Kamis, 17 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

BNPB Tangani Wabah Rabies di TTS dengan Vaksinasi Anjing

Rabu, 31 Januari 2024
A A
Proses vaksinasi rabies pada anjing di Timor Tengah Selatan, NTT, 31 Januari 2024. Foto Dok. BNPB.

Proses vaksinasi rabies pada anjing di Timor Tengah Selatan, NTT, 31 Januari 2024. Foto Dok. BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, bersama Satuan Tugas Penanganan Rabies melakukan peninjauan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka mengantisipasi wabah rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 31 Januari 2024.

Suharyanto menjelaskan, BNPB telah diberi mandat untuk mendukung penanganan wabah rabies di wilayah NTT. Adapun fokus penanganan yang dilakukan adalah pemberian vaksinasi terhadap penyebab wabah itu sendiri yang berasal dari hewan peliharaan atau yang akrab disebut anak berbulu (anabul), khususnya anjing.

“Saat ini, fokus vaksinasi terjadap hewan peliharaan (anjing), sehingga apabila ada yang tergigit tidak akan menimbulkan rabies. Kami minta masyarakat dapat secara aktif memberikan vaksin kepada hewan peliharaan serta lebih waspada terhadap potensi gigitan,” kata Suharyanto.

Baca juga: Koalisi Sipil Desak Bebaskan Aktivis Lingkungan #SaveKarimunjawa

Dengan pengalaman penanganan pandemi Covid-19 serta Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Suharyanto berharap wabah rabies dapat teratasi dengan baik dengan dukungan pemerintah pusat melalui BNPB. Suharyanto menyatakan proses pemberian vaksin akan dilakukan selama tiga bulan ke depan.

“Kami berharap bisa segera teratasi dalam tiga bulan ini. Apabila belum, kami akan perpanjang tiga bulan kembali,” tutur Suharyanto.

Pada kesempatan tersebut, vaksinasi rabies diberikan kepada 36 ekor anjing. Sebanyak 26 ekor di antaranya menerima vaksin ke-1 dan 10 ekor lainnya vaksin booster.

Baca juga: Badan Geologi Proses Perizinan Air Tanah dan Identifikasi Mineral Kritis

Selama tahun 2023, Kabupaten TTS telah melakukan vaksinasi rabies pada anjing sebanyak 39.744 dosis untuk vaksin ke- 1 dan 72 dosis vaksin booster. Pada tahun 2024 telah diberikan 848 Dosis vaksin ke-1 dan 10 dosis untuk vaksin booster hingga 31 Januari 2024. Vaksin yang dipakai antara lain Nobivac, Neo Rabivet, dan Rabisin.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BNPBdaging anjingDMFIvaksinasi rabieswabah rabies

Editor

Next Post
BMKG audiensi dengan Pemprov Jawa Barat soal antisipasi cuaca ekstrem pada hari pemungutan suara, 29 Januari 2024. Foto Dok. BMKG.

BMKG Ingatkan Antisipasi Cuaca Ekstrem Hari Pencoblosan Pemilu 2024

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media