Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hasil Hutan Bukan Kayu Bernilai Tinggi di Pasar Domestik dan Internasional

Senin, 15 Agustus 2022
A A
Kotak lebah salah satu hasil hutan bukan kayu. Foto ilustrasi/Wanaloka.com.

Kotak lebah salah satu hasil hutan bukan kayu. Foto ilustrasi/Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

“Dengan perintisan Eco Bee Park ini termasuk bagian dari Perhutanan Sosial karena ada akses bagi masyarakat bisa masuk untuk mengelola kawasan hutan dengan cara, teknik, dan aturan atau syarat tertentu,” kata Menteri Siti.

BPSI LHK Kuok sebagai Unit Pelaksana Tugas (UPT) KLHK, diharapkan  dapat menjadi pemicu pengembangan usaha-usaha masyarakat dalam memanfaatkan hasil hutan bukan kayu.

“Kita berupaya di jajaran kementerian dan UPT-UPT kita untuk melihat bagaimana di lapangan, apa yang terbaik dan apa yang harus kita bisa kembangkan untuk rakyat,” imbuh Menteri Siti.

Baca Juga: Konsorsium Hari Hutan Indonesia Lahir dari Momentum Moratorium Pembukaan Hutan

Sementara itu, Bupati Kampar Kamsol menyebutkan, BPSI Kuok, Kementerian LHK telah memberikan bantuan penelitian untuk pengembangan usaha masyarakat yang memanfaatkan hasil hutan berupa madu, daun kelor, dan tanaman taxsus.

Disebutkannya, banyak UMKM di Kampar yang sudah bisa berdagang hingga mengekspor berkat bimbingan BPSI LHK Kuok.

“Atas dukungan kepala BPSI Kuok telah banyak UMKM yang saat ini telah masuk dalam pasar ekspor,” kata Bupati Kampar. [WLC01]

Sumber: ppid.menlhk.go.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: daun kelorEco Bee Park Kamparhasil hutan bukan kayuHutan IndonesiaKabupaten Kamparkelompok tani hutanKementerian LHKmadu hutanMenteri Siti NurbayaProvinsi Riautanaman taxus

Editor

Next Post
Pulau Nias diguncang gempa magnitudo 5,5 pada Senin malam, 15 Agustus 2022, pukul 23.35 WIB. Foto tangkap layar bmkg.go.id.

Pulau Nias Diguncang Gempa Magnitudo 5,5

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media