Senin, 8 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Aksi Solidaritas Perempuan Yogyakarta Mengecam Kekerasan di Iran

Sabtu, 29 Oktober 2022
A A
Aksi solidaritas perempuan Yogyakarta mengecam kekerasan di Iran. Foto dok. LBH Yogyakarta

Aksi solidaritas perempuan Yogyakarta mengecam kekerasan di Iran. Foto dok. LBH Yogyakarta

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Di atas lembar-lembar koran yang di lantai, sejumlah perempuan bergantian menabur bunga mawar. Lalu bergantian pula, mereka memotong sebagian rambutnya. Kemudian diletakkan di atas lembaran koran bertabur kembang. Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, Sabtu pagi, 29 Oktober 2022, bernuansa duka.

Mereka yang bergabung dalam Solidaritas Jogyakarta untuk Iran (Sojui) adalah aktivis, jurnalis, pekerja rumah tangga, akademisi, dan mahasiswa, yang berhijab atau pun tidak tengah menggelar aksi solidaritas untuk Mahsa Amini. Dia adalah perempuan muda Iran yang tewas karena diduga dipukul polisi moral di Teheran karena tidak memakai hijab sesuai aturan.

Baca Juga: Google Doodle Peringati Setahun Tempe Mendoan Jadi Warisan Budaya Takbenda

Solidaritas berupa aksi simbolik dengan menggunting rambut merupakan penanda, bahwa perempuan berdaulat atas dirinya. Sedangkan bunga-bunga tabur yang mereka bawa adalah simbol duka cita.

Aktivis perempuan Yogyakarta, Damairia Pakpahan menjelaskan, aksi damai itu bentuk solidaritas untuk perempuan. Bukan semata masalah hijab, melainkan menentang segala bentuk pelanggaran hak asasi manusia.

Baca Juga: World Energy Outlook 2022: Perang Rusia – Ukraina Percepat Transisi Energi

“Kami menyerukan agar negara dan setiap orang menghormati pilihan perempuan mengenakan dan tidak mengenakan jilbab. Menghargai pilihan perempuan dengan bebas berdaulat,” kata Damairia dalam siaran pers yang diterima Wanaloka.com.

Aksi solidaritas itu berpijak pada kasus penangkapan perempuan beretnis Kurdistan, Mahsa Amini oleh polisi Iranpada 13 September 2022 di sebuah Stasiun Teheran. Mahsa usai turun dari kereta api. Ia datang dari Kota Saqqez bersama saudaranya. Polisi moralitas Iran menangkapnya dengan tuduhan tidak memakai hijab sesuai aturan.

Baca Juga: Menyenangkan, Cuaca Jakarta Pagi hingga Malam Cerah

Rekaman CCTV di kantor polisi merekam dia jatuh dan pingsan ketika menunggu panggilan pemeriksaan. Dia dibawa ke rumah sakit dalam keadaan koma, kemudian meninggal pada 16 September 2022.

Kematian Mahsa menyulut gelombang protes besar di Iran dan seluruh dunia. Kelompok hak asasi manusia Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia atau HRNA menyebutkan, pasukan keamanan Iran berlaku membabi buta. Mereka telah membunuh 244 pengunjuk rasa dan menangkap lebih dari 12.500 orang dalam demonstrasi anti-pemerintah yang dipicu kematian Mahsa Amini.

Baca Juga: Banjir Landa Lamsel dan Majene, BNPB Laporkan Dua Orang Meninggal Dunia

Sebagian demonstran yang tewas merupakan anak-anak. Komite Perlindungan Jurnalis atau Committee to Protect Journalists dan sejumlah media massa melaporkan pemerintah Iran juga menangkap dan menahan 40 jurnalis.

Aksi Sojui merupakan kelanjutan aksi yang sudah berlangsung di depan Kedutaan Iran di Jakarta pada 3 dan 18 Oktober.

Baca Juga: Misteri Gunung Api

“Kami juga mengungkapkan rasa simpati yang mendalam kepada keluarga pengunjuk rasa Iran yang luar biasa dan yang kehilangan nyawa,” ujar Damai.

Solidaritas ini mendesak Pemerintah Republik Iran untuk menghentikan kekerasan terhadap demonstran dan jurnalis. Selain itu, aksi ini juga mendesak Pemerintah Republik Islam Iran untuk melakukan investigasi ulang secara independen dengan metode yang transparan dan jujur untuk mengungkap kematian Mahsa Amini.

Baca Juga: Covid-19 Terus Bermutasi, Masyarakat Jangan Khawatir Berlebihan

Pemerintah Indonesia sepatutnya bersuara dan mendesak Pemerintah Iran untuk menghentikan segala bentuk kekerasan seperti penangkapan, pemukulan, dan penembakan pengunjuk rasa yang memperjuangkan hak asasi manusia.

Pemaksaan pemakaian jilbab tidak hanya terjadi di Iran, melainkan juga di Indonesia. Human Rights Watch (HRW) menerbitkan laporan tentang berbagai aturan pemaksaan pemakaian jilbab di sekolah-sekolah negeri dan kantor pemerintahan pada Maret 2021. Temuan HRW menunjukkan pengalaman korban pemaksaan jilbab dalam bentuk intimidasi, perundungan, penghakiman publik, dan teror psikologis yang membuat korban trauma.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: aktivis perempuan YogyakartaHak asasi manusiajilbabkekerasan di IranLBH YogyakartaMahsa Aminipemerintah IranSolidaritas Jogjakarta untuk Iranthe Special Rapporteur on Peaceful Assembly

Editor

Next Post
Korban meninggal dampak banjir melanda Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, bertambah. Foto Dok BNPB.

Banjir Lampung Selatan Korban Meninggal Dunia Bertambah

Discussion about this post

TERKINI

  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Krisis Lingkungan yang Dibuat Rezim Saat Ini Dibayar Mahal Generasi Mendatang
    In Lingkungan
    Minggu, 7 Juni 2026
  • Pakar Pencemaran dan Toksikologi IPB University, Prof. Etty Riani. Foto Dok. Harita.Etty Riani, Sampah Muara Angke Ancam Ekosistem Mangrove
    In Sosok
    Sabtu, 6 Juni 2026
  • Tanggul laut raksasa di pantai utara Jakarta. Foto SDA PU.Menteri Jumhur: Giant Sea Wall Bukan Solusi Tunggal Rob Pantura, Penanaman Air Solusi Tanah Amblas
    In Lingkungan
    Sabtu, 6 Juni 2026
  • Beberapa pulau-pulau kecil di Raja Ampat, Papua Barat Daya tampak gundul akibat penambangan nikel. Foto Dok. AMAN.Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pembangunan Ekstraktif di Papua Sumbang 70 Persen Deforestasi Nasional
    In Lingkungan
    Jumat, 5 Juni 2026
  • Rakor kesiapsiagaan menghadapi kemaru 2026 di Jawa Barat. Foto Dok. BMKG.Antisipasi Kekeringan 2026, TNI AD Pilih Lakukan Pengeboran Sumur
    In News
    Jumat, 5 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media