa di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Kamis, 10 Maret 2022. Foto BPBD Kabutan Tuban.

Satu Mobil Terbawa Arus Banjir Bandang di Tuban, Satu Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media