Senin, 24 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Green Design, Kontribusi Dunia Fashion agar Ramah Lingkungan

Dunia fashion adalah salah satu penyumbang pencemaran lingkungan. Di sisi lain, juga punya kontribusi bagi lingkungan. Bagaimana caranya?

Senin, 11 April 2022
A A
Ilustrasi fashion ramah lingkungan. Foto PublicDomainPictures/pixabay.com.

Ilustrasi fashion ramah lingkungan. Foto PublicDomainPictures/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Isu lingkungan merasuk ke berbagai lini. Tak terkecuali dunia fashion dengan beragam desainnya. Dosen KK Kriya dan Tradisi, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB Tyar Ratuannisa berbagi ilmu tentang desain produk green dalam kuliah tamu PP4204 Green Marketing, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB.

Tyar mengisahkan, awal mula pengangkatan isu mengenai lingkungan pertama kali dilakukan dengan pendekatan puitis melalui buku Silent Spring karya seorang ahli biologi kelautan, Rachel Carson. Buku tersebut menjadi salah satu pengingat sekaligus pencatat dampak negatif DDT dan pestisida lain.

Perkembangannya, milestone selanjutnya dicatat pada 1985, yakni ketika lubang lapisan ozon di stratosfer Antartika pertama kali teramati. Baru-baru ini, tepatnya pada 2019, aktivis muda Greta Thunberg mengemukakan aspirasi terkait pemerintah dan pihak lainnya yang kurang peduli terhadap perubahan iklim.

Baca Juga: Berulang Terjadi Konflik Harimau Sumatra dengan Warga di Langkat

“Salah satu penyebab pencemaran lingkungan berasal dari fashion itu sendiri,” kata Tyar.

Kendala terbesar dari siklus hidup fashion adalah geraknya yang terlampau cepat dan menyebabkan harga pakaian turun. Fast fashion dapat diartikan sebagai fashion yang trennya bergerak cepat, harga terjangkau karena biaya pembuatan rendah, pengiriman cepat, tersedia di mana-mana, tetapi tidak memiliki nilai yang istimewa.

Tren ini bagai dua mata pisau bagi lingkungan. Bisa membawa dampak negatif karena semakin banyak pakaian yang dibeli untuk mengikuti tren atau bisa juga membawa dampak positif karena dapat dijadikan salah satu media green marketing.

“Contohnya adalah membawa konsep re-wear dan thrifting sehingga limbah produksi tekstil dapat diminimalisir,” imbuh Tyar.

Sejumlah solusi dan kontribusi dapat diberikan dunia fashion. Pertama, dengan ‘membelokkan’ tren dan preferensi yang tengah terjadi.

Baca Juga: MA Tolak Kasasi JPU, Tiga Nelayan Pulau Pari Bebas

“Gagasan good design yang dapat menjadi salah satu solusi sudah dicanangkan oleh Dieter Rams,” ujarnya. dosen dari FSRD ITB

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: fashiongreen designgreen marketingGreta ThunbergITBmilestonePencemaran lingkungan

Editor

Next Post
Wakil Ketua Baleg Willy Aditya dan Ketua DPR Puan Maharani. Foto dpr.go.id.

RUU TPKS Sah Menjadi UU, Puan: Hadiah Hari Kartini

Discussion about this post

TERKINI

  • Upaya pemadaman karhutla di Kalimantan, 23 agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Kalimantan, Legislator: Warga Lokal Tak Bisa Terus Disalahkan, Cabut Izin Korporasi yang Terlibat
    In News
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Penanganan karhutla di Lampung Timur, 21 Agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Berulang Bukan Fenomena Iklim, Walhi: Akibat Negara Salah Urus Tak Sampai Akar Masalah
    In Lingkungan
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Pembangunan On The Rock di kawasan Pantai Watubolong di KBAK Gunungsewu di Kabupaten Gunungkidul, 8 Agustus 2026. (Foto Instimewa)Akses Dibatasi, Negara Harus Investigasi Perizinan Ekspansi Industri Wisata di Pantai Watubolong
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Visual pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 20 Agustus 2026. (BNPB)Karhutla Ancaman Serius: Utamakan Penjagaan Sebelum Api Datang, Bukan Pencegahan
    In Bencana
    Sabtu, 22 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media