Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Usai Longsor dan Banjir Bandang di Deli Serdang, Tiga Orang dalam Pencarian

Jumat, 29 November 2024
A A
Kondisi jalan lintas Medan-Berastagi usai longsor di wilayah Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, 27 November 2024. Foto Dok.BPBD Deli Serdang.

Kondisi jalan lintas Medan-Berastagi usai longsor di wilayah Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, 27 November 2024. Foto Dok.BPBD Deli Serdang.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Hingga Jumat, 29 November 2024, masih ada tiga orang dalam pencarian pascabanjir bandang dan longsor di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara. Jumlah tersebut terdiri dari 2 orang korban banjir bandang di Desa Martelu dan 1 orang korban longsor di Desa Sembahe.

Banjir bandang yang melanda Desa Martelu terjadi pada Sabtu, 23 November 2024 lalu. Korban jiwa terdampak kejadian ini meliputi 9 orang mengalami luka, 4 orang tewas, dan 2 orang dilaporkan hilang.

Daftar korban tewas adalah Kartini br Sitepu (65 tahun), Elsie Nadinda Rahel Simanjuntak (3 tahun), Serta br Ginting (81 tahun), dan Perdamenta (35 tahun). Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian untuk korban hilang atas nama Budi Utama Simanjuntak dan Gerge Barus.

Baca Juga: KKP akan Luncurkan Peta Nasional Padang Lamun Akhir 2024

Belum genap sepekan berselang, tepatnya Rabu, 27 November 2024 pukul 02.00 WIB, tanah longsor melanda wilayah Desa Sembahe. Kejadian yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi sepanjang hari ini mengakibatkan 6 orang tewas dan 1 orang hilang.

Korban tewas yang sudah terindetifikasi sebanyak 5 orang, sedangkan 1 jenazah masih dalam proses identifikasi. Enam jenazah tersebut adalah Marti Sinulingga (57 tahun), Jessica Adriani Hutapea (20 tahun), Ryan Hardiansyah, Marta Damayanti Sagala (23 tahun), Angga Figantara Sinaga (21 tahun), dan Mrs. X.

Tim SAR gabungan turut menurunkan anjing pelacak K9 untuk membantu proses pencarian para korban yang dilaporkan hilang tersebut.

Baca Juga: Mengamati Terumbu Karang dan Perilaku Jalak Bali di TN Bali Barat

Laporan yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga siaran pers ini dirilis, bahwa jalan lintas Medan-Berastagi belum dapat dilalui kendaraan, baik motor maupun mobil akibat tertimbun material longsor.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Banjir BandangBanjir dan LongsorBNPBCuaca EkstremKabupaten Deli Serdang

Editor

Next Post
Penanganan medis dalam kegiatan pendakian dan wisata petualangan melalui "Indonesia Wilderness Medicine Society" pada kegiatan IMMS 2024, Jakarta, 23 November 2024. Foto Dok. Kemenparekraf.

Pengelola dan Pegiat Wisata Pendakian Mesti Punya Keterampilan Medis

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media