Selasa, 3 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Waspada Virus Varian Superflu, Pakar Mikrobiologi Ingatkan Masker dan Pola Hidup Bersih

Ada potensi akan menyebabkan sistem kekebalan manusia menjadi tidak mampu untuk melawan, dan konsekuensi lainnya, seperti penularan yang lebih cepat.

Sabtu, 10 Januari 2026
A A
Ilustrasi gaya hidup mengenakan masker di keramaian. Foto Surprising_SnapShots/pixabay.com.

Ilustrasi gaya hidup mengenakan masker di keramaian. Foto Surprising_SnapShots/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ancaman virus influenza di Indonesia kini memasuki babak baru. Ditandai dengan kemunculan varian H3N2 Subclade K atau yang populer disebut dengan “Superflu”.

Dosen Mikrobiologi FK-KMK UGM, Prof. Tri Wibawa dan pakar imunologi dari Departemen Mikrobiologi dan Parasitologi Kedokteran, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair), Agung Dwi Wahyu Widodo menjelaskan.

Penggunaan nama ‘superflu’ pada varian virus ini bukanlah istilah ilmiah. Berdasarkan bukti yang ada selama ini, belum ada indikasi bahwa Influenza A ”subclade” K lebih virulen dibandingkan virus influenza H3N2 yang telah beredar selama ini.

“Harus tetap waspada, karena virus influenza H3N2 memang dapat berakibat fatal bagi orang yang rentan, seperti lansia,” jelas Tri, Jumat, 9 Januari 2026.

Baca juga: Dana Pemulihan Pascabencana Sumatra Rp59,25 Triliun, DPR Minta Transparans dan Tepat Sasaran

Sebanyak 62 kasus Influenza A ”subclade” K ditemukan di Indonesia dengan jumlah kasus terbanyak dilaporkan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Menurut hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS), kasus ini telah terdeteksi sejak Agustus 2025 dan per Desember 2025 telah terkumpul sebanyak 62 kasus.

Meskipun virus Influenza A ”subclade” K tidak menunjukkan peningkatan keparahan, tetapi virus ini tetap perlu diwaspadai. Berdasarkan kabar terbaru, satu orang meninggal dunia di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung usai terjangkit superflu.

Mutasi dan risiko gejala berat

Varian H3N2 yang kini tengah menjadi sorotan merupakan bagian dari virus Influenza tipe A. Influenza A memiliki variasi antigenik yang tinggi karena ada protein permukaan Hemaglutinin (HA) dan Neuraminidase (NA). Fenomena Superflu terjadi akibat antigenic drift atau mutasi genetik yang membuat virus terus berevolusi.

Secara genetik, virus influenza A ”subclade” K memiliki perbedaan dengan virus yang sebelumnya bersirkulasi. Namun dapat dipastikan subclade K ini tetap memiliki kekerabatan dekat dengan virus flu musiman yang kerap dialami banyak orang.

Baca juga: Kasus Superflu di Indonesia, Legislator Minta Perkuat Anggaran dan Protokol Kesehatan

Saat ini, para ahli virus menganggap belum ada tanda yang menunjukkan sesuatu yang tidak biasa dalam cara virus ini berevolusi. Sebab virus tersebut selalu berubah dalam rangka revolusinya.

“Sejauh ini, tidak ada bukti dari studi laboratorium maupun studi populasi bahwa varian ini dapat menghindari kekebalan tubuh manusia yang terbentuk oleh infeksi influenza sebelumnya atau dari vaksin yang telah didapatkan,” jelas dia.

Varian Influenza A ”subclade” K mengalami perubahan dari waktu ke waktu, berdasarkan dari sifat materi genetik (RNA) yang dibawanya. Kemampuannya melakukan penyusunan ulang genetik (reassortment) inilah yang memicu munculnya varian-varian baru yang berpotensi menimbulkan gejala lebih berat bagi individu yang tidak memiliki kekebalan.

Dari perubahan genetik kecil yang terjadi tersebut, dapat menghasilkan virus-virus varian baru yang berkerabat dekat. Perubahan virus yang cepat dan muncul varian baru yang secara signifikan berbeda akan memengaruhi sistem kekebalan tubuh manusia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: kelompok rentanMetode Real-Time PCRPakar MikrobiologiSuperfluVirus Influenza H3N2

Editor

Next Post
Peta area tambang PT Agincourt. Foto Jatam.

Walhi Sebut Penegakan Hukum terhadap Perusahaan Penyebab Banjir Sumatra Setengah Hati

Discussion about this post

TERKINI

  • Dissinformasi InaEEWS di akun Telegram. Foto Dok. BMKGBMKG Tegaskan Akun Telegram InaEEWS yang Beredar Palsu dan Ilegal
    In News
    Jumat, 27 Februari 2026
  • Desakan penghentian izin lingkungan PT DPM. Foto Jatam.Putusan PTUN Batalkan Izin Lingkungan, PT DPM Ngotot Urus Izin Baru
    In Lingkungan
    Kamis, 26 Februari 2026
  • Guru Besar Teknik Kimia, Prof. Wiratni. Foto UGM.Yogyakarta/instagram.Wiratni, Pilihan Teknologi Pengolahan Sampah di Setiap Wilayah Tak Bisa Diseragamkan
    In Sosok
    Kamis, 26 Februari 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Walhi: Konsep Hak Pengelolaan dan Bank Tanah Merampas Hak Rakyat atas Tanah
    In News
    Rabu, 25 Februari 2026
  • Ilustrasi pengguna earphone bluetooth. Foto freepik.com.Klaim Earphone Bluetooth Berbahaya Bagi Otak Belum Ada Bukti Ilmiah
    In IPTEK
    Rabu, 25 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media