Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Karhutla 4 Hektar di Kalteng, Terdeteksi 31 Titik Panas Tinggi di Pulau Kalimantan

Rabu, 10 Agustus 2022
A A
Karhutla di Pulau Pisau, Kalimatan Tengah dengan luas lahan empat hektar. Foto Polsek Maliku.

Karhutla di Pulau Pisau, Kalimatan Tengah dengan luas lahan empat hektar. Foto Polsek Maliku.

Share on FacebookShare on Twitter

“BPBD Kabupaten Pulang Pisau dibantu dinas terkait berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan seluas empat hektar pada Selasa, 9 Agustus 2022,” kata Muhari.

Dalam kejadian karhutla Pulau Pisau, menurut Muhari, tidak ada korban jiwa.

“Penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian,” ungkap Muhari pada Rabu, 10 Agustus 2022.

Kabupaten Pulang Pisau memiliki potensi bahaya karhutla tingkat sedang hingga tinggi yang tersebar di 8 kecamatan dengan luas mencapai 855.847 hektar.

Baca Juga: Lailan Syaufina: Kebakaran Hutan dan Lahan Menurun Tajam, Diduga Akibat Covid-19

Memasuki musim kemarau, potensi kejadian karhutla semakin tinggi. Muhari mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

“BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana karhutla, khususnya dalam melakukan patroli dengan koordinasi bersama TNI, Polri, Mangala Agni maupun pihak lainnya sehingga peringatan dini karhutla dapat tertangani secara cepat dan responsif. Simulasi pengendalian karhutla yang melibatkan unsur pentahelix juga perlu dilakukan sebagai salah satu langkah antisipatif penanganan karhutla di tanah air,” imbuh Muhari.

Hingga Juli 2022, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mendata luas kebakaran hutan dan lahan 59.131 hektar. Luasan karhutla periode Januari-Juli 2022 ini mengalami penurunan 19,1 persen dibanding periode yang sama pada 2021. [WLC01]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BNPBKabupaten Pulau Pisaukarhutlakarhutla di Pulau PisauKementerian LHKProvinsi Kalimantan BaratProvinsi Kalimantan Tengah

Editor

Next Post
Ilustrasi masyarakat adat. Foto Quangbaophoto/pixabay.com.

Hukum Lemah, Tanah Masyarakat Adat Terdampak IKN Mudah Dialihkan

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media