Minggu, 18 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ini Bahaya Jerat Babi di Pasaman

Hati-hati memasang jerat babi hutan, karena satwa liar dilindungi justru bisa jadi korban. Pemasangan jerat dapat kena sanksi.

Sabtu, 20 Mei 2023
A A
Harimau sumatera yang jadi korban jerat. Foto ppid.menlhk.go.id.

Harimau sumatera yang jadi korban jerat. Foto ppid.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) kembali ditemukan tak bernyawa pada 16 Mei 2023. Satwa liar dilindungi tersebut terkena jebakan jerat untuk babi di Jorong Tikalak, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Peristiwa salah jerat itu bukan pertama kali terjadi.

Harimau sumatera yang mati tersebut ditemukan terkena jerat babi yang dipasang pemilik ladang, Munawar (52) yang beralamat di Jorong V Tikalak, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Pasaman.

Satwa tersebut berjenis kelamin betina yang memiliki lebar tapak 7 cm dan berusia sekitar dua tahun. Bangkainya dibawa ke Rumah Sakit Hewan Provinsi Sumatera Barat untuk diketahui penyebab kematiannya.

Baca Juga: Fasilitas Pengelolaan PCBs Non Thermal Pertama, Ini Bahayanya Terkontaminasi Senyawa PCBs

Pemeriksaan tim dokter melalui nekropsi selama kurang lebih satu jam. Berdasarkan hasil nekropsi, terdapat pendarahan pada rongga dada, pendarahan pada paru-paru, pendarahan pada leher, terpapar panas matahari yang sangat tinggi, dan hipoksia akut.

Kepala BKSDA Sumatera Barat, Ardi Andono menjelaskan kondisi tersebut karena ada jerat yang melilit leher, dada hingga kepala satwa yang menyebabkan pernafasan terganggu. Akibatnya, metabolisme satwa tidak bekerja dengan baik. Kadar oksigen berkurang sehingga jantung bekerja lebih berat untuk memompa darah ke seluruh tubuh yang merupakan dampak dari jerat.

“Terbukti jantungnya mengalami pembengkakan,” kata Ardi.

Baca Juga: Longsor di Jayawijaya Menewaskan Tiga Orang, BNPB Kucurkan Dana Rp500 Juta

Penurunan kadar oksigen dalam tubuh terlihat dari mata dan kulit bagian dalam (mukosa) yang berwarna biru hingga terakumulasi menjadi penyebab kematian. Selain faktor tersebut, panas matahari yang berlebih menyebabkan heat stress dan kekurangan oksigen akut dalam tubuh satwa tersebut sehingga menyebabkan kematiannya.

Larangan Memasang Jerat
Jerat yang biasa digunakan untuk menjerat babi itu disebut Jerat Babi Pasaman karena hanya diproduksi di Pasaman. Jerat tersebut terbuat dari kawat ban truk fuso yang kemudian dijual di daerah Sumatera Barat dan Jambi.

Atas peristiwa tersebut Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat pun melakukan tahapan tindakan tegas. Pertama, melakukan sapu bersih jerat di kawasan tersebut untuk mencegah terulangnya kematian satwa liar dilindungi, khususnya harimau sumatera akibat ulah manusia.

Baca Juga: Mengadvokasi Hak-hak DAS Sebagai Sumber Peradaban

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BKSDA Sumatera Baratharimau sumateraharimau sumatera korban jeratJerat Babi Pasamankamera trap

Editor

Next Post
Tim Gabungan TPPU antara KLHK dan PPATK. Foto ppid.menlhk.go.id.

Ada Risiko TPPU dalam Tindak Pidana Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Discussion about this post

TERKINI

  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
  • Dampak karhutla, wilayah Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, diselimuti kabut asap pada Kamis, 8 Oktober 2026. Foto BNPB.Respons Protes Negara Jiran Dampak Karhutla, Prabowo Perintahkan Penanganan Optimal
    In Bencana
    Selasa, 13 Oktober 2026
  • Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026. Foto BPBD Kabupaten Gayo Lues.Bencana Banjir dan Longsor Landa Aceh dan Sumatra Barat Ratusan Penduduk Mengungsi
    In Bencana
    Senin, 12 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media