Rabu, 16 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Juli-September 2024 Puncak Karhutla, BMKG Tebar 13 Ton NaCL di Kalbar

Jumat, 28 Juni 2024
A A
Persiapan OMC di Kecamatan Sungai Raya di Kalimantan Barat, Juni 2024. Foto Dok. BMKG.

Persiapan OMC di Kecamatan Sungai Raya di Kalimantan Barat, Juni 2024. Foto Dok. BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Data Pemantau Air Lahan Gambut (Sipalaga) yang dipublikasikan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) menunjukkan sebagian besar lahan gambut yang berada di Kalimantan Barat (Kalbar) sudah mongering. Ketinggian air dalam tanah di bawah 40 cm.

“Ketinggian muka air tanah gambut ini sangat rendah dan menunjukkan status rawan,” kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati di Jakarta, Jumat, 28 Juni 2024.

Berdasarkan data tersebut, Dwikorita menilai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) penting dilakukan BMKG bersama stakeholder untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kalbar. Sebab karhutla dapat meluas dan berdampak buruk bagi masyarakat luas.

Baca Juga: Terpesona Kegigihan Lansia Ikut Simulasi Evakuasi Mandiri Erupsi Gunung Merapi

Apalagi data Sipongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) 2023 mengindikasikan lahan terbakar di Kalbar mencapai 111.848 hektare.

“Ini sangat luas dan OMC akan berupaya untuk memitigasi agar tidak terulang kejadian serupa,” ujar Dwikorita.

Sementara bulan Juli hingga September 2024, secara historis terjadi puncak karhutla di Kalbar dan provinsi lain yang memiliki kerentanan terhadap karhutla.

Baca Juga: Peneliti UGM Kembangkan Microforest 100 untuk Kontribusi Net Zero Carbon

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Kalimantan BaratkarhutlaKepala BMKG Dwikorita KarnawatiOMC

Editor

Next Post
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Kampus ITS, Juni 2024. Foto BMKG.

Dwikorita Karnawati, Suhu Panas di Kota Besar 30 Tahun Terakhir adalah Efek UHI

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media