Jumat, 6 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Zullies Ikawati: Penghentian Obat Cair Harus Perhatikan Risiko dan Manfaat

Penghentian sementara obat berbentuk cair terkait dugaan mengandung zat pelarut penyebab gagal ginjal akut pada anak dinilai dilematis. Bagaimana masyarakat harus mensikapi?

Sabtu, 22 Oktober 2022
A A
Guru Besar Farmasi UGM Prof. Zullies Ikawati. Foto ugm.ac.id.

Guru Besar Farmasi UGM Prof. Zullies Ikawati. Foto ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Tetap tenang dan tidak panik,” kata Zullies.

Baca Juga: Banjir Trenggalek, Satu Orang Meninggal Dunia dan Ribuan Rumah Terendam

Masyarakat disarankan mengikuti saran lembaga resmi pemerintah, seperti Kemenkes, BPOM, asosiasi dokter dan lainnya untuk menghindari konsumsi obat bentuk sirup hingga diperoleh hasil yang lebih pasti.

Apabila anak-anak mengalami sakit demam, batuk, maupun pilek, sebaiknya mengonsumsi obat parasetamol dalam bentuk puyer, kapsul, tablet, suppositoria (melalui dubur) atau bentuk lainnya. Untuk mengurangi rasa pahit bisa ditambah pemanis yang aman bagi anak. Juga selalu mengonsultasikan efek penggunaan obat sirup dengan dokter maupun apoteker.

“Meskipun imbauan tidak menggunakan obat berbentuk sirup itu keputusan dilematis,” kata Zullies.

Baca Juga: Lepas dari Jerat, Siti Reuko Kembali Mengaum di Hutan Sangir Aceh

Mengingat obat berbentuk sirup banyak digunakan anak-anak yang belum bisa menelan obat bentuk tablet atau kapsul. Penghentian penggunaan obat sirup akan berdampak bagi anak-anak penderita penyakit kronis yang harus minum obat rutin berbentuk sirup. Apalagi penggunaannya selama ini tidak menimbulkan efek samping membahayakan. Misalnya, anak dengan epilepsi yang harus minum obat rutin. Ketika obatnya dihentikan atau diubah bentuknya bisa menjadikan kejangnya tidak terkontrol.

Menurut Zullies, saat ini risiko terjadinya gagal ginjal akut dianggap lebih besar dengan penggunaan obat sirup sehingga disarankan penghentiannya. Namun semestinya diatur secara bijaksana.

“Dengan mempertimbangkan risiko dan manfaat. Bukan digebyah uyah (disamaratakan) ya,” tukas Zullies. [WLC02]

Sumber: Universitas Gadjah Mada

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BPOMDietilen glikolEtilen glikolgagal ginjal akutgagal ginjal akut pada anakgliserinKemenkesobat cairobat siruppropilen glikolUGMZullies Ikawati

Editor

Next Post
Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Kamis, 30 Juni 2022. Foto magma.esdm.go.id

Skema Mitigasi Bencana Gunung Api Perlu Kolaborasi dan Alat Canggih

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media