Selasa, 28 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kemunculan Sinkhole Menjadi Alarm Kegagalan Pengelolaan Tanah dan Air

Pengambilan air tanah berlebihan, pembangunan drainase tanpa kajian hidrogeologi, serta pembebanan lahan tanpa perhitungan daya dukung tanah mempercepat kegagalan struktur tanah.

Minggu, 25 Januari 2026
A A
Warga menganggap air dari sinkhole di Sumatra Barat berkhasiat. Foto @pembasmii.kehaluan/instagram.

Warga menganggap air dari sinkhole di Sumatra Barat berkhasiat. Foto @pembasmii.kehaluan/instagram.

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam mitigasi, penanganan sinkhole tidak boleh bersifat reaktif. Identifikasi dan pemetaan kerentanan lahan harus dilakukan melalui kajian ilmiah terintegrasi, diperkuat dengan monitoring air tanah dan survei geofisika dangkal.

“Sinkhole adalah peringatan keras bahwa sistem tanah air kita sedang tidak sehat. Tanpa sinergi sains dan kebijakan, runtuhan tanah hanya tinggal menunggu waktu,” pungkas dia.

Baca juga: Arzyana Sunkar, Peran Perempuan dalam Gerakan Konservasi Berkelanjutan Tak Diakui

Air sinkhole mengandung bakteri E coli

Di sisi lain, masyarakat menganggap air dalam sinkhole di Sumatra Barat mengandung khasiat. mereka mengambil untuk mengonsumsinya, Padahal bakteri Escherichia coli (E coli) ditemukan dalam air sinkhole tersebut. Meski sebagian jenis E coli merupakan bakteri normal yang hidup di saluran pencernaan manusia, keberadaannya dalam air konsumsi menandakan pencemaran serius dan berpotensi menimbulkan penyakit.

Merebus air merupakan cara pencegahan dengan metode sterilisasi yang dapat membunuh bakteri. Persoalannya, berdasarkan laporan laboratorium kesehatan setempat, jumlah bakteri E coli yang ditemukan pada air sinkhole tersebut melebihi ambang batas aman untuk dikonsumsi.

“Sebaiknya masyarakat menghindari penggunaan air dari sinkhole, meskipun telah direbus,” tegas Dosen Fakultas Kedokteran IPB University, Aisyah Amanda Hanif.

Pencemaran air sinkhole sangat mungkin disebabkan aktivitas manusia maupun hewan. Kotoran manusia atau hewan yang terserap ke dalam tanah dapat mencemari air tanah maupun air permukaan, termasuk air yang mengisi lubang sinkhole.

Baca juga: Gugatan KLH Berpotensi Gagal, Walhi Desak Indonesia Punya Pengadilan Lingkungan

Selain berdampak langsung pada individu, penyakit infeksi pencernaan akibat bakteri ini juga bersifat menular. Penularan dapat terjadi apabila kebersihan tangan, air, dan makanan tidak terjaga dengan baik.

Tidak semua E coli berbahaya. Beberapa jenis tertentu bersifat patogen dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan apabila masuk ke tubuh melalui air minum atau makanan yang terkontaminasi.

“E coli umumnya bakteri normal di saluran cerna, tetapi jenis tertentu dapat menyebabkan gangguan pencernaan jika dikonsumsi,” jelas dokter Ilmu Biomedik Mikrobiologi tersebut.

Risiko kesehatan utama akibat konsumsi air yang terkontaminasi E coli adalah infeksi gastrointestinal, yang ditandai gejala seperti diare, muntah, dan dapat berujung pada dehidrasi. Kondisi ini menjadi sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia.

Baca juga: Baleg DPR Pertanyakan Keseriusan Politik Hukum Pembahasan RUU Masyarakat Adat

“Masyarakat berisiko mengalami penyakit infeksi pencernaan dengan risiko dehidrasi yang berbahaya, khususnya pada kelompok rentan,” ujar dia.

Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang telah melakukan pengujian sampel air dan mengumumkan hasilnya kepada masyarakat. Ke depan, edukasi publik menjadi kunci penting dalam pencegahan dampak kesehatan.

Edukasi mengenai sumber air yang aman, gejala penyakit yang mungkin timbul, tanda bahaya, serta pertolongan pertama harus terus dilakukan. Selain itu, penyediaan sumber daya yang cukup di fasilitas kesehatan sekitar lokasi juga penting untuk mencegah keterbatasan tenaga kesehatan, alat medis, maupun obat-obatan. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: alih fungsi hutanBakteri E ColiFakultas Kedokteran IPB UniversityPengelolaan Tanah dan AirSinkholeSumatra Barat

Editor

Next Post
Ilustrasi gangguan kejiwaan. Foto Counselling/pixabay.com.

Sekitar 28 Juta Orang Indonesia Alami Gangguan Kejiwaan, Ada Kelompok Berisiko Tinggi

Discussion about this post

TERKINI

  • Petani pasir lahan pantai di Kulon Progo tengah menyirami lahan cabenya. Foto Dok. Soetana Monang Hasibuan/Wanaloka.com.20 Tahun PPLP Kulon Progo, Menanam adalah Melawan Apa?
    In Sosok
    Minggu, 19 April 2026
  • Ilustrasi TPA open dumping. Foto khoinguyenfoto/pixabay.com.Praktik TPA Open Dumping Ditutup Akhir Juli 2026
    In News
    Sabtu, 18 April 2026
  • Ketebalan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua tinggal 4 meter pada 2024. Foto Dok. BMKG.Salju Abadi Puncak Jaya akan Hilang, Kurangi Pemakaian Bahan Bakar Fosil
    In IPTEK
    Sabtu, 18 April 2026
  • Hari Hemofilia Sedunia. Foto satheeshsankaran/pixabay.com.Hemofilia, Penyakit Bangsawan Britania Raya yang Ditemukan Saat Anak Usai Sunat di Indonesia
    In Rehat
    Jumat, 17 April 2026
  • Komisi III DPR RI menggelar RDPU dengan petani Pino Raya. Foto Istimewa.Petani Pino Raya Ditembak dan Jadi Tersangka, DPR Janjikan Rapat Dengar Pendapat
    In News
    Jumat, 17 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media