Selasa, 3 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Green Design, Kontribusi Dunia Fashion agar Ramah Lingkungan

Dunia fashion adalah salah satu penyumbang pencemaran lingkungan. Di sisi lain, juga punya kontribusi bagi lingkungan. Bagaimana caranya?

Senin, 11 April 2022
A A
Ilustrasi fashion ramah lingkungan. Foto PublicDomainPictures/pixabay.com.

Ilustrasi fashion ramah lingkungan. Foto PublicDomainPictures/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Isu lingkungan merasuk ke berbagai lini. Tak terkecuali dunia fashion dengan beragam desainnya. Dosen KK Kriya dan Tradisi, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB Tyar Ratuannisa berbagi ilmu tentang desain produk green dalam kuliah tamu PP4204 Green Marketing, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB.

Tyar mengisahkan, awal mula pengangkatan isu mengenai lingkungan pertama kali dilakukan dengan pendekatan puitis melalui buku Silent Spring karya seorang ahli biologi kelautan, Rachel Carson. Buku tersebut menjadi salah satu pengingat sekaligus pencatat dampak negatif DDT dan pestisida lain.

Perkembangannya, milestone selanjutnya dicatat pada 1985, yakni ketika lubang lapisan ozon di stratosfer Antartika pertama kali teramati. Baru-baru ini, tepatnya pada 2019, aktivis muda Greta Thunberg mengemukakan aspirasi terkait pemerintah dan pihak lainnya yang kurang peduli terhadap perubahan iklim.

Baca Juga: Berulang Terjadi Konflik Harimau Sumatra dengan Warga di Langkat

“Salah satu penyebab pencemaran lingkungan berasal dari fashion itu sendiri,” kata Tyar.

Kendala terbesar dari siklus hidup fashion adalah geraknya yang terlampau cepat dan menyebabkan harga pakaian turun. Fast fashion dapat diartikan sebagai fashion yang trennya bergerak cepat, harga terjangkau karena biaya pembuatan rendah, pengiriman cepat, tersedia di mana-mana, tetapi tidak memiliki nilai yang istimewa.

Tren ini bagai dua mata pisau bagi lingkungan. Bisa membawa dampak negatif karena semakin banyak pakaian yang dibeli untuk mengikuti tren atau bisa juga membawa dampak positif karena dapat dijadikan salah satu media green marketing.

“Contohnya adalah membawa konsep re-wear dan thrifting sehingga limbah produksi tekstil dapat diminimalisir,” imbuh Tyar.

Sejumlah solusi dan kontribusi dapat diberikan dunia fashion. Pertama, dengan ‘membelokkan’ tren dan preferensi yang tengah terjadi.

Baca Juga: MA Tolak Kasasi JPU, Tiga Nelayan Pulau Pari Bebas

“Gagasan good design yang dapat menjadi salah satu solusi sudah dicanangkan oleh Dieter Rams,” ujarnya. dosen dari FSRD ITB

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: fashiongreen designgreen marketingGreta ThunbergITBmilestonePencemaran lingkungan

Editor

Next Post
Wakil Ketua Baleg Willy Aditya dan Ketua DPR Puan Maharani. Foto dpr.go.id.

RUU TPKS Sah Menjadi UU, Puan: Hadiah Hari Kartini

Discussion about this post

TERKINI

  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media