Jumat, 30 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dwi Sendi Priyono, Ini Tantangan Ahli DNA Forensik Satwa Liar di Indonesia

Salah satu tantangan penanganan perdagangan satwa ilegal adalah seringkali melibatkan barang sitaan yang tidak utuh, sehingga sulit diidentifikasi secara morfologi.

Rabu, 21 Agustus 2024
A A
Ahli DNA forensik satwa liar, Dwi Sendi Priyono (tengah). Foto Dok. UGM.

Ahli DNA forensik satwa liar, Dwi Sendi Priyono (tengah). Foto Dok. UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwi Sendi Priyono baru saja ditetapkan sebagai anggota penuh pertama dari Indonesia di Society for Wildlife Forensic Science (SWFS), sebuah organisasi internasional untuk ilmu forensik satwa liar. Penetapan itu tak lepas dari kepakarannya sebagai seorang ahli DNA forensik satwa liar.

“Motivasi utama saya bergabung dengan SWFS adalah untuk memperluas jaringan profesionalnya dan mengakses pengetahuan terbaru dalam bidang forensik satwa liar, khususnya dalam pendekatan DNA,” kata Sendi dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu, 21 Agustus 2024.

Dengan keanggotaan penuh ini, Sendi berharap dapat memperkuat penanganan kejahatan satwa liar di Indonesia. Mengingat selama ini Indonesia dikenal sebagai rumah bagi keanekaragaman hayati yang luar biasa, sekaligus menjadi pusat perdagangan satwa ilegal.

Baca Juga: Pakar Gempa Ungkap Potensi Gempa Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut Sama Besar

Dengan keanggotaan ini pula, ia bisa berkolaborasi dengan para ahli internasional untuk mengembangkan metode yang lebih efektif dalam menangani kejahatan satwa liar. Juga mendukung upaya pelestarian spesies yang terancam punah di Indonesia.

Posisi Indonesia yang menjadi pusat megabiodiversitas dunia menyebabkan tantangan dalam penanganan kejahatan satwa liar semakin kompleks. Menurut dia, perdagangan satwa ilegal seringkali melibatkan barang sitaan yang tidak utuh, sehingga sulit diidentifikasi secara morfologi.

“Keterampilan dalam pengujian DNA menjadi sangat penting,” ujar Kepala Laboratorium Sistematika Hewan di Departemen Biologi Tropika UGM.

Baca Juga: Catat Tanggal Mainnya, Pecinta Gunung Bisa Ikutan IMTC 2024 secara Hybrid

Menjadi anggota penuh SWFS bukanlah hal yang mudah. Sendi harus melalui proses seleksi yang ketat yang melibatkan penilaian terhadap portofolionya dalam bidang DNA forensik satwa liar dan mendapatkan minimal dua rekomendasi dari ahli forensik satwa liar internasional. Tantangan terbesar yang dihadapinya adalah memenuhi standar tinggi yang ditetapkan oleh SWFS.

“Keterlibatan saya dalam membantu berbagai kasus dengan pihak seperti Mabes Polri, Badan Intelijen dan Keamanan Polri, serta hasil kerja yang telah dipublikasikan secara ilmiah, akhirnya membantu saya mendapatkan keanggotaan penuh ini,” ungkap dia.

Identifikasi penyelundupan gading gajah

Keahlian Dwi dalam teknik identifikasi DNA forensik tidak muncul begitu saja. Sebelum menjadi dosen di UGM, ia telah lama berkecimpung dalam dunia konservasi satwa liar di berbagai NGO.

Baca Juga: Gunung Dukono Erupsi Saat Didaki, BNPB Ingatkan Kasus Pendaki Tewas di Marapi

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Ahli DNA forensikDwi Sendi PriyonoFakultas Biologi UGMSatwa liarSociety for Wildlife Forensic Science

Editor

Next Post
Potensi hujan 23-28 Agustus 2024 di sebagian wilayah Indonesia berdasar pantauan Satelit Himawari. Foto Dok. BMKG.

Sedia Payung, Sebagian Wilayah Indonesia Diguyur Hujan Sepekan

Discussion about this post

TERKINI

  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media