Sabtu, 7 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jawa Barat Dilanda Cuaca Ekstrem, Belasan Rumah Penduduk Rusak

Rabu, 26 Januari 2022
A A
Satu bangunan rumah milik warga di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, rusak tertimpa pohon yang tumbang saat cuaca ekstrem melanda kawasan itu. Foto Dok BNPB.

Satu bangunan rumah milik warga di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, rusak tertimpa pohon yang tumbang saat cuaca ekstrem melanda kawasan itu. Foto Dok BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

“Kajian inaRISK menunjukan potensi bahaya cuaca ekstrem pada wilayah Kota Tasikmalaya pada tingkat sedang hingga tinggi yang berdampak pada 10 kecamatan,” ujar Muhari.

Baca Juga: Stop Stigma Buruk, Gangguan Kesehatan Mental Lekas Pulih

BNPB mengimbau masyarakat dan aparat daerah setempat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca musim hujan yang masih akan berlangsung sampai Februari 2022 mendatang. Untuk mengantisipasi dampak dari cuaca hujan dan angin kencang, aparat daerah setempat dapat melakukan pemotongan ranting maupun dahan rentan yang dapat menimpa rumah warga serta melakukan pemeriksaan berkala ketahanan rumah warga untuk mengurangi dampak kerusakan akibat cuaca ekstrem.

Cuaca ekstrem juga melanda wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. BPBD Kota Bogor, kata Muhari, dampak kejadian cuaca ekstrem berupa angin kencang yang berlangsung pada Senin, 24 Januari 2022,  menyebabkan enam rumah warga rusak berat, empat unit rumah penduduk rusak sedang, dan satu unit rumah warga rusak ringan.

Baca Juga: Pasien Konfirmasi Omicron Bisa Isoman, Asalkan Usia 45 Tahun ke Bawah

“Beberapa rumah rusak tidak diakibatkan langsung oleh angin kencang, tetapi tertimpa pohon yang tumbang. Sedangkan kerusakan lain terjadi pada 2 unit tempat usaha dan 1 fasilitas pendidikan,” jelas Muhari.

Menurut Muhari, BPBD setempat menyebutkan 54 jiwa (19 kepala keluarga) terdampak akibat fenomena hidrometeorologi basah ini.

“Tidak ada laporan korban jiwa dan warga luka-luka akibat bencana tersebut,” kata Muhari. [WLC01]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: angin kencangBencana HidrometeorologiBMKGBNPBBPBDCuaca Ekstremhujan lebatKabupaten BogorKota BogorKota TasikmalayaProvinsi Jawa Barat

Editor

Next Post
Pusat gempa bumi dangkal berkekuatan M4,1 terjadi di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Kamis, 27 Januari 2022. Foto BMKG.

Gempa Bumi Dangkal di Kolono, Ini Penjelasan BMKG

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media